Kejadiannya seperti ini mungkin juga sudah banyak diberitakan, bahkan ada juga kisah serupa yang dialami oleh teman saya. Terbersit dari beberapa cerita teman yang pernah terkena tilang oleh polisi, yang katanya menjebak pengendara yang bersembunyi di tempat yang tak terlihat, kemudian menilang pengendara .
Bedanya, polisi yang ada di ujung jembatan layang Daan Mogot ini, mereka tidak terang-terangan menjebak, karena mereka tidak bersembunyi, tapi polisi di sini tidak mengarahkan pengendara motor yang akan naik ke jembatan layang yang terlarang bagi motor dan truk, Yang saya lihat polisi di situ kesannya malah menunggu pengendara motor yang salah jalan dan siap menangkap pengendara motor yang baru akan naik atau turun dari jembatan layang.
Padahal sebetulnya bisa saja polisi - polisi kasih tanda atau kode kepada pengendara motor yang nyaris salah jalan jangan ditunggu salah terus ditilang. Kalau yang baru turun dari jembatan layang bolehlah di tangkap karena sudah jelas salah jalan.
Sebetulnya bagi pengendara motor yang rutin melewati jalan Daan Mogot pasti tau dilarang lewat jembatan layang di situ, tapi bagi yang belum pernah melewati pasti agak sulit melihat rambu larangan naik jembatan layang, karena tulisan dan tanda larangan yang terletak di ujung jembatan layang itu kecil dan kurang bisa dilihat dari kejauhan dan warna tulisannya sudah agak pudar jika dilihat pengendara yang menggunakan helm. Sebetulnya ada tulisan tanda larangan yang agak besar, tapi sayangnya tulisan itu tertutup pohon dan terlalu tinggi untuk dilihat pengendara motor, jadi ini juga salah satu penyebab banyak pengendara yang terjebak di sana karena tak melihat tanda larangan itu.