Sekitar 300 pemuda menggelar aksi demo di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (22/2/2011) mulai pukul 13.00 WIB. Meraka menyatakan mendukung proses hukum terhadap tersangka pembunuhan bos PT Sanex Indonesia, Tan Hari Tantono (50) alias Ayung yang diduga dilakukan kelompok John Kei.
Pendemo kompak mengenakan ikat kepala dari tali rafia yang dikepang warna merah. Mereka juga membentangkan poster-poster bertuliskan "Pak hakim dan jaksa hukum mati John Kei", dan "John Kei dan antek-anteknya harus dihukum mati,"
Para pendemo juga membentangkan spanduk ukuran 50 cm x 3 meter warna putih dengan tulisan warna merah bertuliskan "Tegakkan hukum tanpa pandang bulu siapa pun pelakunya harus diusut tuntas."
"Apa yang telah dilakukan John Kei telah merusak nama baik preman. Preman itu tidak seperti John Kei. Preman itu baik, preman itu membantu masyarakat," teriak seorang orator dengan semangat berapi-api.
"Hukum mati John Kei, John Kei itu pembunuh. Kami siap dukung Polri," Teriaknya lantang.
Pernyataan sang orator itu langsung disambut teriakan "Hidup Preman yang baik... hidup preman yang baik"!
Sungguh menggelikan menyaksikan aksi ini, Preman teriak preman! Adalah kalimat yang pas untuk menggambarkan situasi ini. Hidup preman baik!