Hari ini sedang dia adakan Konferensi Tingkat Tikus, di negri antarbarantah lorong gelap dan sepi. Pesertanya dari berbagai negara, termasuk negara kita tercinta. Konferensi ini di adakan bertujuan bersama-sama negara pesertanya untuk mengeruk kekayaan demi para anggotanya untuk kantong pribadi. Konferensi di lakukan di atas sebuah kapal mewah, dua kali besarnya dari kapal Titanic yang tenggelam.
Di sela-sela istirahat, terjadi dialog antara Mentri dari negara kita, Cinong dan Amerikong.
Di sela dialog itu, Mentri dari cinong tiba-tiba membuang 1 koper alat-alat elektronik ke laut, byuuuarrr!!. Nah loh koq di buang pak, tanya negara kita penasaran, sementara si Amerikong hanya mesem-mesem saja sambil bergumum dasar Cinong belagu.
Ehhhmm, sambil mengelus jenggotnya yang putih mentri Cinong itu ia menjawab: Tenang saja sobat di negara saya masih banyak, negara kita kan pengekspor barang-barang elektronik terbesar di asia tenggara. Udah gitu murah mampus loh pasar lokal! gw dumping.. berantakan…jadi buang alat elektronik gak masalah banyak di negara kami ha ha ha (tertawa bangga).
Mentri dari negara kita hanya bisa garuk2 pala sialan loh!!, untuk gw di kasih persenan jadi no problem dah. Mau di dumping, ngibing, kepiting kek!! bodo ah yang penting perut gw kenyang
Si mentri Amerikong sangat gusar nampaknya, di kedalam kemudian beberapa menit kemudian sudah keluar lagi dengan membawa sebuah koper. Ia buka ternyata isinya senjata api mesin mirip film Rambo. Di angkatnya senjata mirip Breeeen itu di acungkan di atas, kmudian di tembakkan ke udara, duuuuurrr duuuaaaarrr duaaaaarrr di barengi bekas slongsong peluru yang berhamburan di sekitarnya, ribuan kali suaranya yang bising hampir membuat gandang telinga hampir pecah.
Sambil tertawa melengking dan sangat bangga ha ha ha ha! lo liet noh negara gw! pembuat senjata terbesar, dan pensuplai senjata ke negara konflik terbesar se Eropa. Mau apa loh sambil bertolak pinggang sombong. Lalu ia melanjutkan, pokoknya di mana ada perang kita makmur.. kita jaya, ga ada perang kita ciptakan perang. Supaya senjata kita laris di pasaran kaya kacang goreng, jadi yah cuma buang-buang 1000 butir peluru mah ga ada artinya ha ha ha ha.
Mentri Negara kita hanya bisa garuk-garuk pala lagi, kemudian ia memanggil paijo.. Jo Jo sini jo, berdiri di pinggir kapal pinta si negara kita. Si paijopun dengan lugunya, berdiri di pinggir kapal. Ini paijo kata negara kita memperkenalkan kepada Mentri Cinong dan Mentri Amerikong, ia pembantu saya.
Selesai memperkenalkan di arahkan kaki mentri negara kita ke pantat paijo dan di dorong kaki itu. Sampe-sampe paijo terpelanting ke laut byuuuuuurrr. Belum sempet minta tolong si paijo udah keburu di telan sama ikan hiu.
Amerikong dan Cinong hanya bisa bengong, sambil bertanya. Kok di tendang pembantunya apa maksudnya?.
Ha ha ha ha negara kita tertawa terbahak-bahak. Di negara saya banyak orang susah kaya model paijo itu jadi udah gak heran kalau di habisi. Di Cinong cuma buang alat elektronik kecil, di Amerikong cuma bisa buang peluru kecil. Di negara saya dong! bisa buang orang kecil sembarangan.. apa lagi klo dia ga punya kekuasaan, model paijo itu…..