Sisi Buruk Kehidupan Angie: Tak Mau Urus Anak & Suka Belanja Barang Miliaran Rupiah

Iskandar  , Jakarta
17/02/12

dilihat: 350 kali           Komentar: 1

Sisi Buruk Kehidupan Angie: Tak Mau Urus Anak & Suka Belanja Barang Miliaran Rupiah

Pengacara yang banyak menangani kasus para artis, Elza Syarief mengungkapkan bahwa almarhum Adjie Massaid pernah mengaku gerah dengan gaya hidup sang istri Angelina Sondakh yang glamor. Saat itu, Elza masih menjadi pengacara Adjie. Menurut pengakuan Adjie, kata Elsa, wanita yang telah melahirkan seorang putra itu disebut-sebut sering berbelanja barang mewah hingga miliaran rupiah.

 
"Banyaklah cerita, salah satunya kata Adjie; Gimana tante yah? Angie tidak terlalu memperhatikan kedua anaknya yang dua (Zahwa dan Alya) ini. Dia sering lama-lama di depan komputer, belanja barang-barang mewah di online hingga satu miliar," ungkap Elza seperti dalam tayangan Selebritis di SCTV, Jumat (17/2).
 
Pengakuan mengejutkan itu mungkin menjadi kian menarik perhatian publik berkaitan dengan kasus hukum yang kini membelit Angie. Terutama ketika Angie hadir sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Nazaruddin, Rabu (15/2). Elza yang menjadi penasihat hukum terdakwa merasa gerah dengan sikap Angie yang ditudingnya berbohong dalam persidangan kliennya itu.
 
Adjie dan Angie menikah di KUA Pulogadung, Jakarta Timur, 29 April 200 silam. Dari pernikahan itu, Mereka dikaruniai anak Keanu Jabaar Massaid, yang lahir pada 9 September 2009. Adjie meninggal pada 5 Februari 2011, di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, karena serangan jantung usai bermain sepakbola. 
 
Sebagai orang dengan penghasilan pas-pasan, saya terheran-heran ketika membaca pemberitaan mengenai kekayaan Anggota DPR dari Partai Demokrat, Angelina Sondakh yang bertambah berlipat-lipat dalam waktu tujuh tahun sejak menjadi anggota DPR. Bahkan mampu berbelanja barang mewah hingga miliaran rupiah.
 
Sebagaimana diberitakan di berbagai media, kekayaan politisi yang namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus penyelewengan proyek Wisma Atlet SEA Games bersama Nazaruddin itu telah melesat tajam, dari yang hanya Rp 618 juta pada tahun 2003 hingga mencapai Rp 6,155 milyar pada tahun 2010.
 
Terus dari mana sumber pertambahan kekayaan Angelina yang spektakuler itu? Apakah selain sebagai anggota dewan dia juga nyambi sebagai seorang pengusaha yang berinvestasi di sektor-sektor tertentu yang bonafit, sektor property atau pasar modal misalnya? Jika demikian, bukankah dia adalah seorang wakil rakyat yang tugas pokoknya memperjuangkan aspirasi rakyat, kalau sibuk mikirin urusan bisnis, bagaimana memupuk kekayaan atau melipatgandakan asset mana mungkin dia punya waktu lagi untuk mikirin urusan rakyat yang diwakilinya.
 
Terlepas apakah pertambahan kekeyaan Angelina yang spektakular itu bersumbar dari jalan yang benar atau tidak secara hukum, ternyata menjadi anggota dewan itu memang merupakan cara jitu menjadi lebih kaya, menggandakan kekayaan secara berlipat-lipat.
 
Pantas saja begitu banyak orang yang berlomba-lomba menjadi anggota dewan, meskipun mereka sadar sesungguhnya amanah dan tanggung jawab yang bakal dipikul tidaklah ringan. Itulah mungkin sebabnya, banyak artis yang banting setir menjadi anggota dewan, padahal mereka sebenarnya tidak memiliki kualifikasi yang mempuni untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat−beberapa. Sepertinya, dalam mindset mereka, menjadi anggota dewan lebih menjanjikan secara materi ketimbang menjadi artis. Dan kalau niatan untuk menjadi anggota dewan sudah didasari oleh motivasi untuk memupuk kekayaan, apalah jadinya negeri ini?

Berbagi cerita?Kirim ceritamu ke kirim.ceritamu.com

1 total komentar

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close