CERITAMU.COM - Cerita tentang kota Jakarta memang tidak pernah habis untuk di bahas. Sejak buku karya Muamar Emka bertajuk Jakarta Undercover terbit dan mengguncang para penduduk ibukota, belum ada yang berani memotret kisah itu dalam layar lebar.
Kalaupun ada, hanya tampil setengah-setengah dan terkesan hanya menyoroti sisi seksualnya saja. Namun semua anggapan itu hilang saat Dilema dirilis. Berani. Mungkin itu yang akan kamu ucapkan ketika selesai menonton film yang di produseri oleh artis Wulan Guritno itu. Bahkan Dilema memaparkan lebih dari apa yang ditawarkan oleh Jakarta Undercover.
Mulai cerita dari aksi kebrutalan ormas keagamaan sampai menyinggung sosok mafia yang menguasai Jakarta. Bahkan institusi kepolisian yang selama ini hampir tabu untuk dijadikan tema film pun turut disajikan. Tidak ketinggalan perjudian kelas atas dan kisah yang paling sering kita dengar adalah masalah klasik narkoba.
Lima cerita, empat sutradara, Dilema membuktikan bahwa film dengan tema omnibus pun dapat dinikmati. Cerita yang masing-masing memilki plot sendiri-sendiri berhasil dijahit indah menjadi satu kesatuan film yang utuh, saling berkaitan dan mempunyai makna.
Dilema memotret apa yang selama ini hanya di bicarakan di warung kopi saja. Kegemasan dan sikap mahfum masyarakat terhadap kebobrokan Jakarta dengan lugas di sorot oleh Wulan dan tim produksinya.
Penggunaan nama-nama besar sebagai pendukung pemain pun tidaklah hanya untuk mengejar sensasi saja. Lihat bagaimana Roy Marten berlakon layaknya The Godfather from Jakarta. Tidak ketinggalan aksi berani dari bintang muda Pevita Pearce yang melakukan adegan ciuman dengan Wulan Guritno sampai trio Lukman Sardi, Ray Sahetapy dan Slamet Rahardjo di sebuah kasino.
Dilema seperti mendeskripsikan bagaimana ibukota negara kita sangat memilki berjuta masalah yang mungkin tidak ada jalan keluarnya. Layaknya benang kusut, Jakarta memiliki cerita yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
Namun film ini tidak untuk menghakimi siapapun. Karena yang disinggung bukanlah kelompok atau organisasi tertentu. Lebih kepada individu masing-masing orang itu sendiri. Sisi gelap yang di tampilkan pun seimbang dengan beberapa kisah yang mencerahkan. Kalaupun ada kekurangan mungkin hanya dari departeman kamera yang membuat beberapa adegan tampak pucat.
Namun di balik itu semua, Dilema menjadi sebuah film dengan tema baru, dan ide baru yang mungkin akan menjadi tren film nasional kedepan. Tidak salah memang bisa Ceritamu menempatkan film di deretan salah satu film yang patut di nantikan di 2012 (selengkapnya, klik). Penasaran ingin tahu sisi kelam Jakarta, Saksikan Dilema mulai 23 Februari 2012.
(RIO)
Image: vimeo.com
Untuk tetap terupdate kapanpun & di manapun, klik http://m.ceritamu.com/ dari browser, apapun ponsel Anda