CERITAMU.COM - American Batik Design Competition yang oleh KBRI Washington DC sejak tahun lalu rupanya sukses menarik minat para pelaku fashion di Amerika Serikat! Kompetisi ini merupakan gagasan duta besar Indonesia untuk Amerika, Dino Patti Djalal, yang bertujuan untuk mempromosikan batik sebagai budaya Indonesia yang mendunia, dan mampu berakulturasi dengan budaya negara lain. Dalam kompetisi ini, para fashion dan desainer grafis Amerika diberi peluang untuk merancang batik bergaya Amerika yang tetap mengandung unsur batik Indonesia.
"Kompetisi ini merupakan pilot project untuk merangsang minat masyarakat Amerika terhadap batik Indonesia. Ketika kompetisi ini diadakan, mereka ternyata sangat antusias untuk mengikutinya," ungkap Dino kepada Kompas Female, di sela-sela acara "American Batik Exhibition" di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, Selasa (21/2/2012) lalu.
Cerita terkait : Indonesia Fashion Week, Jalan Menuju Pusat Mode Dunia?
Kompetisi yang digelar di berbagai kota di Amerika seperti di Washington DC, New York, San Francisco, Los Angeles, Houston, dan Chicago ini, ternyata memicu kreativitas desainer Amerika untuk menghasilkan sentuhan corak, motif, dan nilai-nilai Amerika. Tanpa bermaksud "mengganggu" nilai-nilai batik khas Indonesia, batik Amerika ini mengambil unsur budaya Amerika untuk menghadirkan kreasi baru dalam batik. Sebelum mereka menggambar motifnya, mereka sudah diberi penjelasan tentang batik Indonesia dan proses pembuatannya.
Proses kompetisi batik Amerika ini dihadirkan dalam kategori lomba membuat desain batik di atas kertas, dan bukan menggambarnya langsung di kain dengan canting dan malam. "Proses pembuatan batik secara keseluruhan membutuhkan waktu yang lama dan panjang, jadi yang diperlombakan hanyalah mendesain batik," tukas Dino.
Semua motif rancangan peserta kemudian diwujudkan dalam bentuk kain batik oleh Brahma Tirta Sari Batik Studio di Yogyakarta. Dari sekitar ratusan desain motif batik Amerika, ada sembilan orang Amerika yang akhirnya terpilih untuk menjadi pemenang kompetisi ini. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bertandang ke Indonesia untuk mempelajari batik secara utuh di Yogyakarta selama 2-3 minggu.
American Batik Exhibition berlangsung di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, pada 22 Februari - 4 Maret 2012, dan di Museum Tekstil Indonesia pada 6-31 Maret 2012.
Hari ini (23/02/12) pun Indonesia Fashion Week (IFW) pertama kalinya digelar sampai 26 Februari 2012. IFW bisa dinikmati untuk umum dengan hanya membeli tiket seharga Rp 10.000! Imagine all you can eat! Mengangkat tema "Colorful Indonesia", IFW tak hanya menghadirkan rancangan tergres dari desainer kenamaan Indonesia, namun juga menghadirkan koleksi busana kreasi UKM yang ditampilkan dalam area pameran. Fashion show, talkshow, seminar seputar mode, serta pameran produk fashion hadir di IFW 2012 melibatkan total 500 desainer dan UKM.
Time to support and show some love! Happy fashionable day all! (NAD)
Sumber : Istimewa