Bilangan 20 tahun berlalu. Apa kabarmu? Ku pikir waktu akan mampu menggerus dan menghapus semua ingatan tentang mu. Namun ternyata aku salah. Aku tak lagi menemukan seseorang yang membuat jantungku berdegub tak karuan ketika dihadapannya.
Masalah hati memang terlalu rumit. Terkadang aku memupuskan harapan untuk kembali bertemu denganmu. Kadang-kadang aku berhasil, tapi lebih banyak aku gagal. Ingin sekali rasanya aku menemuimu sekali saja. Ya, sekali saja hanya untuk meyakinkan diriku bahwa kau memang bukan untukku. Bahwa kau telah berbahagia disana, dan aku pun berhak untuk bahagia. Bahwa aku pun harus menyadari, dulu, saat ini, dan masa yang akan datang, tak akan pernah sama. Semua telah diatur oleh-Nya. Hingga hatiku memutuskan untuk bahagia meski tanpa kau disampingku.