My Last Love
| Dilihat: 230 kali Jumlah Review: 2 |

My Last Love
Berita & Cerita TerkiniDi film pertamanya bareng sutradara
Nayato Fio Nuala,
Evan Sanders Mengaku kaget dengan metode yang digunakan Nayato. Menurut Evan di film ini tidak ada reading dan saat syuting pun tidak memakai naskah, bahkan dihari pertama Evan langsung disuruh akting walaupun ia mengaku belum siap.
Sedangkan lawan mainnya yaitu
Donita, ikut menambahkan bahwa dalam film ini Evan tidak melakukan riset untuk karakternya tersebut. Donita sendiri dalam film ini hanya melakukan observasi dari Internet saja, mengenai info orang-orang yang terkena kanker.
Info TambahanFilm ini Berawal dari cerita online tahun 2011 dan kemudian dirilis novel yang mencetak best seller. My last love menjadi film awal tahun 2012 karya
Agnes Davonar.
Sebelumnya, kisah mengharukan cinta antara Angel dan Martin telah menjadi cerita online yang dibaca lebih dari 150.000 visitor kompasiana.
Profil Singkat / SinopsisAngel (
Donita) percaya bahwa cinta sejatinya adalah Hendra (Ajun Perwira). Laki-laki pilihan terbaiknya. Angel malah berkhayal suatu saat kelak hubungan kasih yang telah cukup lama mereka jalin berhiaskan kesetiaan, akan berujung di kursi pelaminan.
Suatu ketika, musibah tragis tak terduga menimpa Angel. Mobil mewah yang dikendarai oleh Martin (
Evan Sanders), menabraknya. Martin bukannya menolong tetapi malah kabur begitu saja. Membiarkan Angel yang pingsan dengan cedera parah.
Angel selamat, tapi kenyataan pahit harus diterimanya. Kedua kakinya cacat, dan Angel semakin terpukul oleh sikap Hendra yang menghilang begitu saja tanpa kabar setelah mengetahui keadaan Angel.
Tanpa disangka Angel bertemu dengan Martin disana. Angel tak mengenali Martin, tapi Martin mengenali wajah Angel. Sejak pertemuan itu, Martin bertekad menebus kesalahannya, dengan mencari dokter terbaik yang mampu menyebuhkan kaki Angel.
Seiring perguliran waktu, hubungan Martin dan Angel semakin dekat. Benih-benih cinta diantara mereka pun bersemi. Angel tak pernah sadar bahwa Martin adalah orang yang menabraknya hingga kakinya lumpuh.
Angel tak lagi memedulikan Hendra. Fokus Angel tertuju pada Martin yang begitu memerhatikannya dengan penuh kasih sayang. Hingga satu ketika, Angel lagi-lagi harus memikul kenyataan pahit.