Pengejar Angin
| Dilihat: 153 kali Jumlah Review: 10 |

Pengejar Angin
Berita & Cerita TerkiniHanung Bramantyo sepertinya tidak kehabisan cerita untuk terus mempromosikan film produksinya. Sutradara handal itu berencana memutar filmnya yang sudah tidak tayang dibioskop lewat pertunjukkan layar tancap.
Bagaimana ceritanya Hanung bisa memiliki ide seperti itu. Hal ini dikarenakan dirinya menilai jumlah bioskop yang ada di Indonesia sangat sedikit. Suami dari
Zaskia Adya Mecca itu merasa prihatin karena film-film yang sebenarnya masih ingin ditonton, tapi tidak bisa disaksikan karena sudah turun dari layar bioskop.
Rencananya Hanung akan memutar film Pengejar Angin di beberapa kota di tanah air. "Kami akan putar film ini di daerah yang tak ada bioskopnya seperti Brebes dan Blora. Di Brebes kami pernah putar di aula NU dengan tiket Rp5.000 saja," jelas Hanung saat menggelar presconfrence di Restoran Radja Ketjil, Gandaria City, Jakarta Selatan.
Lebih lanjut Hanung Bramantyo bercerita tentang alasannya mengelar layar tancap juga dikarenakan kecilnya biaya promo film. Jadi harus lebih kreatif dengan mendatangi daerah-daerah yang tidak memiliki gedung bioskop.
"Di sini kita cuma diberikan biaya produksi tanpa biaya promosi. Makanya gaungnya kurang, jadi filmnya tidak terdengar. Makanya nggak diputar di bioskop, di mal, tapi roadshow nonbioskop," Pungkas Hanung.(RIO)
Info TambahanTermyata film Pengejar Angin ini adalah salah satu film yang menjadi proyek percontohan film yang mengangkat budaya Sumatera Selatan. Film garapan
Hanung Bramantyo ini tayang serempak pada tanggal 3 November 2011. Jangan sampai gak nonton ya.
Profil Singkat / SinopsisAntusiasme warga metropolis yang ingin menyaksikan gala premier film
“Pengejar Angin” di bioskop 21, Palembang Indah Mall (PIM) begitu tinggi. Dua studio yang dipakai untuk menayangkan film garapan sutradara kondang
Hanung Bramantyo ini penuh penonton.
Para pemain film yang menceritakan spirit tentang Sumsel ini hampir seluruhnya hadir. Mulai dari Mathiac Muchus,
Wanda Hamidah , Qausar Harta Yudana, Siti Helda, Martua, Medina.
Hanya tak tampak Slamet Rahardjo,
Agus Kuncoro, pelatih lari Dapunta,
Lukman Sardi. Hanung sendiri datang bersama istrinya,
Zaskia Adya Mecca.
Sinopsis
Dapunta (Qausar Harta Yudana), seorang remaja cerdas dalam pelajaran matematika dan berbakat dalam bidang atletik ingin mengubah nasib hidupnya serta membahagiakan sang Ibunda (
Wanda Hamidah ) dengan cara menempuh pendidikan hingga tingkat Universitas.
Namun keinginannya dan tujuannya tersebut harus berbenturan dengan keinginan sang ayah (Mathias Muchus), seorang pimpinan bajing loncat pendekar jurus harimau yang menginginkan Dapunta untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Keinginan hidup yang bertentangan dengan kemauan sang ayah dan keterbatasan sarana di tempat bersekolah tak menyurutkan niat Dapunta untuk terus belajar dan berusaha meraih mimpinya.
Pak Damar (
Lukman Sardi), guru sekolah SMA yang mampu melihat potensi besar yang dimiliki Dapunta, mengerahkan daya dan upayanya untuk memaksimalkan bakat yang dimiliki oleh anak didiknya tersebut dengan meminta bantuan Coach Ferdy (
Agus Kuncoro), seorang pelatih lari dari Jakarta yang juga karibnya.
Dan bagaimanakah nasib Dapunta selanjutnya??? Apakah bakat Dapunta akan di dukung oleh sang ayah??
Filmografi• Penulis: Ben Sihombing
• Penyunting Gambar : Wawan I Wibowo
• Manajer Post Produksi : Andi A. Manoppo
• Produser Pelaksana : Talita Amilia
• Produser Eksekutif : HJ. Dian P. Purnamasari
• Produser : H. Dhoni Ramadhan
• Co Sutradara : Hestu saputra X . Djo
• Penata fotografi : Faozan Rizal
• Penata Artistik : Fauzi
• Penata Suara : Satrio Budiono Trisno
• Penata Musik : W. Thoersi Argeswara