Akbar Tanjung
| Dilihat: 473 kali Jumlah Review: 17 |
Berita & Cerita TerkiniKetua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung akhirnya menerima keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang akan menetapkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden pada 2014 mendatang.
Pertemuan konsultasi antara Dewan Pertimbangan (Wantim) dengan Ical berhasil menemui titik temu, menyepakati pelaksanaan Rapimnas untuk mengukuhkan capres Partai Golkar. Akbar mengaku menghormati keputusan DPP yang akan menetapkan Ical sebagai capres pada rapimnasus Juni mendatang.
"Kami menghormati putusan rapimnas untuk menetapkan Pak Ical sebagai capres. Kami sudah melakukan tugas memberi pertimbangan," kata Akbar.
Sebelumnya, Akbar mengkritisi sikap DPP yang mempercepat rapimnas dari Oktober menjadi Juni. Akbar menilai tidak ada urgensi percepatan itu. Dia juga meminta agar DPP tidak mengabaikan tokoh Golkar lain, Jusuf Kalla, dalam menetapkan capres.
(Sumber Kutipan: Kompas.com)
Info TambahanKiprah Akbar di berbagai organisasi meluas hingga ke jalur internasional. Pengalaman internasionalnya dimulai pada tahun 1972. Pada tahun ini Akbar mengikuti Asia and Pacific Students Leaders Program-Departement of State USA yang berlangsung selama tiga bulan.
Beberapa pengalamannya di dunia internasional telah dijalani sampai pada tahun 2001, Akbar memimpin Delegasi pada Konferensi Ketua-Ketua Parlemen Se-Dunia, di NewYork. Juga memimpin Delegasi pada Sidang AIPO di Thailand pada tahun yang sama. Dan, pada 2002, Akbar memimpin Delegasi pada Sidang AIPO di Vietnam.
Biografi SingkatAkbar Tanjung adalah politikus Indonesia yang sudah berkiprah lama dalam pepolitikan Indonesia. Ia memulai karirnya dari bawah. Hidupnya adalah dunia politik. Pria kelahiran Sibolga, 14 Agustus 1945, ini kalah di kandang sendiri dalam konvensi capres Partai Golkar. Kemudian dalam Munas Partai Golkar di Bali harus rela melepas jabatan Ketua Umum dan menyerahkannya kepada Jusuf Kalla.
Akbar, politisi ulung dan licin yang bebas dari ancaman jerat hukum setelah Mahkamah Agung menerima permohonan kasasinya, diungguli Wiranto dalam Konvensi Nasional Calon Presiden Partai Golkar, Selasa 20 April 2004, melalui dua putaran pemungutan suara. Pada putaran pertama Akbar Tandjung masih mengungguli Wiranto dengan perolehan suara 147-137. Disusul Aburizal Bakrie 118, Surya Paloh 77 dan Prabowo Subianto 39 suara, dengan 28 suara tidak sah dan 1 suara abstein.
Kemampuan organisasi dan manajerial semasa aktif di organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, maupun di partai politik menarik perhatian Presiden untuk mengangkatnya sebagai menteri. Tercatat beberapa kali Akbar Tandjung memasuki lingkaran dalam pengambil keputusan.
Tahun1988-1993 untuk pertama kalinya ia menjadi menteri dengan jabatan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, pada Kabinet Pembangunan V. Selanjutnya periode 1993-1998 Suami dari Krisnina Maharani ini dipercaya menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat, Kabinet Pembangunan VI. Pada Kabinet Pembangunan VII yang tidak berumur panjang, Akbar mendapat kepercayaan menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman. Selepas pergantian presiden dari HM Soeharto ke BJ Habibie, ia diangkat menjadi Menteri Sekretaris Negara, Kabinet Reformasi Pembangunan periode 1998-1999. Pada periode 1999 - 2004, AKbar diangkat sebagai Ketua DPR RI.
Karya2007 Buku The Golkar Way Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penghargaan
- Anugerah Karya Bakti (2007)
- Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Award (2011)
- Memperoleh Bintang Republik Indonesia dari Pemerintah Republik Indonesia (1998).
- Memperoleh Penghargaan Kruis in de Orde van Oranje-Nassau dari Pemerintah Kerajaan Belanda (1996).
- Memperoleh Penghargaan Bintang MahaputraAdi Pradana dari Pemerintah Republik Indonesia. (1992)