Anas Urbaningrum

Dilihat: 1002 kali             Jumlah Review: 21

Anas UrbaningrumAnas Urbaningrum
Lihat Foto Lainnya
Berita & Cerita Terkini

Partai Demokrat memang tak ingin segera bicara siapa calon presiden usungannya. Capres akan dibahas di penghujung tahun 2013.

Seperti diungkapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ini. Menurutnya, Demokrat tidak mau terburu-buru untuk menentukan capresnya.

Demokrat kata Anas, tak terpengaruh oleh langkah partai lain yang sudah membicarakan capres. "Yang penting finalnya, Demokrat yang akan keluar jadi pemenang," kata Anas.

Bagi Demokrat yang terpenting, bagaimana tetap bisa melayani kepentingan umum agar bisa merebut hati rakyat.

"Apalagi tahun 2013 ini kan asal Pemilukada Riau. Jika Demokrat menang kan tentu akan menjadi peta politik yang bagus untuk Demokrat untuk Pilres itu juga," imbuh mantan bos Muhammad Nazaruddin ini.

(Sumber Sindo.com)

Info Tambahan

Anas sempat mencicipi bekerja di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan ia termasuk ke dalam anggota tim seleksi parpol peserta pemilu (Tim 11) dan anggota tim revisi Undang-undang politik (Tim 7). Karirnya di KPU terbilang singkat yakni dari tahun 2000 – 2005. Setelah dari KPU, ia langsung bergabung ke Partai Demokrat tahun 2009 dimana SBY telah terpilih menjadi presiden.

Kiprah di PD terus meroket sampai-sampai ia terpilih menjadi salah satu kandidat sebagai calon ketua umum Partai Demokrat. Anas mendeklarasikan pencalonannya di Jakarta pada 15 April 2010. Melalui pidatonya ia menegaskan bahwa kesiapan dirinya bukanlah untuk bersaing apalagi bertanding.

Kompetisi perebutan ketua pun terbilang ketat karena Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie menjadi saingannya. Dalam pemungutan suara pertama, suara Anas mengungguli kandidat lainnya. Namun karena tidak ada kandidat yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, pemungutan suara kedua pun dilakukan. Pada putaran kedua inilah, Anas menang telak dari pesaing-pesaingnya. Tahun 2010, Mantan ketua HMI ini resmi duduk sebagai ketua umum Partai demokrat.

Pertengahan tahun 2011, Anas diterpa gonjang ganjing keterlibatan korupsi wisma altet bersama Nazaruddin. Bahkan mantan bendahara umum PD itu menuding Anas menerima uang Rp 50 milyar dari proyek Ambalang untuk pemenangan dirinya saat pemilihan ketua umum dalam kongres PD di Bandung. Selain itu Nazaruddin juga menuduh Anas menerima uang Rp 9 milyar dari kasus suap wisma altet.

Biografi Singkat

Anas Urbaningrum lahir di desa Ngaglik, Slengat, Bilitar, Jawa Timur. Lahir dari keluarga sederhana, sejak duduk di bangku SD hingga SMA, ia habiskan waktunya di Blitar. Saat masih SMP, Anas tercatat sebagai sekretaris organisasi siswa (OSIS) di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kunir dan menjadi ketua OSIS ketika di SMA Negeri Srengat.

Selepas SMA, pria asli Jawa Timur ini melanjutkan pendidikannya di Universitas Airlangga melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Di kampus ini, ia mengambil jurusan politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik hingga lulus tahun 1992.

Tak puas hanya bergelar S1, Anas pun melanjutkan kuliahnya hingga S2 namun di Universitas Indonesia dan meraih gelar master bidang ilmu politik di tahun 2000. Bahkan tesisnya telah dibukukan dengan judul “Islam Demokrasi : Pemikiran Nurcholis Majid”. Judul tersebut diambil karena Anas terinspirasi dengan gaya berpolitik Cak Nur.

Meski telah lulus kuliah, kegiatan keorganisaiannya terus berjalan. Anas yang telah gabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu sejak tahun 2007 terus menyampaikan aspirasinya hingga sekarang. Malah melalui HMI itulah, awal dari perjalanan politiknya.

Bahkan di HMI, ia bertemu dengan seorang wanita yang kini menjadi istrinya. Wanita itu bernama Athiyah Laila Attabik yang tak lain adalah anak dari pemimpin Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, K.H. Attabik Ali. Awal berkenalan keduanya hanya berteman ketika masih beroganisasi, meski baru kenal selama empat bulan, Anas langsung melamar Tia (sapaan akrabnya) tanpa ada proses berpacaran.

Anas meminta bantuan kepada Ryaas Sayid yang tak lain adalah teman satu organisasi di HMI. Ia diminta menjadi juru bicara untuk melamar ke orang tua Tia. Lalu bersama dengan Andi Mallarangeng dan Affan Gafar (Alm) yang juga teman sewaktu di HMI, berangkatlah mereka ke Yogyakarta bertemu dengan orangtua dari Tia. Akhirnya keduanya menikah pada tanggal 10 Oktober 1999 di kota kelahiran Tia, Yogyakarta.

Karya

Buku dan Karya Ilmiah :

  • Bukan Sekedar Presiden 2009
  • Takdir Demokrasi 2009, jakarta yayasan politika, 2008
  • Menjemput Pemilu 2009, Jakarta : Republika, 2004
  • Pemilu Orang Biasa, Jakarta : Republika, 2004
  • Ranjau-ranjau Reformasi : Potret Konflik POlitik Pasca Jatuhnya Soeharto
  • Jangan Mati Reformasi
  • Menuju Masyarakat Madani

21 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close