Deddy Mahendra Desta
| Dilihat: 611 kali Jumlah Review: 8 |
Berita & Cerita TerkiniCerita sinetron Cinta Salsabilla telah habis masa tayangnya. Tak mau lama menunggu, SCTV telah memasang sinetron pengganti berjudul Si Biang Kerok. Masih dalam produksi yang sama yakni, Screenplay Productions, diharapkan sinetron yang bintang utamanya diperankan oleh
Ricky Harun ini bisa mengikuti kesuksesan tayangan sebelumnya bahkan bisa melebihi.
Bila sinetron sebelumnya berjenis drama cinta, Sinetron terbaru SCTV ini mencoba memberikan jenis cerita yang agak berbeda. Ada cinta-cintaannya juga sih, tapi kisah Si Biang Kerok memang terletak pada keunikan kisahnya.
Berawal dai cerita tergila-gilanya ibu bernama Hindun kepada legenda Alm. Benyamin Sueb, ia lantas langsung memberi nama bayi yang baru saja dilahirkannya dengan nama Benyamin (Ricky Harun). Sementara Jaki, suami Hindun, berbeda dengan istrinya yang lebih suka kepada Rhoma Irama. Nah, disinilah kelucuan bermula. Hindun ingin anaknya kelak seperti Benyamin S, sedangkan ayahnya ingin anaknya itu seperti idolanya
Rhoma Irama.
Seiring waktu, Benyamin tumbuh besar. Pemuda ini ingin sekali menjadi seorang pengusaha telur. Dirinya bahkan mempunyai ayam kesayangan yang ia beri nama seperti layaknya penyanyi-penyanyi top dunia. Ayam jantannya ia beri nama Justin Bieber, sementara ketiga ayam betinanya ia beri nama seperti Lady Gaga, Paris Hilton, dan Cameron Diaz.
Dalam percintaannya, Benyamin pernah tidak sengaja pernah ditabrak oleh seorang wanita cantik bernama Prisilia (Nina Zatulini) hingga dirinya terluka dan kekurangan banyak darah. Kebetulan, saat itu hanya darah Prisilia yang cocok. dan Prisilia pun mendonorkan darahnya untuk Benyamin. Nah dari momen itulah, Benyamin suka kepada Prisilia. Sempat tak punya perasaan apapun bahkan cenderung menghina, lama kelamaan Prisilia mempunyai perasaan yang sama terhadap Benyamin. Namun tetap ada kendala. Karena Prisilia sudah dijodohkan oleh orang tuanya.
Si Biang Kerok, diramaikan juga oleh Indra Birowo, Desta, dan Melody Prima. Penasaran dengan cerita selanjutnya? Saksikan Si Biang Kerok di SCTV setiap hari pukul 21.30 WIB.
Info Tambahan"...Gue takut sama setan...", ini merupakan ungkapan Desta. Seolah menelan ludah sendiri Desta yang ogah main film horor ternyata, ia main juga dalam film horor komedi berjudul Setannya Kok Masih Ada?. Dan nampaknya ia Kapok, tak mau lagi bermain di film bergenre horor. Ini film pertama dan terakhir Desta yang bergenre horor. Walaupun lebih ke horor komedi, tetap saja ada unsur horornya. Alasannya karena ia orang yang penakut.
Karena takut banget sama setan, Desta sampe bercita-cita dalam hidupnya enggak mau main horor, tapa setidaknya dia bersyukur. Dengan main di film horor, setidaknya di portofolio sudah pernah dan setidaknya pernah coba seperti apa main film horor.
Biografi SingkatDeddy Mahendra Desta atau lebih dikenal Desta, lahir di Solo, 15 Maret 1977. Ia adalah cucu dari Asmaraman S. Kho Ping Hoo, penulis cerita silat terkenal Indonesia asal Jawa Tengah. Ia terlahir dengan orang tua yang berbeda agama, Ayahnya yang dikenal dengan sebutan Om Tembong ini memeluk islam dan ibunya memeluk agama Kristen.
Desta kecil sudah di ajarkan bertoleransi dalam beragama, kondisi yang membuatnya faham toleransi. Walau orang tuanya berbeda agama tak membuat Desta bingung memilih agama. Ia sangat dekat dengan ayahnya dari kecil. Hingga akhirnya islam membuatnya tertarik untuk Ia peluk. Namun mamanya masih tetap beragama Kristen berbeda dengan Desta dan ayahnya, Adiknya pun ikut memeluk agama yang sama dengan ibunya.
Sejak kecil Desta termasuk anak yang aktif dan nakal plus penakut. Namun kenakalannya tak membuat Desta mendapatkan masalah karena masih dalam taraf wajar. Kecintaannya terhadap dunia musik mulai terbentuk ketika Ia kecil.
Pengalaman bermusiknya terbentuk dari dunia anak jalanan. Karenanya tak asing jika penampilannya pun apa adanya. Dari mulai remaja prinsipnya dalam berpenampilan adalah yang penting bersih. Kulit bersih, seger, enggak bau apek, rambut enggak kusut, lepek atau ketombean.
Desta adalah salah satu penyuka motor klasik dari dulu ketika masa remaja kemana-mana ditemani Mitsubishi Lancer-nya yang ceper atau Vespa-nya. Saking cintanya sama motor miliknya itu, kemana-mana Ia selalu naik motor, alhasil Desta nyaris mati karena motor.
Masa sekolahnya dari SD hingga SMA Ia jalankan dengan baik dan lancar. Desta terhitung anak gaul dimasa remajanya. Setelah lulus dari SMA, di tahun 1996 Ia memutuskan memilih kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis dan mampu Ia jalankan hingga mendapat gelar sarjana. Dimasa kuliah Desta mulai kecanduan game online karena mulai sering insomnia alias susah tidur, akhirnya Ia pun sering main game hingga ngantuk dan tertidur.
Waktu kuliah Ia sering menjadi aktor cabutan untuk tugas kuliah temannya, dan ini yang menjadi pengalam pertamanya beracting. Karena Desta orang yang kocak, akhirnya selalu bermain dengan karakter komedi. Namun ternyata hal ini malah membuatnya terjebak dengan image komedian yang menempel pada dirinya. Kendati demikian, ia selalu enjoy bermain di setiap karakter yang ia perankan.
Karirnya mulai terus berkembang, ketika menjadi drummer band Clubeighties bersama Vincent Rumpies sahabatnya. Hingga akhirnya Ia mulai mendapat kesempatan merambah ke dunia hiburan lainnya. Bersama Ari Dagienkz ia membawakan acara Putusss di Radio Prambors yang disiarkan setiap pagi.
Setelah itu ia juga sempat menjadi presenter acara MTV Bujang, bersama rekan satu bandnya, Vincent, yang dianggap kontroversial. Namun bakat pria kelahiran Solo, 15 Maret 1977 ini tidak sampai berhenti disitu, ia dipercaya untuk menjadi presenter acara H2C (Harap-Harap Cemas) bersama Ari Dagienkz kembali.
Terlepas dari pekerjaannya sebagai drummer, dan presenter, Desta pun mulai mencoba dunia film. Di tahun 2006 bersama Arie Dagienkz, Desta bermain di film Garasi produksi Miles Production sebagai penjaga toko kaset. Lalu di tahun 2007 ia kembali bermain di film besutan Hanung Bramantyo, Get Married bersama
Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir. Kebanyakan film yang Ia bintangi bertema komedi, Ia pun sangat menginginkan suatu peran dengan karakter serius, dan ingin mencoba bermain di film garapan Joko Anwar.
Tak hanya dunia layar lebar dan komedi, Desta juga pernah beberapa kali ikut teater, antara lain Bawang Merah Bawang Putih, dan sempat terlibat dalam pagelaran teater yang diselenggarakan oleh anak-anak KBRI di Singapura. Setelah mengundurkan diri dari Clubeighties, Desta membentuk The Cash bersama rekannya di Clubeighties, Vincent Ryan Rompies dan pemain film sekaligus pelawak Tora Sudiro dan merilis single berjudul Diet pada tahun 2009.
Ketika Ia sedang menikmati masa-masa pekerjaannya tahun 2009, Ia pun harus merelakan kepergian ayahnya yang selama ini menjadi sahabat, partnernya dalam merayakan hari raya lebaran meninggal akibat serangan jantung di usia 59 tahun.
Tak lama berkabung, Desta pun kembali bangun dan menjalankan aktifitas keartisannya dengan baik. Bahkan Desta baru-baru ini telah merasakan kursi sutradara lewat film independen berjudul Di Burger Bacem, dalam kegiatan yang dirancang bersama LA Lights dan SET Film Workshop. Walau telah menggarap film, Ia masih lebih suka untuk berada di depan layar dibandingkan harus menjadi sutradara yang tingkat kesulitannya lebih besar. Seperti yang diungkapkannya, dengan menjadi sutradara ia harus memikirkan semua proses produksi. tapi ke depannya ia tidak menutup kemungkinan untuk duduk di kursi sutradara kembali.
Karya
Penghargaan2011 Opera Van Java ( OVJ ) Awardskategori Tersakit