Didi Petet

Dilihat: 542 kali             Jumlah Review: 5

Didi PetetDidi Petet
Lihat Foto Lainnya
Berita & Cerita Terkini

Saat ini sang Aktor kawakan ini bila tidak ada aral melintang, akan membuat karya yang berjudul Cara Mendapat Jodoh yang rencananya akan mulai syuting bulan Juni mendatang. Meski ditilik dari segi judul terkesan sederhana tetapi film tersebut ingin mengusung sebuah pesan dan misi tersendiri.

Ketertarikannya kedunia seni peran dan keinginannya mempertontonkan kekayaan dan keindahan Indonesia, yang secara khusus akan menampilkan secara maksimal kekayaan dan keindahan busana kebaya dan kain-kain tradisional Indonesia.

Film Cara Mendapat Jodoh menjadi sebuah terobosan baru dengan memperkenalkan secara maksimal kekayaan dan keindahan pesona kebaya-kebaya dan kain-kain tradisonal Indonesia dengan harapan untuk lebih dicintai serta dihargai keberadaannya yang ingin Didi lakukan.

Tidak saja untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa yang memilikinya tetapi juga bertujuan yang lebih luas, yaitu untuk memperkenalkan kepada khalayak film internasional melalui festival-festival film dunia dan juga melalui Festival Film Indonesia.

Intan Ophelia, yang bertindak sebagai eksekutif produser, mengatakan film komedi yang dijadwalkan tayang pada akhir tahun itu bertujuan bukan hanya sekadar mengisi kelangkaan film yang berkualitas baik dan menghibur, melainkan juga diharapkan mampu tampil sebagai sebuah film heritage yang mendokumentasikan secara maksimal keindahan pesona dan kekayaan busana nasional. Film ini memakan dana yang tak sedikit, total dana produksinya sekitar Rp6 miliar.

Film ini menceritakan tentang dua janda dan dua duda berusia sekitar 55 tahun dari dua golongan masyarakat yang berbeda. Di usia senja mereka menyimpan keresahan yang menjadi fenomena umum terjadi pada para orang tua yang anaknya belum menikah diusia lebih dari cukup. Mereka sulit menerima kenyataan bahwa anak-anaknya tak kunjung menikah meski telah cukup umur untuk menikah, memiliki latar belakang pendidikan yang baik, dan sukses pula di pekerjaan.

Tanpa satu sama lain tahu, dua janda dan dua duda ini dalam waktu bersamaan bergerak dalam misi yang sama, mencarikan jodoh untuk anak-anaknya yang hampir berkepala tiga yang tidak menunjukkan tanda-tanda tertarik untuk menikah.

Untuk mendapatkan jodoh bagi masing-masing anaknya, para orang tua ini memalsukan identitas anak-anaknya di Internet dan rubrik biro jodoh di koran. Namun pada akhirnya , malah mereka yang tua-tua itu saling jatuh cinta, bahkan memutuskan untuk menikah. Sementara, anak-anak mereka tetap belum ketemu jodohnya, malah ada yang dengan terus terang menolak untuk menikah.

Rencananya dalam film garapannya ini, tokoh utamanya adalah Ibu Ramona, seorang janda yang sangat mencintai dua hal sepanjang hidupnya. Pertama, almarhum suaminya, Gultom, bankir yang baik hati. Kedua, koleksi-koleksi kain traditional Indonesia miliknya yang sering dipamerkan. Dia adalah Ketua Persatuan Wanita Pencinta Kain Tradisional Indonesia.

Beberapa nama besar sudah mulai didekati oleh pihak produser untuk membintangi Cara Mendapat Jodoh yang berdurasi 110 menit seperti Rima Melati, Jajang C. Noer, Tio Pakusadewo, Cut Mini, Lukman Sardi, dan Arswendo Atmowiloto.

Sumber : kabar24.com

Info Tambahan

Sosok Didi Petet sangat lekat dengan sosok Si Kabayan, tokoh lugu khas Sundan. Film ini sukses dan mendapat tempat di hati masyarakat hingga akhirnya dibuat beberapa sekuel, dengan menempatkan Paramita Rusady, Meriam Bellina, Nurul Arifin dan Desy Ratnasari sebagai mitra bermainya sampai Ia bermain sebagai Suwito dalam Pasir Berbisik.

Ketika dunia sinetron merebak seiring dengan maraknya stasiun televisi di tanah air, Didi pun terjun ke sana. Didi bukan tipe orang yang berhenti di Film, tetapi iya terus berekspansi apa yang sedang menjadi trend disukai oleh masyarakat, ketika sinetron diminati untuk ditonton Ia pun terjun. Iklan tak ketinggalan dirambahnya pula. Bahkan ia kemudian mendirikan sebuah production house PT. Talitas.

Didi aktif mengajar akting sejak tahun 1984 di Institut Kesenian Jakarta. Kegiatan mengajarnya bertambah di Didi Petet Acting School yang bergabung dengan Look Inc School.

Bersama Sena Utoyo, ia juga mendirikan Sena-Didi Mime; kelompok pertunjukkan yang mengkhususkan pada pantomim. Banyak prestasi yang telah Ia raih, penghargaan Aktor Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 1988 (Catatan si Boy), Aktor Terpuji FFB 1989 (Gema Kampus 66), Aktor Terpuji FFB 1994 (Si Kabayan Cari Jodoh) dan banyak lagi. Bahkan tak hanya penghargaan dari dunia film, Ia pun banyak mendapat penghargaan dalam permainannya di teater, pantomim dan sinetron. Karya-karya pantomimnya, Lobi-Lobi Hotel Pelangi, Sekata Kaktus Du Fulus dan Se Tong Se Tenggak.

Biografi Singkat

Artis senior Didi Petet lahir di Surabaya, Indonesia, 12 Juli 1956. Walau lahir di Surabaya, namun Didi menghabiskan masa kecilnya di Kota Bandung, karena orang tuanya ditugaskan di Bandung bekerja di PT. Kereta Api Indonesia, karena ayahnya berkerja di PT. KAI, Didi kecil taka sing dengan kereta dan sering naik kereta api gratis.

SD Sabang Bandung pijakan awal Ia mengasah potensinya lebih aktif. Didi termasuk anak yang cerdas dan aktif sejak kecil. Setelah lulus dari SD Sabang Ia pun dapat melanjutkan ke SMPN 5 Bandung, dan SMAN 3 Bandung yang menjadi sekolah favorit di Kota Bandung.

Sejak SMP sekitar umur 15 tahun Ia memang sudah mencintai dunia peran. Kreatifitasnya yang tinggi dan kecintaannya terhadap dunia peran tertanam sejak kecil hingga Ia pun memutuskan kuliah di Institut Kesenian Jakarta Jurusan Teater untuk merealisasikan minatnya di dunia seni.

Orang tua Didi termasuk yang demokratis, mendukung prestasi anak dan minat anak dimana, keinginan Didi kuliah di IKJ pun orang tuanya restui.

Sebelum terjun kedunia peran, Ia lebih suka main musik walau merasa permainannya pas-pasan, Ia gabung bersama Harry Rusli. Suatu saat Harry Rusli mengajaknya untuk ikut pentas diatas panggung dan awal mula dia pentas jadi tukang baso dalam opera Ken Arok. Senangnya bukan kepalang saat Ia berada di atas panggung.

Sejak itu, Ia sering ingin berada diatas panggung karena Itulah alasan pertama Ia ingin menjadi seorang aktor, karena senang berada di atas panggung. Alasan kedua muncul saat Ia mulai berpikir tentang bagaimana caranya mengendalikan diri di atas panggung. Itu tantangannya. Bagaimana caranya supaya tidak over-acting atau under-acting, ini sangat membutuhkan konsentrasi tinggi, konsentrasi agar bermain pas.

Belajar akting. Belajar seni peran. Baru Ia kenal ketika saat kuliah di IKJ. Ketika Ia belajar dengan Bu Tatiek Maliyati. Sebelum masuk IKJ bintang film Kabayan Jadi Milyuner sempat ikut Harry Rusli selama dua tahun. Di situ Ia belajar beberapa hal penting sebagai dasar. Ia paham musik, paham ritme dan mencoba belajar segala macam hal yang berkaitan dengan itu. Sampai Ia memahami harmoni dari musik itu. Dan itulah yang menjadi dasar Ia untuk melangkah. Sampai akhirnya kurang lebih 30 tahun Ia telah bergelut di dunia seni.

Karirnya terus melesat dan berbagai film pun Ia telah bintangi, yang fenomenal dan melekat dalam dirinya adalah sosok kabayan, pemuda desa yang khas sunda dengan kata menarik yang banyak diingat “Gutak, Gitek, Gual, Geol” mantra ketika Ia iseng-iseng mengatakan cara manggil Jin.

Saat ini Ia telah menjadi duta kereta api, telah Ia lalui selama dari tahun 2009. Sampai saat ini aktivitasnya masih aktif berakting dan mengajar di Institut Kesenian Jakarta.

Karya

  • 2011 Musik Untuk Cinta
  • 2011 Baik-Baik Sayang
  • 2011 Lost in Papua
  • 2011 Di Bawah Lindungan Ka'bah
  • 2010 Di Bawah Langit
  • Bebek-Belur-1-(2).jpg 2010 Bebek Belur
  • Kabayan-Jadi-Milyuner1-(2).jpg 2010 Kabayan Jadi Milyuner
  • 2009 Kirun + Adul
  • 2009 Jermal
  • 2009 Ketika Cinta Bertasbih
  • Emak-Ingin-Naik-Haji-1-(1).jpg 2009 Emak Ingin Naik Haji
  • 2009 Ai Lop Yu Pul
  • 2007 Kamulah Satu-Satunya
  • 2006 D'Girlz Begins
  • 2005 Apa Artinya Cinta?
  • 2005 Tentang Dia
  • 2005 Ketika
  • 2005 Banyu Biru
  • 2004 Rindu Kami PadaMu
  • 2003 Arisan!
  • 2003 Eiffel I'm in Love
  • 2001Pasir Berbisik
  • 2000 Petualangan Sherina
  • 1994 Si Kabayan Cari Jodoh
  • 1992 Asmara
  • 1992 Si Kabayan Saba Metropolitan
  • 1991 Catatan Si Boy V
  • 1991 Boneka dari Indiana
  • 1991 Si Kabayan dan Anak Jin
  • 1990 Sepondok Dua Cinta
  • 1990 Rebo dan Robby
  • 1990 Gampang-Gampang Susah
  • 1990 Joe Turun ke Desa
  • 1990 Oom Pasikom
  • 1990 Catatan si Boy IV
  • 1989 Catatan Si Boy III
  • 1989 Pacar Ketinggalan Kereta
  • 1989 Bercinta Dalam Mimpi
  • 1989 Si Kabayan Saba Kota
  • 1988 Namaku Joe
  • 1988 Gema Kampus 66
  • 1988 Catatan Si Boy II
  • 1988 Cinta Anak Jaman
  • 1987 Catatan Si Boy
  • 1985 Semua Karena Ginasha

5 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close