Djohar Arifin Husein

Dilihat: 554 kali             Jumlah Review: 7

Djohar Arifin HuseinDjohar Arifin Husein
Berita & Cerita Terkini

Kekalahan Persema Malang atas Semen Padang di lanjutan Indonesian Premier League (IPL) hari Senin lalu ternyata menyisakan cerita kurang mengenakan, khususnya bagi Persema. Maklum saja, mereka harus mengakui keunggulan sang tamu 2-3, meski tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Atas hasil itu, kaptem Persema yang juga mantan kapten Timnas Indonesia, Bima Sakti angkat bicara. Bima menuding, PSSI telah berbuat tidak adil pada klub-klub IPL yang pada akhirnya membuat Persema kalah.

Menurut Bimasakti, PSSI telah membolehkan Semen Padang menarik para pemainnya dari Timnas. hal ini membuat Skuad Semen Padang sangat lengkap ketika bertanding di Malang. Hal ini berbanding terbalik dengan Persema yang diharuskan tetap mengirimkan para pemainnya ke Timnas seperti Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan.

“Saat menjamu Semen Padang, Persema kehilangan dua pemain pilarnya karena harus memperkuat timnas. Sementara para pemain Semen Padang yang juga dipanggil timnas, ternyata masih bisa membela klubnya,” ungkap Bima Sakti dilansir dari 12paz, Selasa (15/5/2012).

“Jika pemain timnas yang satu bisa memperkuat klubnya ketika bertanding, kenapa pemain lainnya tidak bisa?” lanjutnya.

Ya, Semen Padang memang tampil full team saat menumbangkan Persema, hari Senin lalu. Para pemain yang seharusnya membela Timnas di Al Nakbah seperti Ferdinand Sinaga, Abdulrahman, Vendry Mofu, Hengky Ardiles dan Syamsidar seluruhnya tampil di laga tersebut. Dan pertanyaan pun memang pantas timbul, mengapa para pemain ini diperbolehkan pulang ke klubnya sementara pemain lainnya tidak dibolehkan dan wajib bermain untuk Timnas? Sekali lagi PSSI Djohar Arifin Husin membuat sebuah keputusan yang kontroversial. (RH)

Info Tambahan

Ketika terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, sebagian besar orang tidak pernah memperhitungkan sosok Djohar Arifin. Namanya mulai disebut, ketika bakal calon ketua umum Arifin Panigoro serta wakilnya George Toisutta memastikan tidak maju, setelah PSSI tetap menolak mereka.

Setelah menjabat sebagai Ketua Umun PSSI, hebatnya ia terpilih menjadi bagian dari federasi sepakbola tertinggi dunia, FIFA. Ia didapuk sebagai anggota Komisi FIFA untuk U-20 World Cup.


Biografi Singkat

Sejak masa kanak-kanak, Pemilik nama lengkap Prof. Dr. Ir Djohar Arifin Husein, MA ini sudah bersentuhan dengan sepak bola. Asal tidak menganggu sekolah dan mengaji, orang tuanya membebaskan Djohar kecil bermain bola.

Maka saat kuliah di Universitas Sumatra Utara, Djohar tetap menekuni sepak bola dengan masuk klub dan terpilih menjadi pemain PSMS Medan. Bahkan Di tahun 70-an, ia bersama timnya pernah jadi juara kompetisi nasional di Senayan.

Mantan Deputi Pemberdayaan Olahraga Kemenpora ini sekarang menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, setelah menggantikan pendahulunya Nurdin Halid.

Sebagai seorang bapak yang mempunyai 4 anak dan 3 cucu, ia juga mempunyai keahlian khusus yaitu dalam bidang pertanian, perkebunan, perencanaan kota dan wilayah.

Usai gantung sepatu, pria asal Tanjung Pura ini terus menggeluti dunia sepak bola dan sempat menjadi pelatih, wasit nasional dan internasional, hingga diakui sebagai inspektur pertandingan internasional oleh FIFA.

Tetapi kecintaannya pada sepak bola, akhirnya membuat keahliannya dalam bidang perencanaan kota dan wilayah, seperti 'tenggelam'. Padahal, Djohar telah meraih gelar Doktor bidang perencanaan kota dan wilayah dari Universiti Malaya, Malaysia.

Karya

• Sekretaris Jenderal KONI Pusat 2003-2005
• Anggota SEA Games Federation 2003-2005
• Vice President The Islamic Solidarity Sports Federation 2005-2009
• Ketua Umum PB Persatuan Olahraga Zulkarnaeh Indonesia
• Ketua Umum PB Persatuan Taugh Seluruh Indonesia
• Vice Presiden Federasi Olahraga Sambo Asia
• Ketua Umum PB Persatuan Sambo Indonesia (T009/I015/K004)
• Wasit Nasional dan Internasional 1976- 1987
• Pelatih Sepakbola bersertifikat S3

Penghargaan

• Penghargaan Dosen Teladan Tkt Nasional, (Adihtya Tridharma Nugraha) 1985.
• Penghargaan Pembina Olahraga Sumatera Utara, 2003.
• Satya Lencana Pengabdian 20 tahun PNS.
• Gelar Adat Dari Kesultanan Serdang Sumatera Utara, Datuk Pandita Indra Wangsa, Tahun 2007.

7 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close