Iman Emmanuel Ginting Manik (El Manik)

Dilihat: 142 kali             Jumlah Review: 3

Iman Emmanuel Ginting Manik (El Manik)Iman Emmanuel Ginting Manik (El Manik)
Lihat Foto Lainnya
Info Tambahan

El Manik mengaku mendapat hidayah untuk memeluk Islam karena bermain dalam film karya Asrul Sani, “Titian Serambut Dibelah Tujuh” yang beredar di bioskop sekitar tahun 1982.

Biografi Singkat

Setelah menyelesaikan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) di Binjai, Sumatera Utara pada tahun 1969, El Manik merantau ke Surabaya. Di kota Pahlawan itu, El Manik membuka studio foto. Studio fotonya menjadi sukses. El Manik menginginkan lebih, dan dia mengikuti tes di Lembaga Pendidikan Musik & Film di Jakarta dan berhasil menjadi lulusan terbaik di lembaga tersebut. Ia dijanjikan akan bermain di film layar lebar. Namun sayang lembaga pendidikan tersebut telah menipu drinya, hingga membuat dirinya mengelandang, karena El Manik terlanjur menjual semua aset di studio fotonya.

Kesempatan datang padanya saat menjadi figuran dalam film arahan Nawi Ismail, "Mereka Kembali" (1973). Setelah itu, langkah El Manik memasuki dunia seni peran terbentang lebar. El Manik mendapt peran pembantu dalam film "Cinta Pertama" arahan Teguh Karya dan "Kampus Biru" yang ditangani oleh Ami Priyono, serta beberapa film arahan Ami.

El Manik mendapat kepercayaan sebagai peran utama dalam film "Jakarta Jakarta" (1979) dari Ami Priyono. Pada tahun yang sama, Teguh Karya menawarkan peran sebagai opsir Belanda dalam "November 1828", yang mengantarkan dirinya meraih Piala Citra dalam FFI 1979 sebagai pemeran pembantu pria terbaik. Pria Batak ini juga berhasil memerankan ustad dalam film "Titian Serambut Dibelah Tujuh" (nominasi peran utama FFI 1983). Beberapa kali masuk sebagai nominasi, baru tahun1984, dalam FFI di Yogyakarta, El Manik meraih Piala Citra untuk pemeran utama pria terbaik lewat film "Budak Nafsu" arahan Sjumandjaja.

Gelar best supporting actor dalam Festival Film Asia Pasifik 1985 di Tokyo juga digondolnya melalui film "Jejak Pengantin". El Manik juga sempat menjadi wartawan di sejumlah media, seperti Aktuil (1978-1982), Variasi (1982-1984), harian Pelita (1985-1986), dan Vista (1988). Meski begitu, dunianya adalah seni peran. Bahkan saat industri film nasional 'pingsan' pada tahun 1990-an, El Manik tetap setia dengan seni peran dengan membintangi beberapa sinetron.

Sinetron yang pernah dibintanginya, antara lain "Abad 21", "Terpesona", "Senandung", "Cintaku Terhalang Tembok", "Benar Benar Cinta", dan "Titipan Illahi". El Manik pun sempat menjajal kemampuannya sebagai sutradara, antara lain di film televisi "Pacar Dunia Akhirat" (1996), sinetron "Panggung Sandiwara" dan "Shakila". Saat dunia perfilman Indonesia bergeliat lagi, El Manik tak ketinggalan turut serta.

Film yang didukungnya antara lain "Beth" (2002), "Biarkan Bintang Menari" (2003), "Berbagi Suami" (2006), "Maskot" (2006). Bahkan El Manik terpilih sebagai pemeran pendukung pria terbaik Festival Film Indonesia 2006 dalam film "Berbagai Suami", arahan sutradara Nia Dinata.

Karya

  • alam-Mihrab-Cinta--1-(2).jpg 2010 Dalam Mihrab Cinta
  • 2009 Ketika Cinta Bertasbih
  • 2008 Anak Ajaib
  • 2006 Maskot
  • 2006 Berbagi Suami
  • 2003 Biarkan Bintang Menari
  • 2002 Beth
  • 1987 Tujuh Manusia Harimau
  • 1986 Menumpas Teroris
  • 1986 Bintang Kejora
  • 1986 Biarkan Bulan Itu
  • 1985 Jaka Sembung & Bergola Ijo
  • 1985 Carok
  • 1985 Hell Raiders
  • 1984 Hati Yang Perawan
  • 1983 Lebak Membara
  • 1983 Budak Nafsu
  • 1982 Jakarta-Jakarta
  • 1982 Pasukan Berani Mati
  • 1982 itian Serambut Dibelah Tujuh
  • 1982 Seputih Hatinya, Semerah Bibirnya
  • 1981 Putri Seorang Jendral
  • 1980 Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa
  • 1979 Kabut Sutra Ungu
  • 1979 November 1828
  • 1979 Cinta Segitiga

Penghargaan

  • 1979 Piala Citra FFI sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film “November 1828″
  • 1984 Piala Citra FFI sebagai Aktor Terbaik dalam film “Budak Nafsu”
  • 2006 Piala Citra FFI sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam film “Berbagi Suami”
  • 2001 Aktor Terpuji di Festival Film Bandung di sinetron “Senandung”
  • 1985 Piala Citra FFI sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film “Carok”
  • 1985 Festival Film Asia Pasifik sebagai Best Supporting Actor dalam film “Jejak Pengantin”
  • 1984 Piala Citra FFI sebagai Aktor Terbaik dalam film “Budak Nafsu”
  • 1979 Piala Citra FFI sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film “November 1828″

3 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close