Ir. H. Aburizal Bakrie

Dilihat: 954 kali             Jumlah Review: 28

Ir. H. Aburizal BakrieIr. H. Aburizal Bakrie
Lihat Foto Lainnya
Berita & Cerita Terkini

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie nampaknya semakin yakin dan percaya diri dalam menuju kursi pilpres 2014 mendatang. Ayah mertua Nia Ramadhani ini menyatakan Partai Golkar menargetkan 35 persen suara pada pemilu 2014 mendatang.

Untuk mencapai kemenangan dalam Pemilu 2014, lanjut Ical, semua harus bekerja keras di seluruh wilayah Indonesia, yang desanya berjumlah 77 ribu terdiri atas 5.500 kecamatan.

Menyinggung mengenai calon Presiden Pemilu 2014 Partai Golkar, Ical mengatakan, "Semua ini tidak bisa dipisah-pisahkan. Dukungan untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 yang diberikan kepada saya, bukannya tanpa beban. Tanpa dukungan saudara-saudara semua sulit untuk berhasil. Untuk itu, jangan dipisahkan Partai Golkar dengan calon presiden dari Partai Golkar".

Seluruh pengurus Partai Golkar akan diundang untuk hadir pada deklarasi penetapan capres. Setelah deklarasi, akan dibentuk tim pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. Untuk itu, dia berharap semua pengurus bisa bekerja dengan baik sampai ditingkat kecamatan.

(Sumber Kutipan: Metrotvnews.com & Jurnas.com)

Info Tambahan

Sebelum aktif di dunia politik, Aburizal Bakrie pernah menjabat sebagai ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode. Ini menjadi salah satu prestasinya, karena pada saat itu ia mampu mengalahkan kandidat lain yang berasal dari mantan presiden Soeharto.

Selain menjadi ketua KADIN, usaha Grup Bakrienya pun semakin sukses. Anak pertama dari Ahmad Bakrie ini masuk kejajaran orang terkaya di Asia Tenggara dan orang terkaya di tanah air versi majalah Globe. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada 10 tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari bisnis ekonomi yang mengancam perusahaanya, Bakrie Grup malah menduduki posisi penting di pemerintahan dan dalam tempo singkat semakin kaya.

Meski begitu, masalah lumpur Lapindo di Sidoarjo menjadi salah satu masalah yang hingga kini tak kunjung usai. Ribuan rumah dan sawah terendam akibat luapan lumpur dari perusahaan Lapindo Brantas. Masalah ini pun menjadi penyebab perpecahan antara Ical dan Sri Mulyani. Konflik ini bermula saat negara mengambil alih tanggungjawab atas kerugian dari luapan lumpur tersebut.

Hal ini mendapat pertentangan dari mantan Mentri Keuangan, Sri Mulyani. Menurutnya kasus tersebut murni kesalahan dari PT Lapindo Brantas dan semuanya tangggungjawab dari Bakrie Grup selaku pemegang saham terbanyak. Tak hanya itu, percekcokan keduanya pun terjadi ketika pemerintah zaman SBYKalla mengintervensi penjualan saham PT Bumi Resource Tbk yang notabene adalah milik keluarga Bakrie.

Dimana saat itu sedang terjadi krisis global yang mengakibatkan seluruh harga saham rontok dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tutup beberapa hari. Namun tak berapa lama, Menkeu saat itu membuka kembali BEI dan terjadi penurunan harga saham sangat tajam. Walaupun banyak konflik menerpa dirinya, nama Aburizal Bakrie tetap berjaya. Ia terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar mengalahkan pesaing beratnya Surya Paloh.

Setelah terpilih menjadi mentri di tahun 2004, ia melimpahkan kepemimpina Bakrie Grup ke sang adik Nirwan Bakrie. Namanya tak asing di negeri ini, karena selain pengusaha Nirwan juga aktif di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Dibawah pengaruhnya PSSI pun berkembang bahkan keluarga Bakrie memberirkan hibah tanah seluas 25 hektar di Jonggol, Jawa Barat.

Biografi Singkat

Dulu Aburizal Bakrie bukanlah siapa-siapa. Lahir dari seorang pedagang kopi di Lampung, kisah hidupnya semasa kecil cukup memprihatinkan. Di kala itu keluarga Bakrie belum dikatakan sebagai keluarga yang kaya, bahkan bisa dibilang sebagai keluarga yang kurang mampu. Karena keterbatasan ekonomi itulah sampai-sampai Ical kecil (sapaan akrabnya) harus berjualan tas untuk uang saku ke sekolah.

Beranjak SMA, ayah mertua Nia Ramadhani ini bersekolah di SMA Negeri 3, Setiabudi, Jakarta Selatan. Di sekolah ini, ia terbilang cukup pintar karena tidak pernah tinggal kelas. Di sekolah itu ia tidak sendiri, namun sejumlah nama public figure seperti mantan model dan ketua KOWANI, Dewi Motik, Mantan Deputi Gubernur Senior Bi, Miranda Goeltom serta mentri Perikanan dan Kelautan, Cicip Sutardjo yang juga alumni.

Selepas SMA, Ical kuliah di Institut Tekhnologi Bandung (ITB) jurusan elektro. Dari cerita di blognya, di bangku kuliah ia mulai belajar bisnis meskipun keadaan keluargaya sudah mapan. Mantan Mekokesra ini belajar berusaha dengan menjual tas dan kaos berlogo kampus seperti ITB, UI, Trisaksi dan sebagainya serta ada pula berlogo SMA.

Selain itu, Ical juga menjual kaos yang di cap macam-macam desain. Semua barang dagangannya di jual dengan cara menitipkan di pasar Cikini, pasar Tanah Abang dan pasar Senen. Setiap hari sabtu, Ical harus ke Jakarta untuk mengantarkan barang baru dari Bandung dan mengambil uang hasil berjualan barang sebelumnya.

Karya

Buku :
  • 2011- Merebut Hati Rakyat Melalui Nasionalisme
Pekerjaan :
  • 1992 - 2004 Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
  • 1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
  • 1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
  • 1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
  • 1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
  • 1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers
Organisasi :
  • 2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
  • 2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
  • 2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
  • 1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
  • 1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
  • 1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
  • 1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
  • 1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
  • 1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
  • 1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
  • 1991 - 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
  • 1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
  • 1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
  • 1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
  • 1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
  • 1984-sekarang Anggota, Partai Golongan Karya
  • 1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
  • 1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
  • 1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
  • 1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
  • 1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Penghargaan

  • 1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
  • 1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
  • 1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce

28 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close