Krisdayanti
| Dilihat: 688 kali Jumlah Review: 24 |
Berita & Cerita TerkiniSudah bukan rahasia kalau Krisdayanti akan rela melakukan apapun demi penampilannya. Nah, baru-baru ini ia cerita sempat melakukan sedot lemak untuk mengecilkan paha, lengan dan pinggangnya keukuran semula, sebelum hamil dan melahirkan Amora, anak perempuan hasil dari pernikahannya dengan Raul Lemos.
Menggunakan tehnik laser yang disebut lipolysis KD senang karena tidak seperti sedot lemak biasa yang menurutnya lebih sakit. Selain itu karena metode yang menurutnya paling aman dengan resiko yang lebih kecil.
"Saya sudah pakai baju ukuran 25 lagi. Saya memang enggak mau kurus-kurus banget ya, segini saja. Menurut saya ini adalah yang membuat kebahagiaan tersendiri. Waktu pakai korset ya lumayan tersiksa. Itu kan ngencangin paha, perut. Tapi kalau cantik kan harus ada pengorbanan," ujarnya sambil tersenyum.
Mantan istri
Anang Hermansyah ini juga cerita kalau ia hanya ingin memperindah bentuk tubuhnya, bukan untuk menguruskan badan. Soal harga tidak dipermasalahkannya, karena untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan dokter yang bagus dan kompeten tentu tidak lah murah.
Semua dilakukannya selain untuk diri sendiri, juga untuk menjaga cinta Raul Lemos sang suami. Hmmm, salut deh mbak sama usahanya.. (AD)
Info TambahanKD merupakan Diva Pop Indonesia bersama Titi DJ dan Ruth Sahanaya yang mendapatkan banyak penghargaan baik nasional maupun internasional.
Selain itu, Krisdayanti bersama Siti Nurhaliza yang merupakan salah satu penyanyi papan atas asal Malaysia yang berhasil sukses membangun karir di Indonesia ini. Pernah berkolaborasi dalam lagu Amarah yang disebut-sebut sebagai tandingan lagu anang hermansyah dan syahrini pada waktu itu.
Biografi SingkatKrisdayanti atau KD adalah artis dan penyanyi terkenal Indonesia, yang terlahir di Batu, Jawa Timur pada 24 Maret 1975 silam. Di masa kecilnya, KD tinggal disebuah rumah sederhana yang di huni banyak orang, yakni di rumah kakeknya. Waktu balita KD tidak mengetahui bahwa sang mama, Rachma Widadiningsih terpaksa menumpang di rumah kakek karena tak mampu mengontrak rumah sendiri.
Setelah sang mama harus berpisah dengan sang ayah Trenggono, KD dan Yuni pun diboyong sang mama dan tinggal bersama sejumlah sanak famili. Agar tidak menyusahkan kakeknya, akhirnya sang mama pun mencari nafkah sendiri demi memenuhi kebutuhan mereka bertiga. Saat itu, sang mama pun bekerja di sebuah apotek kecil di Batu. Dan hal tersebut pun menjadi bagian yang traumatis bagi KD. Cerita masa kecil tersebut ternyata berhasil dijadikan cambuk bagi KD untuk bersemangat menggapai kesuksesannya dan cita-citanya, demi membahagiakan sang mama.
Bakat KD dalam bernyanyi pun sudah terlihat sejak kecil. Di usia 9 tahun tepatnya pada tahun 1984, ia sudah mengisi lagu pengiring dalam film Megaloman. Tiga tahun kemudian, ia membuat album pertamanya, Burung-Burung Malam, disusul dengan OST Catatan Si Emon. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas ( SMAN 3 Jakarta hingga lulus tahun 1993) ia sering ikut kompetisi menyanyi dan pertunjukan model.
Tak hanya itu, KD pun memasuki dunia sinetron, Ia bermain pada salah satu episode serial Jendela Rumah Kita episode "Gadis Manis dalam Gerimis" yang ditayangkan oleh TVRI pada tahun 1980-an-1990-an.
Adik kandung penyanyi Yuni Shara ini juga pernah mengecap dunia model sebagai finalis gadis sampul pada tahun 1991. Pada saat itu, ia pun bertemu James Sundah yang merupakan seorang penulis lagu Indonesia. James dikenal antara lain melalui lagunya, Lilin Lilin Kecil, yang dinyanyikan oleh Chrisye, penulis lagu ini pun merekam dua lagu untuk KD. Setelah itu, KD pun mulai menerima banyak undangan untuk menyanyi dan menjadi model.
Karirnya tak berhenti disitu, di Tahun 1992 merupakan keberuntungan untuk KD, pasalnya ia menjuarai grand final televisi Asia Bagus di Jepang. Berbekal kemenangannya KD merekam album di singapura dengan label Pony Canyon dan dari situlah KD semakin melejit namanya.
Namun dibalik kesuksesannya tersebut, ternyata KD pernah menjadi salah satu pengguna Sabu-Sabu di tahun 1990, saat itu karirnya mulai naik bersama Anang Hermansyah. Pada tanggal 22 Agustus tahun 1996 Krisdayanti pun menikah dengan Anang Hermansyah, saat itu Krisdayanti baru berusia 21 tahun.
Penyebab KD pernah menjadi seorang pengguna barang haram tersebut lantaran dulu ia sering merasa kesepian karena Anang pun sibuk. Akhirnya KD tergoda oleh sabu-sabu dan jadi pecandu, tapi satu saat KD pun kepergok Anang saat sedang Sakaw, akhirnya KD langsung dilarikan ke sebuah pesantren di luar Jakarta untuk menjalani penyembuhan.
Bukan Cuma itu dalam buku Catatan Hati Krisdayanti: My Life, My Secret yang ditulis Alberthiene Endah, bahwa setelah sembuh dari narkoba, KD pun jalani operasi implan payudara, suntik botox, dan sedot lemak di bagian bawah perut karena ga pede dengan bentuk tubuhnya, di RS Mount Elizabeth, Singapura pada 1 Oktober 2008 dengan dr. Yeap Choong Lieng. Hanya dalam 2 hari, tubuhnya pun sudah menjadi langsing kembali, dari ukuran celana 29 menjadi 26.
Kemesraan Krisdayanti dan Anang yang sering ditampilkan di muka publik ternyata tidak menjamin bahwa rumah tangga mereka selalu harmonis. Walaupun sempat mengeluarkan beberapa album duet dan meledak di pasaran, rumah tangga mereka harus berakhir dengan perceraian pada tahun 2010. dari pernikahannya tersebut KD pun dikaruniai 2 orang anak, Titania Aurelie Hermansyah dan Azriel Akbar Hermansyah.
Pasca perceraiannya dengan Anang, karir Krisdayanti mulai turun. Hal ini terbukti dengan mulai jarangnya Krisdayanti tampil di media dengan prestasinya. yang terjadi hanya Krisdayanti sering tampil di media cetak dan elektronik terkait dengan hubungan asmaranya dengan Raul Lemos, seorang pengusaha asal Timur Leste. Akhirnya Krisdayanti melangsungkan pernikahan keduanya dengan Raul Lemos pada Maret 2011. Buah cinta Krisdayanti dan Raul Lemos pun telah lahir pada 5 September 2011, seorang putri mungil yang diberi nama Ariannha Amora Lemos.
KaryaAlbum solo
- 2009 Dilanda Cinta
- 2009 Aku Wanita Biasa
- 2007Cahaya
- 2006 Sepuluh Tahun Pertama
- 2002 Menuju Terang
- 2001 Makin Aku Cinta
- 2000 Mencintaimu
- 1999 Menghitung Hari
- 1998 Doaku Harapanku (Doa)
- 1987 Burung-Burung Malam
Bersama 3 Diva ( Kridayanti, Ruth Sahanaya & Titi DJ)
- 2008 DI3VA
- 2006 Semua Jadi Satu
Kompilasi
- 2009 OST Ketika Cinta Bertasbih
- 1993 The Best of Asia Bagus
- 1990 The Best of Cipta Pesona Bintang
- 1984 OST Megaloman
Sinetron
- Saat Memberi Saat Menerima
- Abad 21
- Doaku Harapanku I
- Doaku Harapanku II
- Doa dan Anugerah I
- Doa dan Anugerah II
- Mukjizat Allah
Film
Penghargaan
- 2010 Persembahan Vokal Duo/Berkumpulan Terbaik Di Dalam Lagu, Anugerah Industri Muzik ke-17 (Malaysia), Amarah (duet bersama Siti Nurhaliza)
- 2010 Masuk dalam 50 Penyanyi Terbaik Indonesia versi majalah Rolling Stone
- 2008 Artis Wanita Terbaik, Planet Music Award ke-8, Malaysia
- 2007 Wanita paling berpengaruh ke-31 di Indonesia
- 2006 Johnny Andrean Award untuk Best Makeup and Most Popular Singer
- 2005 PENYANYI Dan ALBUM TERBAIK (CAHAYA)Anugerah Planet Muzik,Singapura
- 2004 Best Female Singer, Indonesia's Best Brand Award
- 2003 Most Popular Singer SCTV Awards
- 2002 Most Popular Singer SCTV Awards
- 2001 The Coolest Song, "Makin Aku Cinta", duet dengan Anang, Clear To 10 Awards
- 2001 Best Album, "Mencintaimu", Planet Muzik Awards Singapura
- 2000 Best Female Vocalist, Progressive Pop category, AMI Sharp Awards
- 1999 WMI's Platinum untuk album KD Sayang
- 1999 Most Wanted Indonesian Music Video, "Menghitung Hari", MTV
- 1999 Satu Jam Bersama Krisdayanti acara terfavorit Panasonic Awards
- 1993 Young Talented Artist Award, FIDOF Award untuk kategori artis berbakat di Bucharest Festival 1993, Rumania
- 1992 Pemenang Grand Final Asia Bagus, Jepang
- 1991 Pemenang Bulanan Asia Bagus, Singapura