Lola Amaria

Dilihat: 197 kali             Jumlah Review: 6

Lola AmariaLola Amaria
Berita & Cerita Terkini

Criters cerita film memang tidak pernah luput dari pro dan kontra dikalangan masyarakat. ada yang merespon dengan baik adapula yang menanggapi dengan negatif. Hal tersebut yang menghampiri film Sanubari Jakarta karya artis cantik Lola Amaria.

Film yang menceritakan mengenai lesbian, gay, biseksual dan transgender mendapatkan penolakan oleh Universitas Diponegoro. Undip melarang acara diskusi dan pemutaran film tersebut karena film yang dibintangi oleh Dinda Kanyadewi ini dianggap mengandung unsur SARA.

Melalui Twitter, pemilik akun @sanubarijakarta ini cerita mengenai penolakan yang dilakukan oleh Undip.

“@sanubarijakarta: Sanubarian, kami ingin menjelaskan sehubungan dgn penolakan pemutaran Sanubari Jakarta di UNDIP.”
“@sanubarijakarta: Kami diberitahu panitia dari @kronikfilmedia bhw tempat pemutaran dipindah.”
“@sanubarijakarta: Kami menanyakan alasan knp tempat pemutaran dipindah dari FISIP UNDIP.”
“@sanubarijakarta: Panitia mengatakan bhw pemindahan tempat krn tdk dpt ijin dari Pembantu Rektor 3.”
“@sanubarijakarta: Pembantu Rektor 3 mengatakan bhw dia hrs melihat film itu dulu sebelum diputar.”
“@sanubarijakarta: Panitia meminta perwakilan dari Sanubari Jakarta utk kalo bisa meminjamkan kpd purek. Kami menolak.”
“@sanubarijakarta: Panitia saat ini sedang mengupayakan utk memindahkan tempat pemutaran.”
“@sanubarijakarta: Kami juga dihubungi beberapa teman yg bersimpati pd kami dan mrk menawarkan tempat pemutaran.”

Birokrat Undip juga mengklami mendapatkan banyak protes dari sejumlah pihak atas rencana penyelenggaraan acara tersebut. Selain memutarkan film. UKM Knorik Filmedia juga berencana untuk mendatangkan sang sutradara dan pemain untuk berdiskusi.

Melalui account twitter Lola Amaria juga mengkonfirm "! Besok Sanubari Jakarta Diputar Di FIB UNDIP jam 4 sore stlh tdk blh di FISIB UNDIP. Trm ksh Dekan FIB dan teman-teman FIB." jadi pastikan kamu hadir yaa dan dukung perfilman nasional kita.

Info Tambahan

Lola Amaria akan berperan menjadi Sosok Hartini istri Mantan Presiden RI I Ir. Soekarno dalam film “9 Alasan” karya sutradara Deddy & Renny Fernandez.

Lola akan memerankan sosok salah satu Istri yang sangat dicintai Ir. Soekarno. Istri yang sangat berduka ketika Soekarno meninggal. Wajah cantik keibuan, mengguratkan kelembutan. Sinar matanya penuh kasih sayang, tak henti menangis.

Dan Hartini pula yang paling intens merawat Bung Karno hingga akhir hayatnya. Sampai-sampai, Rachmawati putri Bung Karno yang juga paling intens menemani bapaknya di hari-hari akhir kehidupannya, memuji Hartini sebagai istri yang sangat setia dan baik hati. Rachma yang awalnya tak suka Hartini, malah menjadi dekat.

Saking cintanya Bung Karno pada Hartini, Ia menghendaki agar jika mati, Hartini dimakamkan di dekat makamnya. Ia ingin selalu dekat Hartini, wanita lembut keibuan yang dinikahinya Januari 1952.

Itulah sepenggal cerita sosok Hartini yang akan diperankan Lola dalam film terbarunya berjudul “9 Alasan” yang akan Ia bintangi bersama Tio Pakusadewo, Acha Septriasa, Wulan Guritno, Revalina S. Temat dan bintang lainnya.

Biografi Singkat

Lola Amaria adalah seorang pemain sinetron, bintang film, produser serta sutradara Indonesia. Karier Lola bermula saat dirinya menjuarai lomba model Wajah Femina 1997. Berawal dari situlah Ia memasuki dunia hiburan tanah air dengan membintangi iklan, antara lain Shampo Pantene, Mobil Suzuki Baleno, Viva Lipstik, dan Hemaviton Jreng.

Lola lalu merambah ke dunia sinetron berjudul "Penari" garapan Sutradara Nan Triveni Achnas. Dalam sinetron tersebut Lola berperan sebagai Sila, seorang penari erotis. Sinetron tersebut membuka kesempatan padanya untuk membintangi sinetron berikutnya, antara lain "Arjuna Mencari Cinta", "Tali Kasih", dan "Merah Hitam Cinta".
Tak puas disitu ia berkarir, Lola pun mencoba dunia layar lebar. Debut layar lebarnya berjudul "Tabir" (2000), kemudian menyusul film berlatar zaman penjajahan Jepang, "Dokuritsu" (2000), "Beth" (2001) dan "Ca Bau Kan" (2002) yang dibintanginya bersama Ferry Salim.

Film "Betina" berhasil meraih penghargaan 'Netpac Award' dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006. "Betina" juga menjadi salah satu film produksi Indonesia yang akan ditayangkan di luar Indonesia, yaitu di Festival Film Internasional Singapura Ke-20. Selain "Betina" film-film Indonesia yang diputar pada SIFF dalam Forum Asian Cinema adalah "Opera Jawa", "3 Hari untuk Selamanya" karya Riri Riza dan film "Koper" karya Richard Oh.

Awal tahun 2007, Lola bahkan pergi ke Taiwan untuk menyelesaikan syuting film produksi negeri tersebut, "Detour to Paradise". Dalam film garapan sutradara Lee Ti-Tsai alias Andy Lee itu, Lola menjadi salah seorang bintang utama.

Karya

Filmografi
• 2010 Minggu Pagi di Victoria Park
• 2003 Novel tanpa huruf "R"
• 2002 Ca Bau Kan
• 2001 Beth
• 2001 Merdeka 17805 - Film drama perang hasil kerjasama Toho dari Jepang dan Rapi Films dari Indonesia
• 2000 Tabir

Sutradara
• 2010 Minggu Pagi di Victoria Park
• 2006 Betina

6 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close