Megawati Soekarnoputri
| Dilihat: 772 kali Jumlah Review: 8 |
Berita & Cerita TerkiniPuluhan warga Indonesia, beserta keturunannya, yang sekarang tinggal di Slovenia merindukan sapaan dari para pemimpin nasional. Karena, lebih dari 20 tahun terakhir ini tak ada pemimpin nasional dari Indonesia yang mengunjungi dan menyapa mereka.
Kerinduan itu terungkap dalam pertemuan warga Indonesia dengan Presiden Kelima Republik Indonesia (RI), Megawati Soekarnoputri di Hotel Lev, Ljubljana, Slovenia, Rabu (16/5/2012) malam atau Kamis pagi waktu Jakarta. Pertemuan itu diikuti sekitar 60 warga Indonesia, termasuk warga Slovenia yang memiliki kedekatan dengan Indonesia.
Istri Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas ini dalam pertemuan itu didampingi, antara lain Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo, Ketua Fraksi PDI-P DPR Puan Maharani, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Soemarno, serta Aris Munandar dari Kedutaan Besar RI di Austria. Selain warga Indonesia, hadir pula Breda Pavlic, istri Duta Besar Yugoslavia untuk Indonesia yang pertama serta Konsul Kehormatan RI untuk Slovenia, Arne Mislej dan Christian Bradach.
Sebelum berdiri sebagai negara sendiri tahun 1991, Slovenia adalah bagian dari Yugoslavia. Presiden Pertama Yugoslavia Josiph Broz Tito adalah sahabat Presiden Pertama RI, Soekarno, yang juga ayah dari Megawati. Usman Djalil, yang mewakili warga Indonesia di Slovenia, menuturkan, ada dua generasi warga Indonesia di negara pecahan Yugoslavia.
(Sumber: Kompas.com).
Info TambahanMegawati dibesarkan dalam suasana kemewahan di istana merdeka, dan ternyata benar gosip selama ini ia memang tidak sampai lulus dari perguruan tinggi walau pun sebenarnya ia pernah menjalaninya sebagai mahasiswa di UNPAD pertanian dan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Karier politik Mega yang penuh liku seakan sejalan dengan garis kehidupan rumah tangganya yang pernah mengalami kegagalan. suami pertamanya, seolah pilot AURI, tewas dalam kecelakaan pesawat di laut sekitar Biak, Irian Jaya.
Waktu itu usia Mega masih awal dua puluh dengan dua anak yang masih kecil. Namun, ia menjalin kasih kembali dengan seorang pria asal Mesir, tetapi pernikahannya tak berlangsung lama. Kebahagiaan dan kedamaian hidup rumah tangganya baru dirasakan setelah ia menikah dengan
Moh. Taufiq Kiemas. rekannya sesama aktivis di GMNI dulu, yang juga menjadi salah seorang penggerak PDIP.
Ternyata masuknya megawati ke kancah politik, berarti ia telah melanggar atau mengingkari kesepakatan keluarganya untuk tidak terjun ke dunia politik. akibat traumanya keluarga mereka. tetapi kala itu Megawati tampil sebagai Primadona dalam roda politiknya PDIP.
Biografi SingkatMegawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5 yang biasa dipanggil Ibu Mega, lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan
Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati.
Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak-kanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.
Wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Sementara, ia pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972) tetapi belum pernah sampai sarjana.
Kendati lahir dari keluarga politisi jempolan, Mbak Mega -- panggilan akrab para pendukungnya -- tidak terbilang piawai dalam dunia politik. Bahkan, Megawati sempat dipandang sebelah mata oleh teman dan lawan politiknya. Beliau bahkan dianggap sebagai pendatang baru dalam kancah politik, yakni baru pada tahun 1987. Saat itu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menempatkannya sebagai salah seorang calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah, untuk mendongkrak suara. dan seolah karena terpaksa ketika Gusdur turun maka jabatan di pegang oleh Megawati karena posisinya wakil presiden ketika itu.
Penghargaan
- 2010, "Long Time Achievement", dalam International Conference of Asian Political Parties (ICAPP), Phnom Penh, Kamboja
- 2001 Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang
- 1998 "Priyadarshni Award" dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India