Miranda Swaray Goeltom
| Dilihat: 822 kali Jumlah Review: 16 |
Berita & Cerita TerkiniKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang bekerja keras serta intensif menyelesaikan kasus tersangka dugaan suap kepada sejumlah anggota DPR RI periode 1999-2004 yang diduga dilakukan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S Goeltom tahun 2004.
Dua saksi telah dipanggil untuk diperiksa terkait kasus itu. Yakni Hamka Yandhu dan Dudhie Makmun Murod. Hamka Yandhu telah hadir memenuhi panggilan itu. Kepada wartawan mantan politikus Golkar meminta agar KPK segera mengusut kasus itu tuntas, dan profesional.
"Biar KPK profesional dalam menangani kasus ini, sampai sekarang pemberi dananya belum terungkap, saya pikir jangan berhenti sampai Miranda," tuturnya kepada wartawan di Gedung KPK Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan.
KPK memang masih menunggu persidangan Nunun Nurbaetie untuk memulai penyidikan kasus Miranda. Sambil menunggu, KPK terus melakukan pemanggilan sejumlah saksi.
Seperti diketahui, KPK menetapkan Miranda sebagai tersangka pada tanggal 26 Januari 2012. Miranda diduga terlibat suap berbentuk cek pelawat saat dirinya terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR tahun 2004.
(Sumber Kutipan: Sindonews.com)
Info Tambahan
Ada kisah menarik dari Miranda Goeltom. Ia digelari "Miss Telat" oleh teman-temannya karena saking seringnya telat. Tetapi saat teroris meledakkan bom di hotel JW Marriot, kebiasaan telat membuatnya selamat.
Siang itu, dia memang tengah menuju Marriot untuk memenuhi janji makan siang dengan Hans WinkelBolen, Direktur Rabobank. Ia berjanji akan datang pukul 12.00 Wib untuk makan siang, tapi sampai setengah jam berlalu dirinya belum sampai juga.
Alasannya klasik, ia terjebak macet dan supirnya Zaenal sudah mencoba potong jalan tapi belum sampai juga. Beberapa puluh meter dari hotel itu, ia pun sempat menelpon Hans memberitahu keterlambatnnya.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan lalu nyala api menyembur, asap tebal mengepul dan suara tangis melengking. Miranda meminta sopirnya putar balik. Dirinya bersyukur terhindar dari maut itu. Ia pun mencoba menelpon Hans berulangkali, tapi tidak ada jawaban. Belakangan diketahui Hans tewas akibat ledakan itu. (sumber : TokohIndonesia com)
Biografi Singkat
Miranda Goeltom adalah srikandi keuangan Indonesia yang terbilang cerdas. Semasa SMA, ia menyelesaikan masa sekolahnya di SMA Negeri 3, Setiabudi, Jakarta Selatan. Di sekolah tersebut, Miranda duduk satu kelas dengan mantan model Dewi Motik. Di sekolah Miranda dikenal sebagai anak yang cerdas dan senang bergaul.
Tak hanya itu Ketua Umum Partai Golkar
Aburizal Bakrie dan Mentri Perikanan dan Kelautan, Cicip Sutarjo juga bersekolah di sana. Selain dari kalangan pejabat saja, beberapa artis seperti
Sophia Latjuba dan
Teuku Wisnu alumni dari SMA N 3.
Tamat dari SMA, sosialita ini menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana ekonomi di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Selepas sarjana, ia meraih gelar Master In Political Economy dan Graduate School Economic di Boston University, USA.
Pengalaman kerjanya disamping sebagai staf pengajar di berbagai lembaga juga sebagai anggota kelompok kerja Dewan Moneter, anggota Tim Pengkajian Proyek pemerintah, BUMN dan swasta yang berkaitan dengan pemerintah/BUMN, serta sebagai Deputi Asisten Menko Ekku Wasbang RI dan yang terakhir mantan Deputi Gubernur Senior bank Indoensia.
Wanita asli Batak ini ternyata pecinta olahraga pria yaitu golf dan sepak bola. Ia memiliki program golf goes to school yang melatih para pelatih (training for trainers) dan menyiapkan paket management golf serta ilabus materi-materi teknik permainan. Selain itu, Miranda juga menjadi pendukung setia tim sepakbola asal Inggris, Manchaster United.
Selain olahraga, kesenian pun sudah mendarah daging dihatinya. Ia menjadi ketua Yayasan Nusantara Symphonic Orchestra dan Yayasan Paduan Suara Anak Indoensia. Wanita yang dapat predikat “miss telat” juga memiliki kedekatan dengan bintang film
Dian Sastrowardoyo. Saat pernikahannya, mantan Deputi Senior Bank Indonesia ini terlihat menjadi saksi upacara siraman.