Moerdiono
| Dilihat: 33 kali Komentar: 0 |

Moerdiono
Berita & Cerita TerkiniSetelah memenangkan dan menerima salinan putusan MK tentang dikabulkannya undang-undang Pernikahan yang digugat Machica Moechtar terhadap kasus pernikahannya dengan almarhum Moerdiono, pihak Machica siap menuntut hak warisan terhadap anaknya.
Kini semakin jelas apa motif dibalik semua itu. Yah, pastinya adalah warisan. Belum sempat menyerang, kubu Machica Mochtar langsung mendapat serangan bertubi-tubi dari pihak Moerdiono. Melalui keluarga yang diwakili oleh adiknya, Margono dan tim kuasa hukumnya
OC Kaligis mereka membombardir balik pernyataan Machica.
Bahkan, tak tanggung-tanggung, tim kuasa hukum OC Kaligis berniat akan melaporkan kasus ini ke polisi atas pencemaran nama baik jika nantinya meminta warisan. "Saya bisa laporkan balik atas kasus pencemaran nama baik," tutur OC Kaligis di kantornya.
Meskipun begitu, Machica tetap keukeuh anaknya juga berhak atas harta waris Moerdiono. Karena menurutnya yang berhak atas ahli waris dari harta Moerdiono adalah istri dan anak-anaknya.
"Yang saya tahukan ahli waris itu adalah hanya ada istri Pak Moer dan anak-anak Pak Moer," ujar Machica saat ditemui di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (21/2/2012).
Kuasa hukum Machica, Rusdianto Matulatuwa juga mempertanyakan kenapa pihak Moerdiono malah terlihat seperti kebakaran jenggot setelah anak Machica diakui negara. Baginya semua masalah apapun termasuk ahli waris sudah diatur di keputusan MK tersebut.
Info TambahanMoerdiono juga dikenal punya daya ingat yang melebihi orang pada umumnya. Muzani mengatakan Moerdiono sangat hebat dalam menceritakan kembali pengalamannya mendampingi
Soeharto dua periode 1988 hingga 1998. Cara Murdiono menyampaikan pengalamannya itu luar biasa. Dan itu menjadi peninggalan beliau yang sangat berharga bagi Muzani dan petinggi partai Gerindra.
Moerdiono meninggal di RS Gleneagles Singapura pada Jumat (7/10/11) pukul 19.40 waktu Singapura. Jenazah dibawa ke Jakarta pada Sabtu 8 Oktober dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan.
Biografi SingkatMoerdiono (lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 19 Agustus 1934 ? meninggal di Singapura, 7 Oktober 2011 pada umur 77 tahun) adalah mantan Menteri Sekretaris Negara Indonesia, menjabat selama dua periode: Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988-17 Maret 1993) dan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993-16 Maret 1998). Sejak awal ia meniti kariernya di sekretaris negara. Ia dikenal dekat dengan Soedharmono.
Ia masuk ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1957. Semenjak awal Orde Baru Moerdiono berkarir di Sekretariat Negara. Ia adalah pendamping setia Soedharmono, yang kemudian menjadi Mensesneg dan Wakil Presiden.
Moerdiono semula menjadi staf. Pangkatnya naik menjadi Asisten Menteri Sekretaris Negara Urusan Khusus tahun 1972. Moerdiono kemudian menjadi Mensesneg selama dua periode. Pada Kabinet Pembangunan V yang berlaku semenjak tanggal 21 Maret 1988 hingga 17 Maret 1993.
Soeharto kemudian kembali memilihnya untuk jabatan yang sama dalam Kabinet Pembangunan VI yang mulai bertugas sejak 17 Maret 1993 hingga 16 Maret 1998. Almarhum Moerdiono merupakan salah satu orang dekat keluarga cendana, dia menjadi orang kepercayaan mantan penguasa orde baru Alm Soeharto.
Penghargaan
- Bintang Yudha Dharma Nararya (1986),
- Bintang Mahaputera Adipradana (1987), dan
- Doktor Honoris Causa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 1994.