Minggu yang dahsyat, kembali terbukti di perfilman nasional kita. Cerita perang "The Battle of English" antara
The Witness dan
Modus Anomali pupus sudah, dengan bangkitnya Rio Dewanto memimpin Modus Anomali jauh di atas penonton The Witness.
Seperti yang di ceritakan minggu lalu, asiknya perang kedua film yang lagi hot saat ini seperti melupakan hadirnya sosok wanita tua yang kriput dengan gayung batok kelapa bersama tikar ajaibnya yang pelan-pelan menghabisi nasib yang menghalanginya. Terbukti dengan rekan sesamanya Pulau Hantu 3, Rumah Bekas Kuburan yang menyerah dengan kekuatan gayung, dan merayap ke "Sahibul Menara" dengan tikar ajaibnya.
Yup, bila kamu yang mengikutinya
Nenek Gayung yang akan meminta bantuan suaminya Kakek Cangkul sebentar lagi untuk merobohkan tombok tinggi Negeri 5 Menara bersama mohkota 2012 "The Raid" telah berhasil menangkring di Top 3 dengan jumlah penonton 317.240 yang di minggu lalu di Top 5 dengan jumlah penonton 228.781, Naik 88.459 penonton dibandingkan minggu lalu.
Lalu bagaimana nasib
The Raid di Hollywood? Memasuki minggu ke 7 sejak penayangannya 23 Maret yang lalu, The Raid: Redemption berserta film hollywood lainnya kembali terhantam dengan demam Summer Blockbuster yang di buka oleh The Avengers yang menduduki puncak atas dan memecahkan rekor "minggu pertama pembukaan" dengan nominal $ 207,438,708 mengalahkan "minggu pertama pembukaan" Harry Potter and the Deathly Hallows part 2 dan The Dark Knight.
The Raid yang di sepekan akhir 27-29 April (minggu lalu) hanya memperoleh $ 134,805 dari penyangan 126 layar dan mengalami penurunan penonton hingga -71.5% menempatkan
Yayan "MadDog" Ruhian (The Raid) di peringkat 30. Di sepekan minggu ini (4-6 Mei) kehilangan 83 layar The Raid: Redemption memperoleh $ 35,778 sebuah penurunan drastis sebesar -73.5% dari minggu lalu dan menempatkan di peringkat 47. The Raid: Redemption telah meraup $ 4,004,549 atau berkisar Rp. 36,9 M sejak penayangannya 23 Maret lalu.
Rio Dewanto lahir pada tanggal 28 Agustus 1987, Ia terlahir dari keluarga yang demokratis. Apa pun yang Rio inginkan asalkan Ia bertanggung jawab dan mampu menyelesaikannya maka orang tuanya tak melarang. Ibunya selalu mendukung yang terbaik untuk Rio.
Sejak kecil Rio termasuk anak yang hobi menggambar dan menyanyi. Ia anak yang nurut dan tak banyak neko-neko. Bergaul dengan teman-teman masa kecilnya secara wajar, main bola dilapangan dll. Nakalnya pun standar anak laki-laki, karakternya yang murah senyum, modis, maskulin, memiliki banyak sahabat wanita, sudah terbentuk dari kecil. Karakter ayahnya yang galak dan tegas membuatnya menjadi anak yang bertanggung jawab pada dirinya.
Rio remaja terus berkembang banyak bergaul. Ketika masa SMP sekitar tahun 2000an Ia sudah mengenal kata pacaran, tak mau ketinggalan dengan teman-temannya yang telah memiliki pasangan akhirnya Ia pun memutuskan untuk memiliki pasangan juga waktu itu. Masa-masa cinta monyet yang malu-malu tapi mau.
Ciri khas Rio Dewanto selain mata sipitnya adalah tato. Masa SMP beranjak ke SMA, masa ini adalah masa labil anak remaja. Rio yang suka bergaul mulai mengenal dunia tato kala itu, walau sebetulnya Ia telah menyukai Tato sejak kecil. Rio menato tubuhnya sejak umurnya baru beranjak 17 tahun. Berawal dari kegemarannya menggambar tato temporer di sekitar tangannya, ia semakin terpacu untuk membuat tato sungguhan.
Namun Ia tak berani mengaplikasikannya dimasa sekolah karena masih terikat peraturan sekolah. Hingga akhirnya seusai lulus dari SMA 3 Setiabudi, Jakarta Selatan tahun 2005. Kekasih Atiqah Hasiholan ini meminta izin kepada orang tuanya untuk membuat tato pertamanya.
Orang tuanya bilang, 'Terserah kamu. Pikirin matang-matang baik dan buruknya. Kalau memang yakin, ya sudah kamu bikin'. Setelah dipikirkan akhirnya pas lulus SMA, Ia putusin buat. Tato pertamanya di tangan kiri.
Sejak itulah, koleksi tato di tubuh kekasih Atiqah Hasiholan ini terus bertambah. Sampai sekarang sudah tujuh tato bertengger di tubuhnya. Semua dia buat di Jakarta. Selain tato di tangan kiri, beberapa di antaranya terletak di dada, yaitu tato bergambar naga, punggung dan juga kaki. Dari semuanya, tato bergambar ular yang dipasang dikaki paling berkesan bagi Rio. Karena Ia suka Ular.
Saking suka sama ular sampai-sampai Ia pernah dikasih ular sama teman dan dipelihara dengan baik, tapi kata ibunya enggak baik melihara ular di rumah. Akhirnya ular itu dikasih ke orang. Jadi Ia berinisiatif bikin ular seumur hidup di kaki saja.
Rio remaja beranjak dewasa setelah lulus SMA Ia memutuskan untuk kuliah di Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung ambil jurusan Hukum. Sayangnya ia harus drop out pada semester 4. Karena Ia sudah mulai disibukan dengan aktivitasnya menjadi bintang sinetron FTV.
Pertama kali terjun di dunia akting, Ia dibantu oleh seorang sahabat dari masa kecil. Saat itu peran pertama yang ditawarkan adalah peran antagonis. Karena melihat badannya yang penuh tato.
Tapi tidak semata-mata orang yang bertato identik dengan sosok jahat. Buktinya, lepas dua setengah tahun berkarya di ranah FTV, cowok bertubuh atletis ini malah sering kebagian peran pria baik-baik dari kalangan bawah, hidup susah, jatuh cinta, dan sering kali patah hati.
Jadi supir truk, tukang ini, tukang itu. Pokoknya yang hidupnya susah-susah, tinggal di desa, apa adanya. Sering dibuat patah hati sama cewek peran yang Ia mainkan kemudian.
Sejak saat itu karirnya meluas setelah hamper lebih dari 30 judul sinetron yang Ia mainkan. Sinetron yang Ia bintangi diantaranya "Pulang malu ngga pulang rindu" , " Rocker pulang kampung" ,"Cinta datang saat kamu tidur" dan banyak lagi.
Karirnya berkembang ke Film layar lebar. Rio pernah terlibat sebagai figuran di film Ratu Kosmopolitan dan Pintu Terlarang.
Dan akhirnya di tahun 2011 Rio digaet
Hanung Bramantyo menjadi pemeran utama dalam film berjudul Tanda Tanya. Setelah itu kemudian dia mendapatkan peran sebagai homoseksual di film Arisan!2 karya Nia Dinata dan dipercayakan oleh Rudi soedjarwo untuk memerankan karakter Pak Wisnu di film
Garuda Di Dadaku 2 sebagai pelatih yang galak dan keras .
Masih di tahun 2011, Ia pun menjadi pemeran utama di film yang di sutradarai oleh Joko anwar yang berjudul "Modus Anomali". Lalu Ia pun berkesempatan beradu akting dengan "Atiqah Hasiholan" di Korea selatan dalam film berjudul "Hello Goodbye".
Karinya terus melejit, dan Ia terus kebanjiran job. Di penghujung tahun 2011 Rio juga bermain di sebuah produksi film yang melibatkan aktor-aktor Indonesia dan Hollywood yaitu Mickey rourke ,Kellan lutz, Ario bayu, Tio pakusadewo, Atiqah hasiholan dan banyak lagi.
Tak jarang Ia pun sering bermain dalam film religi, film terbarunya berjudul Bait Surau. Karena ini ia mulai merasa menyesal membuat Tato di tubuhnya yang banyak dan Ia bertekad untuk memperbaiki ibadahnya mulai dari saat ini agar di ampuni segala dosanya.
Selain itu, Rio juga dijadikan Brand ambassador Simpati dan menjadi Pleasure seeker untuk ice cream Magnum.
Tahun 2011 nampaknya menjadi tahun Hoki bagi Rio selain beracting di berbagai film layar lebar dan kebanjiran untuk menjadi pemeran dalam iklan, dia pun mulai menggeluti dunia tarik suara karena memang cita-citanya dari dulu sebelum dia masuk ke dunia akting adalah menjadi penyanyi. Lagu "Cinta terlarang" karyanya dijadikan soundtrack untuk film Arisan!2.
Kerjaannya yang mulus kebanjiran job selaran dengan kisah cintanya bersama
Atiqah Hasiholan perempuan berdarah batak ini terus terjalin baik tanpa terdengar gunjang-ganjing pemberitaan miring. Namun kabar bahagia tentang pernikahan mereka belum terdengar alasannya karena mereka berdua masih sibuk dengan aktivitasnya beracting.