Ruhut Sitompul
| Dilihat: 1056 kali Jumlah Review: 21 |
Berita & Cerita TerkiniHebohnya berita penolakan dari berbagai ormas islam terkait konser penyanyi asal Amerika Serikat, Lady Gaga, Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul tidak mau kalah berkomentar menyangkut hal tersebut. Menurut kader SBY ini, pelarangan konser ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara konser agar ke depannya menyelesaikan persoalan perizinan.
"Sebaga negara hukum seharusnya mengurus izin terlebih dahulu baru kemudian menjual tiket. Izin dengan pihak kepolisian belum tuntas, kenapa sudah menjual tiket?" kata Ruhut.
Politikus dari Partai Demokrat ini pun menyarankan agar Lady Gaga tak ngotot datang ke Indonesia sebelum perizinannya diselesaikan terlebih dahulu.
"Kalau Lady Gaga mau datang, sinting saja. Ini masalah show-nya. Ini Indonesia negara berdaulat," imbuhnya.
Alasan pihak Polda tidak member izin yakni, Kepolisian mengaku berkewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dari kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan budaya lokal. Karenanya, Polda Metro Jaya tidak merekomendasikan kepada Mabes Polri terkait pemberian izin pagelaran konser penyanyi Lady Gaga.
(Sumber Kutipan: Kontan.co.id & Okezone.com)
Info TambahanSetelah hijrah ke Partai Demokrat tahun 2004, nama Ruhut Sitompul semakin berkibar. Bahkan ia sempat menjadi juru bicara dari partai berlambang mercy tersebut. Tidak hanya itu, Ruhut juga termasuk kedalam tim sukses pasangan
SBY -
Boediono pada pilpres 2009.
Dengan gaya bicara yang ceplas ceplos Ruhut sering adu mulut dengan sesama politikus. Bahkan menjelang pilpres 2004, ia perang mulut dengan tim sukses dari
JK-Wiranto, Fuad Bawazier. Saat itu di sebuah acara diskusi, Ruhut melontarkan pernyataan "Arab tidak pernah membantu Indonesia". Kalimat itu pun langsung menuai protes tidak hanya dari tim sukses JK-Wiranto yang memang keturanan Arab, namun juga dari warga keturunan Arab di Indonesia.
Terlepas dari kasus tersebut, pada pemilu tahun 2009 lalu, Ruhut masuk menjadi anggota DPR. Ia duduk di komisi III yang membidangi hukum. Melalui komisi inilah, ia tergabung ke dalam tim Bailout Bank Century bersama dengan
Bambang Soesatyo.
Tak hanya dengan politikus dirinya berseturu, bahkan terhadap sesama lawyer ia pernah adu argumen. Seperti diketahui hubungan antara Ruhut dengan
Hotman Paris Hutapea tak pernah harmonis sejak pengacara nyentrik itu menjadi kuasa hukum dari
Nazaruddin. Dalam suatu kesempatan, ia dipertemukan namun tidak secara langsung dan keduanya pun saling tuding.
Menurut Ruhut, Hotman telah melanggar kode etik advokat. Keputusan untuk membela Nazar tanpa dibayar adalah salah. Karena seorang pengacara bisa memberikan bantuan pembelaan gratis hanya kepada seseorang yang tidak mampu, bukan seperti nazar yang notabene berlebihan materi.
Pertengahan tahun lalu, Ruhut dituntut oleh Anna Rudhiantiana Legawati yang tak lain adalah istinya ke Mabes Polri. Ia melapor karena Ruhut mengaku masih perjaka saat menikah dengan wanita lain yang bernama Diana Leovita. Tim kuasa hukum Anna yang dipimpin oleh Hotman Paris Hutapea, menyebarkan selebaran berisi kronologis tersebut. Namun bantahan pun terlontar dari kubu Ruhut. Ia menanggapi laporan itu dengan menyebut sebagai lagu lama.
Biografi SingkatMeski lahir di Medan, namun Banda Aceh menjadi kampung halaman kedua bagi Ruhut Sitompul. Ia menghabiskan masa kecilnya selama 13 tahun di kota Serambi Mekah. Hal itu dikarenakan keluarga Ruhut harus mengikuti dinas sang ayah yang seorang TNI.
Ruhut adalah anak kedua dari empat bersaudara. Ia menyelesaikan pendidikan akademiknya di fakultas hukum Universitas Pandjajaran, Bandung, Jawa Barat. Dirinya menjadi satu dari dua orang yang lulus kuliah hukum hanya dalam waktu empat tahun.
Ketenaran Ruhut Sitompul di masyarakat bermula ketika ia memerankan tokoh si Poltak raja minyak dari Tarutung dalam sebuah sinetron berjudul Gerhana di tahun 1999 - 2003. Bahkan karena sinetron tersebut, ia lebih dikenal dengan nama Poltak dibanding nama aslinya.
Sebenarnya, keterjunan ia ke dunia akting bukanlah hal yang disengaja. Sebelumnya pria batak ini merupakan pengacara dari Starvision, dimana Productions House (PH) tersebut yang memproduksi sinetron Gerhana. Dengan logat batak dan kuncir yang dimilikinya, Ruhut Sitompul menjadi sosok yang dikenal banyak orang. Bahkan bisa dibilang ia menjadi artis yang tiba-tiba melejit namanya.
Ruhut memulai karir politik sewaktu ia menjadi Ketua Biro Pendidikan dan Kaderisasi KNPI Dati I DKI Jaya ditahun 1982 – 1985, kemudian Ketua Biro Pendidikan dan Kursus-kursus Golkar Dati I DKI Jaya dan sampai akhirnya ia bergabung ke dalam Partai Golkar.
Bersama dengan Hotma Sitompul, ia menjadi kuasa hukum bagi
Akbar Tandjung dimana politikus Partai Golkar ini sedang tersandung kasus korupsi di Badan Logistk (Bulog) atau lebih dikenal dengan Bulog Gate pada tahun 2000. Akbar pun bebas dari ancaman penjara setelah dibela olehnya.
Usai menjadi kuasa hukum, Ruhut lalu menjadi pendukung loyal bagi Akbar Tandjung untuk pencalonan Ketua Umum Partai Golkar. Dengan link yang dimilikinya, pamor Akbar pun melonjak di masyarakat. Namun sayangnya, kepamoran itu tidak dibarengi dengan hasil suara yang diperoleh. Akbar Tandjung pun akhirnya kalah dalam perebutan kursi ketua umum Partai Golkar yang waktu itu diraih oleh
Jusuf Kalla.
Kalahnya kubu Akbar dalam perebutan posisi ketua umum membuat loyalisnya pecah dan banyak yang hengkang serta menyebrang ke partai lain. Ruhut menjadi salah satu yang loncat ke Partai Demokrat. Di tubuh partai berlambang mercy ini, karir politiknya semakin meroket bak meteor.
Ia menjadi salah satu anggota Tim Sembilan yang tugasnya membuat kriteria dan memilih pasangan tepat untuk mendampingi SBY dalam kompetisi pilpres. Latar belakang kedekatnnya dengan Akbar Tandjung, membuat dirinya menjadi mediator aktif antara
SBY – Akbar Tandjung ketika besan
Hatta Rasaja ini sibuk mencari cawapres.
KaryaPengalaman Berorganisasi :
• IKPPI DKI Jaya (Alumni pertukaran pemuda ke luar - negeri)
• ASEAN 1982; Jepang 1984; PBB USA-New York, (tahun 1989)
• KNPI Dati I DKI Jaya, ketua Biro Pendidikan dan kaderisasi, periode (1982-1985)
• FKPPI PD IX DKI Jaya, ketua periode (1985-1988)
• FKPPI PP Dewan Pertimbangan periode (1991-1994)
• Golkar Dati II, Jakarta Selatan, Wakil Sekretaris, periode (1984-1989)
• Golkar Dati I DKI Jaya, Ketua Biro Pendidikan dan Kursus-Kursus, periode (1989-1994)
• DPP KNPI, Ketua periode 1990-1993 dan periode (1993-1996)
• DPP Pemuda Panca Marga, Dewan Paripurna, periode (1994-1997)
• DPP IKADIN, Komisaris periode (1995-2000)
• DPP Pemuda Pancasila Wakil Ketua Presidium (1996-2001)
• Pernah bergabung dengan "JPRT" Associates 1988-1993
• Dalam kasus-kasus tertentu bergabung dengan Kantor Pengacara Yapto S. Soerjosoemarno, SH & Associates, dan dipimpin Rd. Yapto S. Soerjosoemarno, SH