Salman Aristo

Dilihat: 249 kali             Jumlah Review: 6

Salman AristoSalman Aristo
Berita & Cerita Terkini

Penulis skenario dan juga produser 'Negeri 5 Menara', Salman Aristo secara intens terlibat langsung dengan produksi film membantu menyebarkan kabar baik mengenai 'Negeri 5 Menara' yang di-capture dan ditayangkan di situs jejaring sosial dan youtube. Rekaman BTS atau behind the scene ini direkam dalam dua versi: versi 6 menit dan versi 3 menit.

Rencananya, video-videop BTS ini akan ditayangkan secara online dalam bentuk serial. Untuk seri pertama ini menceritakan tentang ke-enam sahabat, atau yang dalam bukunya lebih dikenal dengan sebutan 'Sahibul Menara'. Dalam footage 3 menit itu terlihat betapa chemistry ke-6 sahibul menara sangat erat dan interaksi mereka dengan Affandi Abdul Rachman, sang sutradara juga erat.

Info Tambahan

Film Brownies menjadi awal debutnya Salman Aristo menjadi penulis naskah (script writer) di tahun 2004. Film bergendre romantis ini mampu mengantarkannya menjadi salah stau nominator penulis skenario terbaik di Festival Film Indonesia (FFFI) 2005.

Tak hanya dirinya yang dikenal orang, namun sang sutradara Hanung Bramatyo menjadi sutradara terbaik dalam ajang bergengsi tersebut.

Hampir seluruh film yang di tulis naskahnya oleh Salman Aristo selalu masuk ke jajaran boxoffice tanah air. Bahkan untuk beberapa filmnya, masyarakat umum termasuk pejabat banyak yang dengan bangga ikut antri demi menyaksikan karya-karyanya.

Misalnya film Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi yang disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono.

Biografi Singkat

Sejak Umur lima tahun, nonton ke biskop merupakan salah satu agenda rutin bagi Salman Aristo dan keluarga. Saat itulah kesukaan terhadap film mulai tumbuh di dalam dirinya. Meski lahir dari keluarga pengajar, tapi Aris kecil (sapaan akrabnya) sudah mengerti dengan gendre film.

Seperti anak remaja pada umumnya, Aris remaja lebih suka ngeband karena studio latihan ada di dekat rumah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Pada saat itu, menjadi seorang musisi adalah suatu cita-cita yang diinginkannya. Sampai kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung, dirinya terus ngeband.

Pada suatu ketika di Bandung sedang ada pergerakan musik indie. Saat itu menjadi kesempatan baginya untuk mengalurkan hobi bermusiknya, apalagi ia ingin betul-betul menjadi seorang musisi. Meski begitu, Aris tidak pernah meninggalkan perkembangan film sampai-sampai uang jajannya habis untuk membali kaset dan nonton bioskop.

Sampai lulus kuliah, ia belum juga menjadi seorang musisi. Padahal ayah satu putra ini memiliki formasi band yang cukup solid yang diberi nama Silentium. Dan akhirnya bekerja di portal news pun dipilihnya agar mampu bertahan hidup di Bandung.

Melalui pekerjaannya itu, ia bertemu dengan Denny gitaris band Naff . Setelah berteman, Denny menyarankan Salman Aristo untuk membuat Skenario film panjang. Jadilah skenario setebal 90-an halaman berjudul Tak Pernah Kembali Sama. Situasi sulit tetap saja belum berubah sampai sampai dirinya memutuskan pulang ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta, ia belum juga mendapatkan pekerjaan. Suatu ketika ia bertemu dengan soerang sutradara kondang bernama Rudi Soedjarwo. Dari sutradara itu dirinya belajar banyak soal film, karena sebelumnya skenario yang telah dibuatnya pernah dibaca dan dikritik habis-habisan.

Atas kritikan tersebut, seorang Salman Aristo langsung bangkit. Ia mendatangi Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) untuk membaca skenario-skenario yang ada di sana. Dari situ pengetahuan akan film yang didaptnya terus bertambah. Bahkan persentuhan dengan dunia film makin intensif setelah ia bekerja di sebuah majalah musik yang ada rubrik filmnya. Dan rubrik film pun menjadi asuhannya. Semenjak itulah jalan ke dunia film semakin terbuka baginya.

Karya

(FILMOGRAFI)

  1. Brownies (2005)
  2. Cinta Silver (2005)
  3. Alexandria (2007)
  4. Jomblo (2007)
  5. Ayat - ayat Cinta (2007)
  6. Karma (2008)
  7. Laskar Pelangi (2008)
  8. Kambing Jantan The Movie (2009)
  9. Queen Bee (2009)
  10. JK (2009)
  11. Garuda Di Dadaku (2009)
  12. Ari Untuk Amanda (2010)
  13. Sang Penari (2011)
  14. Garuda Di Dadaku 2 (2011)
  15. Negeri 5 Menara (2012)

6 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close