Sigit Harjoyudanto

Dilihat: 553 kali             Jumlah Review: 5

Sigit HarjoyudantoSigit Harjoyudanto
Info Tambahan

Pengusaha Peternakan Tapos ini adalah perintis PSSI Garuda. Waktu itu, 30 pemain hasil pengamatan dari turnamen sepak bola delapan klub di Yogyakarta ia bawa ke Jakarta. Dari 20 terbaik, mereka bukan saja dilatih secara baik, tetapi juga dibiayai sekolahnya. Hasilnya, PSSI Garuda meraih posisi kedua perebutan Piala Raja 1983 di Muangthai.

Putra kedua Presiden Soeharto ini memang penggemar olah raga, terutama sepak bola dan bola basket. Dari keinginan menyumbangkan sesuatu kepada sepak bola, ia mendirikan Arseto. Begitu Arseto terbentuk -- mengambil dari potongan nama dua anaknya, Ario dan Seto -- ia tidak mendaftarkan klubnya di Persija, tetapi di Galatama. Arseto kemudian markasnya dipindah ke Solo, Jawa Tengah.

Terkesan pendiam, Sigit ini segera tampil sebagai pembina yang berkarisma. Ia tidak mudah hanyut dalam emosi. Ini terlihat, misalnya, ketika ia memimpin kesebelasan Indonesia pada pertandingan pra-Olimpiade Grup III AsiawOceania di Singapura, Oktober 1983. Indonesia kalah 0-4 dari India. Ia tidak lantas menuding-nuding. ``Saya tidak menyalahkan pemain, pelatih maupun manajer tim. Semua itu tanggung jawab saja,`` ujar ayah tiga anak itu.

Istrinya, Nyonya Elsje Anneke Ratnawati, dinikahinya ketika mereka sama-sama masih terbilang remaja, baru saja merampungkan SMA. Kini Elsje yang cukup pandai memanah itu mengikuti jejak suaminya menjadi pembina olah raga, dengan memimpin langsung klub panahan yang juga bernaung di bawah nama Arseto.

Biografi Singkat

Sigit Harjoyudanto lahir pada tanggal 1 Mei 1951 merupakan anak kedua dari pasangan Soeharto dan Siti Hartinah yang lebih dikenal sebagai Ibu Tien Soeharo. Sigit menempuh pendidikan Sekolah dasar, Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Menengah Atas semuanya di Jakarta.

Jenjang Karir sebagai Ketua Klub Arseto, Kepala Project Officer PSSI, Ketua Harian Galatama PSSI, Ketua I PB PSSI, Kepala Proyek PSSI Garuda, Kepala Proyek PSSI Yunior, Pembina Olah Raga Terbaik 1983,

Namanya mulai mencuat sebagai pembina olah raga, ketika pada 1978 mendirikan klub sepak bola Arseto. Dari sinilah Sigit Harjojudanto beranjak menjadi Ketua Harian Liga Sepak Bola Utama (Galatama), Kepala Proyek PSSI, dan Ketua I PB PSSI.

Seksi Olah Raga (SIWO) PWI Jaya kemudian memilihnya sebagai Pembina Olah Raga Terbaik 1983, karena dinilai berjasa dalam pembinaan sepak bola di Indonesia.

Karya

  • Kepala Project Officer PSSI
  • Kepala Proyek PSSI Garuda
  • Kepala Proyek PSSI Yunior

5 total review

Jangan sampai kelewatan hadiah baru! Yuk lihat terus kebawah!

Close