Soeharto
| Dilihat: 330 kali Jumlah Review: 7 |
Berita & Cerita TerkiniNama Panji Trihatmodjo mungkin lebih dikenal sebagai salah satu anggota keluarga cendana. Cerita anak pengusaha Bambang Trihatmodjo dan cucu dari mantan Presiden Soeharto itu kini siap meramaikan industri film di tanah air.
Sosoknya yang jarang terekspose oleh media membuatnya menjadi figur yang misterius. Namun kini Panji sepertinya akan semakin banyak disorot oleh media ketika memutuskan terlibat sebagai produser di film
Hattrick.
Lalu ada cerita apa ya dibalik ketertarikannya menjadi seorang produser. "Saya tertarik terlibat di dunia ini karena saya suka dengan tema film ini. Ini kan tentang sepakbola, dan kita bisa membuat bangsa Indonesia lewat olahraga," jelas Panji saat di jumpai di Resto Planet Hollywood, Jakarta Selatan.
Tapi tidak hanya itu, ternyata cerita menarik lainnya adalah, adanya hubungan pertemanan antara Panji dan Amrit Punjadi yang juga menjadi pemain sekaligus produser film Hattrick.
"Ia saya kenal dengan Amrit Punjabi, saya dulu satu kampus di Amerika, dia ambil film saya ambil bisnis. Jadi kini mau bantu dia bikin film," tambah Panji.
Kira-kira berapa jumlah uang ya yang dikeluarin oleh Panji untuk proyek film Hattrick. "Saya ikut investasi setengah dari biaya film ini," aku Panji. Hattrick dibintangi juga oleh
Arumi Bachsin, Denny Sumargo,
Lukman Sardi, Ira Wibowo, Fauzan Nasrul, Lionil H Tikoalu, Dion Wiyoko, Amrit Punjabi, Mikael Jakarimilena, dan Pong Hardjatmo.
Info TambahanPeninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Suharto juga membatasi kebebasan warganegara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dianggap sebagai rezim paling korupsi sepanjang masa dengan jumlah $AS 15 miliar sampai $AS 35 miliar.
Usaha untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.
Jenazah mantan presiden Soeharto diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Jakarta, Senin, 28 Januari 2008, pukul 07.30 WIB,menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Selanjutnya jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Solo pukul 10.00 WIB untuk kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo, Senin (28/1).
Jenazah tiba di Astana Giri Bangun siang itu sebelum pukul 12.00 WIB. Almarhum diturunkan ke liang lahat pada pukul 12.15 WIB, bersamaan dengan berkumandangnya adzan dzuhur. Almarhum sudah berada di liang lahat siang itu pukul 12.17 WIB. Upacara pemakaman Soeharto tersebut dipimpin oleh inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Biografi SingkatJend. Besar TNI Purn. Haji Muhammad Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah. Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.
Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.
Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.
Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.
Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).
Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.
KaryaPendiri Yayasan-Yayasan:
- HARAPAN KITA (Ketua)
- DHARMAIS (Ketua)
- TRIKORA (Ketua)
- SUPERSEMAR (Ketua)
- DANA GOTONG ROYONG KEMANUSIAAN (Ketua)
- AMAL BHAKTI MUSLIM PANCASILA (Ketua)
- DAKAB (Ketua)
- DANA SEJAHTERA MANDIRI (Ketua)
- PURNA BHAKTI PERTIWI (Pelindung)
PenghargaanJenderal Besar (Bintang Lima)