Tukul Arwana
| Dilihat: 80 kali Komentar: 0 |
Berita & Cerita TerkiniSejak mengiklani sebuah iklan provider, jargon "Ndeso" milik Tukul Arwana kembali hits bahkan anak kecil pun hafal. Sayangnya akhir-akhir ini Iklan tersebut mulai ramai diperbincangkan. ada yang bilang iklan itu kontra produktif dan menyinggung serta melukai perasaan orang desa (wong ndeso). tapi sebagian masyarakat menilai iklan tersebut sangat menghibur dan inovatif.
Dari sejak jaman dulu, yang namanya Kontroversi pasti terjadi, Pro dan Kontra di dunia pasti selalu ada. Menghujat dan mendukung menjadi hal yang bukan luar biasa. Bahkan di Facebook saat ini sudah ada beberapa Grup yang menentang dan kontra dengan Iklan xl tukul ndeso ini, salah satu diantaranya adalah “Hentikan Pelecehan Desa oleh XL dan Tukul on Facebook”. Namun apapun itu, Tukul Arwana mampu menyingkirkan ketenaran bintang iklan sebelumnya yaitu Luna Maya dan Asmiranda.
Info TambahanKalau berbicara mengenai karir Tukul Arwana, tidak bisa lepas dari sejarah yang membesarkannya, terutama dengan grup lawak Srimulat. Tukul Arwana banyak memiliki kenangan manis bersama Srimulat yang menjadikannya pelajaran menjadi seorang yang lebih baik. Nama "Arwana" diberikan oleh rekannya, Tony Rastafara agar Tukul bisa menjadi orang kaya, karena ikan arwana banyak dipelihara orang kaya.
Kunci sukses seorang pelawak menghibur orang dan mudah menciptakan ungkapan baru yang membuat orang terkesan dan tertawa adalah pelawak harus gemar membaca, kata Tukul Arwana. Menurut dia, budaya membaca akan menambah wawasan seseorang, sehingga seorang pelawak mudah menemukan ungkapan lucu yang lebih variatif dan tidak monoton.Ia mengakui, kesuksesan yang diraihnya bukan tanpa rintangan, bahkan ejekan dan cemoohan dari orang sering mewarnai kehidupan sehari-harinya.
Konon untuk penampilan dalam 1 jam itu, Tukul dibayar 20 juta rupiah. Karena iklan yang bertubi-tubi, kira-kira masa Mas kocak ini membawakan acara hanyalah 40 menit saja (asumsinya). 20 juta dalam 40 menit didapatnya, atau dengan kata lain, yang diraih adalah: 0.5 JUTA RUPIAH PER MENIT atau 1 JUTA RUPIAH PER 2 MENIT !!. Ternyata Mas yang satu ini cuma kalah setengahnya dari Beckham. Itu belum termasuk penghasilan off airnya.
Komedian hebat adalah yang bisa mengelola hidup, termasuk penghasilan, sehingga bisa tertawa hingga masa tua. Menurut Tukul, salah satu kunci sukses pada masa tua adalah investasi. Selain menyimpan di bank, dia cukup lihai memanfaatkan uang yang dimiliki. Mengembangkan bisnis kontrakan rumah adalah salah satu bidang yang paling dia senangi.
Berita Terkait:
Biografi SingkatSejak lahir, ia diberi nama Riyanto, bukan Tukul Riyanto seperti yang dikenal sekarang. Karena ia sering sakit, namanya ditambah kata "Tukul" menjadi Tukul Riyanto. Anehnya, setelah namanya diubah demikian, ia menjadi jarang sakit. Ia pun akhirnya akrab dipanggil Tukul. Di usia 5 bulan, Tukul yang sering sakit diasuh oleh tetangganya, Suwandi. Orang tua Tukul, Abdul Wahid dan Sutimah (alm.) yang memiliki empat orang anak rela menyerahkan Tukul, karena Suwandi sangat ingin menjadikan Tukul sebagai anak angkat.
Dengan bakat alaminya, Tukul muda sudah mulai melawak sejak kelas VI SD. Berbagai macam perlombaan lawak, mulai dari tingkat Kotamadya Semarang, Jawa Tengah, DKI, dan Jabotabek, serta tingkat nasional ia coba. Usahanya ini tidak sia-sia. Ia berhasil menjuarai berbagai perlombaan melawak.
Selepas SMA, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selain melawak ia juga pernah bekerja sebagai sopir angkutan (jurusan Johar-Panggung di Semarang). Setelah berganti-ganti pekerjaan, Tukul akhirnya memuntuskan untuk hijrah Jakarta atas ajakan temannya sekitar tahun 1992. Selama beberapa tahun di Jakarta, nasibnya belum juga berubah.
Dalam keadaan ekonomi yang belum berkecukupan, Tukul menikah dengan gadis berdarah Padang bernama Susiana. Ia dikaruniai 2 orang anak perempuan dan laki laki. Perempuan bernama Novita Eka Afriana dan yang kecil bernama Wahyu Jovan Utama.
Setelah menikah, Tukul dan keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di daerah Cipete Utara. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lain-lain. Sebelumnya, Tukul sempat menjadi sopir pribadi untuk menafkahi keluarganya.
Nasib mujur Tukul semakin membaik ketika ia diajak dalam produksi Lenong Rumpi oleh Ramon Tommybens. Titik balik kariernya pun mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip "Air" dengan iKon diobok-obok-nya sekitar tahun 1997.
Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika dipercayai untuk menjadi pembawa acara acara musik "Aduhai" di TPI serta acara "Dangdut Ria" di Indosiar. Saat ini, namanya kian melesat ketika TV7 (kini Trans7) mempercayakannya menjadi pembawa acara talk show
Empat Mata (Kini
Bukan Empat Mata).
KaryaFilmografi:
2008 Otomatis Romantis
2008 Cinlok