Tafakur Meditasi Islam adalah suatu Metode untuk senantiasa dapat MENGINGAT ALLAH dan MENGINGAT KEHIDUPAN AKHIRAT, dengan cara ber-Konsentrasi, mengosongkan pikiran dari berbagai kegiatan Duniawi, menarik Nafas dan mengeluarkan Nafas secara tenang, teratur, disertai bacaan “Subhanallah” di dalam Hati. Di-latih minimal 5 (lima menit) sehari-semalam secara rutin, serta di-Amalkan di kegiatan keseharian selama ber-Nafas, baik ketika menarik Nafas, maupun ketika menghembuskan Nafas.
Tafakur Meditasi Islam ini juga dapatlah dipelajari oleh seluruh Umat Islam dari berbagai Mazhab, Golongan maupun Aliran, karena tidak ada ikatan antara Guru dengan Murid nya.
MENGINGAT ALLAH itu adalah salah satu Perintah Allah yang ada didalam Al Qur’an, salah satu diantaranya dalam Surah Al Baqarah ayat 152 :
“Ingatlah kamu kepada-KU, niscaya AKU ingat (pula) kepadamu”
Mengingat Allah yang sebenarnya dilakukan disini adalah dengan ber-Dzikir dalam Hati (atau DZIKIR QALBU) , dilakukan dengan menarik serta menghembuskan nafas dibarengi bacaan Subhanallah, walaupun sehari dilatih hanya minimal 5 (lima) menit, adalah merupakan sebuah Ibadah yang sangat sederhana, ringan dan sangatlah mudah. Sehingga Perkerjaan atau Kegiatan Dunia kita tidaklah akan terganggu sama sekali.
Perintah untuk senantiasa ber-Tasbih beberapa kali berulang didalam Kitab suci Al Qur’an, salah satunya adalah Firman Allah dalam Surah Al Hadiid ayat 1:
“Semua yang berada dilangit dan yang berada dibumi ber-Tasbih kepada Allah. Dan DIA-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Menurut Syaikhuna Al Mukarram Syech Abdullah Ibnu Mas’ud (ABAH DIDI), ‘Subhanallah’ adalah kalimat yang paling sering diperintahkan Allah didalam Al Qur’an ; Subhanallah adalah kalimat yang mensucikan-Nya, yang tingkatannya tertinggi, dan di Dawam-kan oleh 70.000 Malaikat Penjaga Arasy (Lapis Langit Tertinggi).
Dalam Al Qur’an, Perintah ber-Tasbih sebenarnya telah ditegaskan Allah untuk senantiasa di lakukan di pagi, siang dan sore hari, di malam hari serta di malam-malam yang panjang sampai dengan terbenamnya bintang-bintang.
Ber-Dzikir untuk Mengingat Allah adalah merupakan salah satu ‘makanan’ bagi Ruh, Jiwa, Rohani, Hati, Perasaan atau Bathin, untuk menuju sebuah keadaan Sehat Bathin atau Sehat secara Spiritual.
Adapun janji Allah SWT adalah bila kita dalam menjalani kehidupan di Dunia telah sesuai dengan apa yang telah Allah SWT tentukan dalam Al Qur’an, maka Allah SWT akan memberi Kebahagiaan yang tidak pernah dialaminya di Dunia. Sebaliknya bila tidak sesuai, maka siksaan yang sangat pedih dan sangat menderita yang tidak dapat dibayangkan, akan dialami dan dijalaninya selama kehidupan Akhirat yang kekal abadi.
Hanya kita sendirilah yang kelak akan mempertanggung jawabkan Gaya atau Cara Hidup, serta Ilmu dan Ibadah yang kita pergunakan, dihadapan Allah SWT.
Jadi berhati-hatilah didalam memilih Gaya atau Cara Hidup, serta Ilmu dan Ibadah yang kita pergunakan, karena Status dan Derajat kita di kehidupan Akhirat nanti, akanlah ditentukan di kehidupan Dunia ini.
Satu hal yang mendasar yang selayaknya kita ingat bahwa tugas Utama Manusia di Dunia yang sebenarnya adalah MENGABDI pada Sang Pencipta, sesuai dengan Aturan-Aturan-Nya, dan sesuai dengan kehendak-Nya.
Dalam Surah Az Zariyat ayat 56, Allah ber-Firman :
“Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka ber Ibadah kepada-Ku”.
Kita dapat membaca Surah Al An’aam ayat 162 :
“Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam”.
Ber-Tasbih adalah Perintah Allah dalam Surah At Thaahaa ayat 130:
“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan ber-TASBIH-lah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang”.
Dan Mengingat Allah, adalah juga merupakan Perintah-Nya yang wajib kita lakukan, baik ketika kita sedang DUDUK, BERDIRI atau BERBARING, seperti Firman Allah dalam dalam Surah An Nisaa’ ayat 103:
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan Shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.
Ber-Iman kepada Allah dan Hari Kemudian di-Firman kan oleh Allah SWT didalam Surah An Nisaa’ ayat 59 :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Kemudian Perintah untuk meyakini adanya Kehidupan Akhirat juga merupakan Perintah Allah seperti apa yang di Firman kan Allah dalam Surah Al Ankabut ayat 64:
“Maka tidaklah kehidupan Dunia ini melainkan senda-gurau dan main-main. Dan sesungguhnya Akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.
Dan bacalah apa yang terkandung dalam Surah Luqman ayat 2-4:
“Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (yaitu) orang-orang yang mendirikan Shalat, menunaikan Zakat dan mereka yakin akan adanya Negeri Akhirat.
Tafakur Meditasi Islam ini adalah juga merupakan sebuah kegiatan Spiritual yang bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh, Ketenangan Pikiran, Kecerdasan Intelektual, dan Ketajaman Intuisi.
Kegiatan Spiritual yang dimaksudkan di sini adalah suatu kegiatan Mental dan Fisik yang melibatkan Teknik System Pernafasan serta Konsentrasi Pikiran, jika dilakukan secara teratur dan terus menerus akan menyebabkan kondisi Tubuh, Pikiran, dan Emosi berada dalam kondisi yang terkendali dengan baik.
Tafakur Meditasi Islam ini akan bermanfaat serta efektif dalam Mengingat Allah (dan Kehidupan Akhirat), mulai dari sel terkecil, organ tubuh, anggota tubuh, dan seluruh tubuh, dan insyaAllah akan selamat di Dunia, dan di Akhirat yang kekal abadi.
Tafakur Meditasi Islam ini juga disebut sebagai ‘Ilmu Hati’, yang akan dapat merubah Pola dan Pandangan kita pada saat kita menjalani Kehidupan di Dunia. Hasil yang didapat akan mengejutkan, terutama dalam masalah Ketenangan, Kesabaran dan Ketenteraman Hati/Perasaan.
Pada suatu saat, seseorang yang telah berlatih TMI dengan benar, akan mengagumi serta memuji dirinya sendiri, dan akan lebih jelas serta lebih bijaksana untuk mengatur dan mengendalikan diri dalam menentukan keputusan atau solusi terbaik yang harus diambil pada setiap masalah yang muncul ; baik itu masalah yang menyenangkan, ataupun masalah yang menyusahkan.
Selain untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, Tafakur Meditasi Islam juga dapat digunakan untuk setiap saat melihat dan memperhatikan Perilaku, Sifat, Kejadian, Masalah yang setiap saat muncul dalam kehidupan kita di Dunia.
Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa Tafakur Meditasi Islam bisa dijadikan sebagai Solusi Kehidupan (Life Solution), didalam kita menjalani dan menghadapai berbagai Kesulitan dalam Kehidupan keseharian kita di Dunia.
Ikutlah Pelatihan Tafakur Meditasi islam ini selama 5 (lima) Minggu berturut-turut tanpa putus sesuai dengan SANAD-nya, dan kemudian berlatihlah Tafakur Meditasi Islam untuk “Mengingat Allah” dan “Mengingat Kehidupan Akhirat” ; selama 5 (lima) menit setiap hari ; seumur hidup, sampai dengan akhir Hayat nanti.