Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

23 April 2014

Haji Muhidin Jadi Rebutan Perawan Tua dan Dua Janda

Haji Muhidin Jadi Rebutan Perawan Tua dan Dua Janda

Nama Haji Muhidin selalu identik dengan sifatnya yang pelit, menyebalkan, selalu nyinyir, tukang fitnah, bergunjing, dan sering mencari gara-gara bertengkar dengan Haji Sulam. Pokoknya, Haji Muhidin tuh sangat negatif. Nama Haji Muhidin memang terdengar kurang menyenangkan, tapi itu semua hanya dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji di televisi. Sinetron tersebut sarat kritik sosial keberagamaan. Sindiran sindiran baik ringan atau berat di tayangkan. Terutama perilaku beragama seorang yang bergelar ‘haji’.

Buat para pecandu sinetron mestinya udah tau karakter Haji Muhidin ini. Dalam sebuah cerita yang inspiratif, diselingi “tingkah konyol” sang Haji (dua kali) Muhidin yang selalu bersikap memusuhi keluarga Haji Sulam sang tukang bubur yang berhasil naik haji tiga kali.

Setiap film atau sinetron pasti memerlukan adanya konflik untuk bumbu penyedap. Karena itu harus diciptakan sosok antagonis yang bersifat iri, benci, sombong, iri hati dan sebagainya. Memang karya sinetron ini ditunggu tapi juga bikin geregetan karena karakter tokohnya.

Ulasan para janda di sekitar Haji Muhidin ini dimulai saat tokoh Hj Maemunah “dihilangkan” dengan cara yang konyol, akhirnya dimunculkan tokoh Umi Enok, dengan karakter kurang lebih sama dengan Hj Maemunah, yang sepertinya hendak dijadikan partner H Muhidin untuk mengusik kehidupan keluarga sang tukang bubur.

Dari episode ke episode pemirsa hanya disuguhi usaha tanpa henti H Muhidin dan Hj Maemunah untuk menjatuhkan dan mendeskriditkan keluarga H Sulam, dalam berbagai modus. Diselingi cerita cinta dan kehidupan tokoh lain yang terkesan hanya sebagai penyela untuk memperpanjang waktu tayang.

Nah, dari beberapa kali nemenin istri yang akhirnya "terpaksa" nonton Tukang Bubur Naik Haji akhirnya sedikit ngerti jalan ceritanya. Seru juga walau masih agak heran, seorang Haji yang dengki dengan Haji Sulam dan juga tetangga tetangganya itu, pelit, kikir dan banyak lagi, kok ya jadi rebutan para janda, hahahahaha……….apanya yang menarik?.

Tampang dibawah rata-rata, gaya dibawah standar, kelakuan minus banget, apa coba yang bikin Haji Muhidin jadi rebutan seorang perawan tua dan dua orang janda? Mungkinkah karena Haji Muhidin orang kaya di kampungnya dan sudah Haji dua kali...atau karena masih "jantan"?

Kayaknya emang banyak sosok Muhidin di kehidupan nyata terjadi di Indonesia, walau gak persis sama. Bagaimana menurut anda?

Cerita lainnya:

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
2 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

donzurai

Penulis

Doni

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"

Komentar

(2 Komentar)
  1. tofazain Ditulis pada tanggal 14 Desember 2012 13:03

    benar jangan terlalu mengekspos kelakuan seorang haji sperti itu. saya sangat tidak setuju. padahal di kehidupan yata itu tidak ada.

  2. mutophobia Ditulis pada tanggal 14 Desember 2012 10:38

    Well, saya SANGAT PRIHATIN dengan serial tivi yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta itu. Bagaimana tidak? Sinetron Tukang Bubur Naik Haji itu berlatar belakang agama islam. Memang sih, ada nilai-nilai islam yang disampaikan, TAPI karakter dan watak haji Muhidin nampaknya lebih menarik dan dapat menghipnotis banyak penonton. Parahnya, Watak hati Muhidin itu tidak baik, yang cenderung iri dan suka memfitnah haji Sulam. Saya sangat tidak suka penggambaran seorang haji seperti itu. Sinetron yang tidak tahu dimana endingnya tersebut menghegemoni banyak orang bahwa islam adalah seperti itu (Haji Muhidin). Itu namanya pelecehan agama.

    1 orang setuju review ini dan 0 orang tidak setuju
Post Into Facebook Wall
login