Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

21 September 2014

Jadi Pelacur aja Sudah Dosa Besar

Jadi Pelacur aja Sudah Dosa Besar

Sempat mendengar berita tentang mahasiswi gak cantik banget, yang katanya dibayar 10 juta untuk menemani om nakal di hotel,yang katanya juga kena kasus suap daging impor. Oke, itu kasusnya gak terlalu ngikutin, cuma jadi banyak mendengar apa kata orang seputar profesi dengan istilah Ayam Kampus. Soal yang namanya Ayam Kampus, mau itu impor apa lokal sama aja daging mentah. Dan itu Nyata banyak terjadi di berbagai kota besar di Indonesia.

Memang si mahasiswi sepertinya bersalah, apalagi dengan fakta yang dibeber para penegak hukum sedang bermesraan di dalam kamar hotel. Rani, panggilan mahasiswi tersebut, akhirnya dibebaskan setelah dinyatakan tidak terlibat kasus suap. Rani hanya sedang menjalankan kewajibannya dengan berharap mendapat haknya, yaitu uang. Ya, uang adalah motivasi banyak orang dalam melakukan sesuatu.

Kasihan memang, tapi apa mau dikata, kondisi seperti itu banyak terjadi yang salah satu penyebabnya adalah 'terpaksa'. Melihat wajah si rani, adakah yang pernah mencoba mengupas apa yang terjadi dibelakang kejadian ini? Apa penyebab sehingga dia menempuh jalan seperti itu. Bukankah orang seperti ini justru harus kita kasihani. Banyak lagi 'Rani' lainnya diluar sana yang mungkin benar 'terpaksa' akibat kejamnya hidup menimpa dirinya.

Saya seperti kembali ke beberapa tahun silam saat masih kuliah. Ada kenalan yang kebetulan berwajah sangat cantik dan juga cerdas. Di masa kuliah itu, disela-sela jadwal kuliah dia juga berprofesi sebagai SPG lepas. Tapi ternyata, selain itu dia juga berprofesi sebagai ayam kampus. Kalau dilihat sekilas memang mudah untuk menyalahkan dia sebagai cewek murahan, tidak bermoral, matre, bejat, dll.

Yang membuat saya tidak habis pikir adalah, dia memiliki kecerdasan yang diatas rata2. Dan saya yakin dia tidak akan menghancurkan dirinya sendiri secara sadar dengan pekerjaan sehina itu. Akhirnya firasat saya terbukti, ternyata ibunya ditinggal kawin lagi oleh ayahnya, dimana sang ibu yang single parent juga menderita penyakit yang perlu biaya pengobatan. Belum lagi masih ada adik yang juga butuh makan dan sekolah. Saat itu saya tidak bisa membantunya, hanya saya menyayangkan dia terpaksa memilih jalan itu. Dan rasanya, saya juga tidak berhak menghakiminya.

Didepan saya, dia adalah teman, dan profesi itu dia pilih dengan terpaksa. Saat ini keadaan ekonominya sudah membaik, setelah adik2nya sudah lulus SMA. Dia pun lulus kuliah dengan baik serta sudah bisa diterima bekerja di perusahaan swasta. Yang lebih menguatkan batin saya, dia juga tidak lagi mau melanjutkan pekerjaan itu. Pernah saat itu saya iseng nanya, kenapa cewek secantik kamu gak nyoba-nyoba jadi simpenan bos-bos saat itu?, kok maunya mondar mandir pindah hotel ke hotel?.

“Jadi pelacur aja sudah dosa besar, terus kenapa juga harus nambah dosa lagi dengan merebut cinta suami dan ayah orang lain?”. Deng!!! Dalam kondisi yang sudah diujung tanduk dan hancur seperti itu aja dia masih memikirkan perasaan wanita lain yang bahkan mungkin tidak dia kenal. Jadi siapalah saya berhak menghakiminya? Lagian siapa juga yang ingin jadi pelacur?

Jadi menurut saya pribadi, siapapun tidak berhak menghakimi moral seseorang hanya karena sepotong informasi. Jujurlah pada diri sendiri kalau kita juga punya dosa. Memang dianjurkan untuk saling mengingatkan, namun kalau tidak mampu memberikan solusi bisa apa mereka?. Semoga sedikit cerita tadi mungkin akan membuat pandangan dan wawasan kita bertambah luas tentang dunia tersebut. Sekali lagi tidak ada yang membenarkan profesi Ayam Kampus, hanya saja saya tergelitik untuk mengungkap sisi lain hidup manusia.

Foto: Merdeka.com

Cerita lainnya: 

Mahasiswi Cantik berusia 19 tahun dari Universitas Moestopo

Suara-suara Dalam Kamar Hotel Kurir Suap Daging

Terbukti, ini Bisa Bikin Cewek Cantik Gemetar dan Merengek! [20+]

Kisah Maharani sang Mahasiswi Cantik, Dari KPK Langsung Ngebut Setelah Tukeran Nyupir Taksi

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
8 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

mawarkuning

Penulis

Mawar Kuning

Semua tentang isi hati dan sedang mencari sesuatu entah dimana...

Komentar

(8 Komentar)
  1. gerehh Ditulis pada tanggal 13 Februari 2013 09:26

    “Jadi pelacur aja sudah dosa besar, terus kenapa juga harus nambah dosa lagi dengan merebut cinta suami dan ayah orang lain?”___keren...biar pelacur pun masih menjaga perasaan sbg sesama perempuan :)

  2. clen Ditulis pada tanggal 13 Februari 2013 05:46

    ya ampun istigfar yang pastinya juga begitu wah gawat yang pastinya juga begitu manusia di muka bumi ini tak punya moral

  3. clen Ditulis pada tanggal 13 Februari 2013 05:45

    ya ampun istigfar yang pastinya juga begitu wah gawat yang pastinya juga begitu

  4. iinpanggalo Ditulis pada tanggal 12 Februari 2013 20:27

    Kita gak pernah tau bagaimana hidup kita. Siapa yang mau menjadi pelacur? Kadang dalam keadaan yang sangat mendesak seseorang harus memilih. Tidak ada pilihan yang mudah, apalagi masalah hidup. Kita ini semuanya manusia berdosa jadi tidak pantas untuk saling menghakimi, hanya untuk mengingatkan. Sangat suka dengan tulisan kamu. :)

    Btw, bantu like my story yah sist:
    http://ceritamu.com/cerita/My-Unforgettable-Valentine-Story.
    Thank you.

  5. tumenggung Ditulis pada tanggal 12 Februari 2013 15:24

    karena menjadi pelacur itu bukan sebuah pilihan, melainkan survive. Saya sepenuhnya yakin, kalo di dunia ini ga akan pernah ada wanita yg mau jadi pelacur.

    1 orang setuju review ini dan 0 orang tidak setuju
Post Into Facebook Wall
login