Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

20 April 2014

Jokowi Omong Doang, Blusukan Hanya Pencitraan Semata

Jokowi Omong Doang, Blusukan Hanya Pencitraan Semata

Saya adalah salah satu warga Jakarta yang tiap hari ikut menyaksikan dan merasakan langsung betapa payahnya ibu kota negara ini. Saya juga terlalu sering ikutan terjebak “gilanya” kemacetan hingga berjam-jam lamanya. Terkadang juga dipaksa berdesak-desakan dan berhimpi-himpitan di dalam bus transjakarta yang diharapkan sebagai salah satu pengurang kemacetan di Jakarta.

Kini, sudah dua bulan Jokowi mengemban amanah sebagai gubernur Jakarta. Banyak pihak mulai berkomentar dan mengkritik langkah Jokowi belum bisa membuat capaian berarti, apalagi menyentuh jantung masalah ibu kota: banjir dan macet. Bahkan, kemacetan yang kian parah dan banjir yang meremdam sejumlah kawasan strategis ibu kota dalam beberapa hari belakangan ini, sedikit banyak menimbulkan keraguan terhadap Jokowi dalam menyelesaikan masalah macet dan banjir yang melanda ibu kota.

Terkait kondisi ini, seorang politisi PPP Romahurmuziy meminta Jokowi lebih pada fokus penyelesaian banjir di ibukota. Jokowi yang mengaku siap menghadapi banjir Jakarta ternyata hanya omong doang. Romahurmuziy juga menganggap kehadiran Jokowi sebagai gubernur belum berbeda dengan pemerintahan sebelumnya

“Kita bertanya-tanya atas statement Pak Gubernur dua bulan silam bahwa Jakarta 99 persen siap hadapi banjir. (Tapi) baru 2,5 jam hujan saja kemarin sudah banjir besar,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy, Minggu (23/12) seperti mengutip dari JPPN.

Demikian juga dari anggota DPRD Jakarta, Achmad Husein Alaydrus, yang mengatakan, blusukan ala Jokowi hanya pencitraan semata. Meski sudah sering blusukan, namun persoalan mendasar warga Jakarta tidak kunjung teratasi.

"Blusukan tidak benar, buktinya warga banyak kebanjiran. Blusukan apa itu, akal-akalan saja," merdeka.com, Minggu (23/12). Menurut Husein, kinerja Jokowi harus disentil. Seperti soal banjir yang selama ini menyusahkan warga Jakarta, harusnya Jokowi bekerja cepat untuk mengatasi.

Bisa dibilang yang namanya banjir itu water overflow, alias aliran air yang berlebih. Nah, yang jadi pertanyaannya mana yang lebih kecil atau besar. Kalau saluran airnya besar, ya lancar air tak terhalang, tapi kalau saluran lebih kecil ya banjir. Kita semua tahu bagaimana saluran air di Jakarta ini, kecil dan mampet. Sungai di Jakarta itu ratusan KM, dan puluhan tahun bahkan sejak jaman belanda sudah banjir. Ditambah lagi rumah-rumah kumuh yang ratusan juga menutupi bantar sungai. Lalu apa mungkin 2 bulan langsung kelar…?

Dan sebenarnya yang dibutuhkan itu bukan cepat selesainya perbaikan sungai/saluran, tetapi dimulainya program penanggulangan banjir dengan tepat. Dan Jokowi sudah menunjukan jika program itu memang sudah dimulai. Tapi eksekusinya kan butuh waktu dan butuh proses. Ini bukan proyek bim salabim kayak proyek Bandung Bondowoso atau Sangkuriang kata Jokowi. Dengan blusukan Jokowi juga mendapatkan poin penting, menggerakan masyarakat dan birokrasi.

Memang pekerjaan paling mudah ya memberi kritik, kritik tidak masalah sepanjang kritik itu konstruktif, kejujuran menjadi penting melihat masalah. Banjir di jakarta ini sudah rutin bahkan bisa di prediksi. Yang jadi persoalan itu jokowi terplih diwaktu yang kurang tepat, yaitu 2 bulan sebelum musim hujan, belum sempat konsolidasi ternyata musim hujan turun. Apakah benar Jokowi Omong Doang? silahkan anda nilai sendiri..

Kita juga harus jujur, dimana peran masyarakat sangat kecil dalam bersama mengantisipasi kondisi ini, tapi begitu ada banjir semua berteriak menyalahkan Jokowi. Seorang Jokowi memang bukanlah malaikat. Dua bulan adalah waktu yang terlalu singkat untuk membut perubahan yang berarti di tengah begitu runyamnya masalah kemacetan dan banjir yang membelit ibu kota.

Pak Jokowi, tetaplah dengan karakter kepemimpinan yang anda miliki, kritik masyarakat sepedas apapun itu tetap sebagai masukan. Masih ada waktu sekitar 4 tahun lebih bagi Jokowi untuk membuktikan kapasitasnya, bahwa Jokowi dapat mewujudkan harapan warga ibu kota yang telah disandarkan padanya yaitu: membenahi Jakarta menjadi lebih baik.

Foto: Merdeka.com
Referensi:
http://www.jpnn.com/read/2012/12/23/151519/Jokowi-Dinilai-tak-Siap-Hadapi-Banjir-
http://www.merdeka.com/jakarta/husein-alaydrus-blusukan-jokowi-hanya-akal-akalan.html
http://www.merdeka.com/jakarta/banjir-lumpuhkan-jakarta-jokowi-dianggap-gagal.html

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
2 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Cerita Terkait

Baca cerita lainnya...

donzurai

Penulis

Doni

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"

Komentar

(2 Komentar)
  1. wnur Ditulis pada tanggal 12 Januari 2013 02:39

    Menangani masalah banjir tidak cukup sebulan atau dua bulan. Apalagi jakarta sudah sangat parah. Tapi semoga saja upaya jokowi ahok berhasil

  2. noviellya Ditulis pada tanggal 24 Desember 2012 21:17

    ngatasi banjir kayaknya butuh waktu panjang deh!

    1 orang setuju review ini dan 0 orang tidak setuju
Post Into Facebook Wall
login