Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

24 November 2014

Karate dan Falsafah Kehidupan

Karate dan Falsafah Kehidupan Lihat Semua Gambar » Saya memandang falsafah hidup sebagai seni (art of life), bagaimana dengan Anda? Saya pun sangat menghargai tahapan dalam kehidupan, seperti benih yang tumbuh dan akhirnya menghasilkan buah. Usaha yang ditekuni, hingga menuai keberhasilan.

Pertama kali saya sadar bahwa tahapan kehidupan merupakan sesuatu yang luhur nilainya, adalah karena karate. Kenapa harus karate? Ada enam tingkatan di karate, yang menurut saya, falsafahnya sangat bagus. Tak hanya bagus bagi murid yang menekuni olahraga itu, tapi bagus juga bagi siapa saja.

Bukan saya ingin membangga-banggakan olahraga ini, tapi saya ingin berbagi dengan Anda tentang falsafah karate, yang tentunya saya banggakan.

Sabuk putih:
Senpai (guru) saya mengatakan, "Pada tingkat ini, kalian ibarat kanvas atau kertas bersih yang siap ditulis. Tingkat inilah yang disebut falsafah kesucian,". Ditingkat ini, kami diajarkan dasar-dasar ilmu beladiri karate.
(Gerakan: perkenalan tangkisan, pukulan, tendangan, olah gerakan (kata) tahap dasar).

Sabuk kuning:
Ditingkat ini senpai mulai memasukan ilmu berinteraksi dengan lawan tanding dalam karate. Bagaimana cara mempertahankan diri dan menyerang. "Tingkatan ini disebut falsafah matahari, karena ilmu yang kalian terima, bisa dirasa segar seperti mentari pagi yang sinarnya menerangi bumi dan menyegarkan. Namun jika kalian tidak memanfatkannya dengan benar, ibarat matahari di siang bolong yang hanya membuat panas dan membakar. Dengan kata lain, disini kalian jangan terjebak dengan sikap menyombongkan ilmu kareta kalian. Disini kalian dididik untuk mampu menjadi pembela kebenaran dan penerang jalan bagi kaum yang membutuhkan. Jadilah karateka yang bermanfaat," ujar senpai.
(Gerakan: interaksi (kumite) dasar, memukul, menendang, dan menangkis).

Sabuk hijau:
Ditingkatan ini senpai mulai melatih naluriah muridnya, dengan pembiasaan diri terhadap serangan dan tangkisan, "Kalian akan memahami falsafah alam yang hijau dan sejuk. Kalian diajarkan bagaimana menjadi pengayom bagi kehidupan sekitarnya. Ilmu yang kalian dapat harus berguna bagi diri kalian, orang lain, bahkan bagi semesta alam,". Disini kami diajarkan bagaimana mencintai dan menghargai diri sendiri, bahkan menghargai musuh.
(Gerakan: interaksi aktif dan pasif, pukulan dan tendangan untuk melumpuhkan musuh).

Sabuk biru:
Ini merupakan tingkat terberat, karena disini senpai mulai melatih kombinasi naluriah, ketangkasan, kecepatan, refleksibilitas, hingga penguasaan emosi. "Ditingkat ini kalian memasuki tahap falsafah air. Kalian dianggap sudah menguasai fungsi gerakan karate. Dan ibarat air, diri kalianlah yang akan menentukan kemenangan atau kekalahan kalian sendiri, dimanapun kalian berada".
(Gerakan: interaksi rutin, gerakan lanjutan, kombinasi olah tubuh pada pukulan dan tendangan, seperti pukulan dan tendangan kombinasi, dan lainnya).

Sabuk coklat:
Murid yang sampai di tingkatan ini, dianggap oleh sempai telah mampu menguasai diri dan bisa menjadi teladan bagi orang lain. "Kalian yang berada ditingkatan ini akan diajak untuk memahami falsafah padi. Semakin matang padi, semakin merunduk mendekati tanah. Semakin matang ilmu kalian, semakin menunduk dan patuh pada norma kehidupan," kata senpai. Di tingkatan ini kami mulai mendapat kehormatan mendampingi sempai dalam mengajarkan ilmunya ke murid di bawah tingkatan kami, dan berlatih tanding langsung dengan senpai
(Gerakan: interaksi khusus, pukulan dan tendangan melumpuhkan, hingga yang mematikan bagi lawan).

Sabuk hitam Dan I:
Tingkatan ini merupakan keberhasilan bagi murid, sebagai pemilik ilmu beladiri karate. "Pada tingkat ini kalian telah menjadi murid tertinggi. Kalian sudah mampu menjadi teladan, penerus, dan penegak ilmu karate. Karena kalian memiliki falsafah bumi, yakni tempat berpijak dan bergantung semua mahluk hidup,". Ditingkat inilah senpai mengatakan bahwa ilmu kami telah sempurna. Ibarat kertas putih, telah pekat terisi ilmu yang ditulis dengan tinta hitam. Kami pun sudah bisa berlatih tanding dan diizinkan membantu dewan senpai melatih (gerakan: interaksi lanjutan, dasar-dasar melatih).

Sabuk hitam Dan II:
Tingkatan lanjutan ini merupakan langkah untuk menuju tahap menjadi dewan guru. Namun meski sudah ditingkat lanjutan, setahu saya, belum diperbolehkan membuka dojo. Saya sendiri belum pernah menggapai hingga tingkatan ini.

Sumpah Karate:
1. Sanggup memelihara kepribadian
2. Sanggup patuh pada kejujuran
3. Sanggup mempertinggi prestasi
4. Sanggup menjaga sopan santun
5. Sanggup menguasai diri

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
2 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

ang10ze

Penulis

Angiola Harry

Penulis freelance

Komentar

(2 Komentar)
  1. clen Ditulis pada tanggal 19 Maret 2013 15:59

    aku rasa karate juga bagus sih termasuk olahraga bela diri untuk hal di dalam ke masyarkatan

  2. Saeful.Anhar Ditulis pada tanggal 18 Maret 2013 13:50

    Silat juga sama mempunyai filosopi yang tinggi pula.. bahkan berasal dari akar budaya sendiri ... intinya hampir sama yakni memberikan pelajaran hidup

Post Into Facebook Wall
login