Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

31 Juli 2014

Kisah Janda dan Duda Tua

Kisah Janda dan Duda Tua

Alkisah, dua orang tua hidup saling bertetangga. Mereka berdua sama-sama kehilangan sosok kekasih. Yang pria sudah dua tahunan ini menjadi duda, sementara yang wanita merupakan seorang janda. Mereka sudah berteman baik dan bertetangga lama sekali. Apabila salah satu membutuhkan sebuah bantuan, maka yang lain akan siap membantu kapan saja, di mana saja. Bukan hal yang mengherankan apabila penduduk sekitar ingin menjodohkan mereka berdua. Praktis, warga mengadakan suatu acara makan malam bersama, dengan mengundang mereka berdua. Tidak di sangka, ide tersebut disambut baik oleh sang duda. Ketika sang duda dan sang janda duduk di satu meja, sang duda memberanikan diri untuk menyatakan apa yang sudah ia rasakan sejak lama. 

“Maafkan apabila saya terlalu lancang menanyakan hal ini kepada kamu”. Kata sang duda ragu. “akan tetapi, maukah kamu menikah dengan saya?” 

Mendengar pertanyaan dan permintaan dari sang duda, sang janda sontak kaget bukan kepalang. Ia hampir tersedak bakso yang ia coba untuk kunyah. Namun sesungguhnya, apa yang sedang dirasakan oleh sang duda juga dirasakan oleh sang janda. Sang janda juga ingin agar bisa menjalin hidup dengannya. Maka tanpa ragu dan takut sedikitpun, sang janda menatap kedua bola mata coklat sang duda, sambil menjawab “iya. Iya saya mau menikah dengan kamu.” Sang duda sontak senang dan kegirangan. Mereka berdua pulang dengan senyum lebar menghiasi wajah tua keriput mereka. 

Keesokan harinya, sang duda pusing bukan main karena lupa apakah jawaban dari sang janda. Ia bingung lalu memutuskan untuk menelepon sang janda agar bisa mengingat saat-saat mengesankan tersebut, makan malam bersamanya dan melamarnya. Setelah keberanian besar terkumpul, duda tersebut kembali bertanya, “pagi ini saya lupa. Ketika saya meminta kamu untuk menikah dengan saya, dan menghabiskan hari tua bersama, kamu menjawab ya atau tidak?” Sang duda pun gembira bukan main ketika sang janda menjawab “ya, tadi malam saya menjawab iya. Saya mau dengan segenap lubuk hati terdalam untuk menikah dengan kamu.” Selang beberapa lama janda itu berkata “saya juga senang kamu menelepon. Karena saya lupa dengan siapa saya berbicara tadi malam.”

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

luculucuan

Penulis

lucu lucuan

ganteng, ramah, perhatian

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login