Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

26 November 2014

Kisah Menakjubkan saat Proses Pemakaman Ustad Jefry Al Buchori

Kisah Menakjubkan saat Proses Pemakaman Ustad Jefry Al Buchori

Pada saat proses pemakaman Ustadz Jefri Al Buchori di Tempat Pemakaman Umun (TPU) Karet Bivak, ada sebuah kejadian yang menakjubkan. Yaitu jenazah sang ayah Uje yang dikubur 21 tahun lalu terlihat masih utuh. Memang Almarhum Uje sempat berpesan ketika meninggal ingin dikuburkan di dekat makam ayahnya, H. Ismail Modal, yang juga dimakamkan di TPU Karet Bivak. Saat makam Uje yang bersebelahan dengan sang ayah digali, beberapa bagian tubuh jenazah ayahnya ternyata masih utuh.

Fenomena jasad yang masih utuh setelah berpuluh-puluh tahun dikuburkan memang suatu peristiwa yang luar biasa, pasti ada sebab di balik itu semua. Pada saat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles pada 2011 lalu, kain kafannya juga terlihat tetap putih bersih dan jasadnya pun masih utuh. Pada tahun 2009, hal serupa juga terjadi di Tangerang. Dimana jenazah KH Abdullah Mukmin yang dimakamkan di area sebuah mushalla di Kota Tangerang, masih utuh meski telah 26 tahun berkalang tanah. Makam ulama yang pernah menuntut ilmu selama 7 tahun di Darul Ulum Mekkah, Arab Saudi ini dibongkar karena ada rencana pelebaran jalan.

Dari penjelasan beberapa Kyai, jasad yang diketahui masih utuh walau sudah meninggal beberapa tahun itu memang dilindungi oleh Allah. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim. Untuk melihat kealimannya, bisa dilihat dari perjalanan hidup almarhum. Anda boleh percaya boleh tidak. Tapi, faktanya memang ada. Memang akan sulit dinalar, namun ini benar-benar terjadi.

Cerita lainnya:

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Cerita Terkait

Baca cerita lainnya...

donzurai

Penulis

Doni

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login