Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

24 April 2014

Membaca Buku Anas: Anas Panas Libas Ibas

Membaca Buku Anas: Anas Panas Libas Ibas

Tentu kita masih ingat ketika Anas Urbaningrum melepaskan jabatan Ketua Umum Partai Demokrat di Jakarta, Sabtu (23/2/2013), setelah ia dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang sehari sebelumnya. Terlihat jelas gurat kekecewaan Anas yang entah ditujukan pada siapa. ”Hari ini saya menyatakan bahwa ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman berikut,” kata Anas di depan para wartawan kala itu.

Jika benar ada halaman-halaman berikutnya tentang kasus Hambalang, saya berpikir judul yang tepat adalah: “Anas Panas Libas Ibas.” Atau mungkin bunyinya begini: “Kejarlah Daku Kau Kutuding.” Tentu kita semua diliputi rasa penasaran tingkat tinggi ingin tahu kisah Hambalang berikutnya. Seumpama ceirta etos Mahabrata yang penuh intrik “para Sengkuni”, peran-peran para politikus Indonesia ini berhasil memukau penonton hingga layak diberikan rating tinggi.

Anas adalah manusia biasa yang punya rasa gembira, sedih, dan dendam. Seperti yang pernah dilakukan mantan koleganya Nazaruddin, menudingkan telunjuknya lurus ke muka Anas. Ya, pusaran dendam antara para sahabat ini agaknya akan semakin kencang berpusing, menggilas siapa saja yang tadinya kawan kini menjadi lawan. Politik kejam, anak kecil pun tahu kecuali mereka yang baru tumbuh gigi. Hehehe.

Kini gilaran Anas untuk menudingkan telunjuknya akibat emosi yang tersulut. Tengoklah, belum lama ini mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku pernah ikut dalam pertemuan antara M Nazaruddin dan politisi senior Demokrat Amir Syamsuddin terkait kasus Hambalang. Saat itu, Amir meminta keterangan Nazar terkait aliran uang Hambalang. Pada rapat itu, Anas mengaku hanya mendengarkan penjelasan Nazar kepada Amir.

Mari coba analisa jawaban Anas ketika ditanya oleh wartawan RCTI: Apakah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas turut menikmati aliran dana Hambalang? "Pak Amir-lah yang lebih pas (menjelaskannya)," kata Anas singkat. Steatment Anas ini semacam kalimat yang galau antara ingin mengatakan: iya atau tidak.

Ketika dikejar dengan pertanyaan soal beredarnya tudingan bahwa Ibas turut menikmati uang yang diduga suap tersebut, Anas hanya menjawabnya secara singkat seperti yang ditulis Kompas: "Saya hanya ikut rapat dan mendengarkan. Jadi, kalau hadits, rowahu-nya Pak Amir. Kecuali Pak Amir pas ditanya tak mau menjelaskan, pemain penggantinya adalah saya," kata Anas.

Ketika ditanya lagi apakah dirinya akan mengungkapkan orang-orang yang diyakininya menerima uang Hambalang, Anas kembali memberikan jawaban singkat. "Ada tugas penting yang saya lakukan. Ukurannya adalah penting. Meski kecil, kita harus berpikir untuk hal-hal yang besar. Urusan-urusan, yang mungkin kurang penting, tidak akan saya lakukan. Tetapi, nanti tergantung pertimbangan-pertimbangan penting," kata Anas.

Menurut Anas, segala sesuatunya masih terbuka. "Tidak ada yang titik. Yang ada adalah koma," katanya. Artinya sangat terang bahwa persoalan Hambalang ibarat cerita yang akan terus bergulir, tidak berhenti sampai di sini saja. Ya, Anas seperti ingin menegaskan, Kejarlah Daku Kau Kutuding!

foto: rimanews.com

Cerita Lain Anas Urbaningrum :

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
1 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

ibe

Penulis

ibrahim

Writer & Trader

Komentar

(1 Komentar)
  1. clen Ditulis pada tanggal 24 Maret 2013 17:39

    ya ampun emang tuh benar2x sih ibas dak mikir ya ampun mau jadi apa ya negri ini nanti kalau kebanyakan yg koruptor

Post Into Facebook Wall
login