Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

21 April 2014

SEORANG IBU TERUS MENANGISI ALAT KELAMIN ANAKNYA YANG DI POTONG KEKASIHNYA

SEORANG IBU TERUS MENANGISI ALAT KELAMIN ANAKNYA YANG DI POTONG KEKASIHNYA Tangerang- Arah, 46 tahun, terkejut bukan kepalang atas peristiwa tragis yang menimpa anaknya, Abdul Muhyi. Alat kelamin Muhyi diketahui dipotong oleh kekasihnya, ketika sedang berduaan di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Arah tidak percaya dengan peristiwa yang menimpa anaknya itu. "Saya sempat pingsan pas dengar anak saya mengalami itu. Ya ampun mati deh anak saya," ujar Arah di RSUD Tangerang, Selasa 14 Mei 2013.

Pihak Puskesmas, katanya, sekitar pukul 07.00 WIB mendatanginya di rumah. Mereka menerangkan bahwa anaknya mengalami peristiwa nahas itu dan saat ini dirawat intensif di rumah sakit. Dia langsung bergegas ke rumah sakit.

Menurut Arah, bukan hanya kelamin anaknya yang terpotong, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu juga mengambil handpone dan dompet anaknya. "Sepertinya dibawa kabur pelaku, soalnya tidak ada ditubuh anak saya," katanya.

Arah pun hanya bisa berharap, pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

Arah menuturkan bahwa anaknya tidak memperlihatkan kegiatan-kegiatan yang menyimpang. Sang anak, katanya, sering pamit keluar malam dengan alasan berkunjung ke rumah temannya.

"Dia (korban) tidak sering nongkrong-nongkrong dengan temannya dan anak saya juga lulusan Pondok Pesantren di Pamulang," ungkapnya.

Sumber© VIVA.co.id

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
1 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

BagusAlin

Penulis

BagusAlin@SiTea

Komentar

(1 Komentar)
  1. agoes1922 Ditulis pada tanggal 15 Mei 2013 16:31

    udah bu..klw sudah di potong jangan di tanggisin lagi yg sudah"....nanti coba di sambung lagi....

Post Into Facebook Wall
login