Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

25 Juli 2014

Siswa Sekolah Wajib Belajar Di Madrasah Diniyah

Siswa Sekolah Wajib Belajar Di Madrasah Diniyah

Criters - Pada tahun 2013 ini, Pemerintah Kabupaten Bandung mewajibkan seluruh siswa sekolahnya mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat untuk belajar di Madrasah Diniyah.  

Hal itu dilakukan dalam upaya mendukung visi Kabupaten Bandung yang berlandaskan religius, sekaligus sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Bandung Nomor 34 tahun 2010 Tentang Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah.

”Kewajiban belajar di madrasah ini diharapkan dapat menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang sholeh sholehah, berkarakter baik, dan berahlak mulia”, ungkap Bupati Bandung Dadang M Naser saat membuka Launching Program Wajib Diniyah Takmiliyah Awaliyah Se-Kabupaten Bandung, di Lapangan Upakarti Komplek Perkantoran Pemkab Bandung-Soreang.

Acara launching diikuti sedikitnya oleh 1.500 orang terdiri dari para guru agama dan diniyah, Taman Pendidikan Alquran (TPA), TK Alqur’an, santri/santriwati diniyah, serta siswa-siswi sekolah se-Kabupaten Bandung.

Menurut Dadang Naser, dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa pada saat penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2013/2014 nanti, untuk jenjang SD/MI, SMP/MTS dan SMU/Aliyah, akan diwajibkan dan menjadi syarat mutlak untuk melampirkan ijazah diniyah takmiliyah awaliyah, diniyah takmiliyah wustha dan diniyah takmiliyah ulya.

Dalam kesempatan itu, Dadang meminta kepada seluruh guru,orangtua,camat,Kades/Lurah, RW dan RT untuk bersama-sama memantau dan selalu meningkatkan pengawasan terhadap peraturan ini di lapangan.”Bukan sekedar launching, namun ini menjadi tugas kita semua untuk menjalankan peraturan ini dengan baik”,katanya pula.

Sementara itu, Kanwil Kemenag Jabar H.Saeroji memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Bandung yang sudah mengeluarkan peraturan tersebut.

“Peraturan ini lahir sebagai tanda bahwa pemerintah daerah benar-benar mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat dan para pendidik di Kabupaten Bandung, yang menghendaki anak-anaknya bisa lebih berkualitas, tumbuh dan berkembang sebagai insan yang memahami betul akan ajaran agamanya”, kata Saeroji.

Dia menilai, pendidikan agama di sekolah-sekolah formal porsi waktunya sangat terbatas, hanya berkisar dua hingga tiga jam saja. Sementara materi pendidikan agama islam cakupannya sangat luas sehingga tidak bisa disempurnakan dalam waktu sesingkat itu.(AMG)

Foto:Ceritamu.com/"Algi MG"

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

Algifari

Penulis

AMG

Journalist

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login