Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

31 Oktober 2014

Aku Ingin Suamiku Kembali (Part 2)

Aku Ingin Suamiku Kembali (Part 2) gadis-sedik-2-OK Berikut adalah lanjutan penuturan Jane dalam jejaring sosial Facebook, yang mengisahkan bagaimana gadis tuna rungu ini menerima perlakuan Ibunya. 5. Mami saya bayar pengacara untuk bikin laporan penculikan yg mengatakan bahwa saya ini korban, padahal saya tidak pernah merasa sebagai korban dan tidak pernah merasa diculik... 6. Ketika beberapa kali ketemu di polda Metro Jaya, saya sudah beberapa kali mengatakan ke mami papi saya, bahwa saya sungguh-sungguh mencintai Alter, saya tidak akan pernah mau pulang ke rumah ortu dan tolong jangan ganggu kehidupan saya, akan tetapi, orang tua saya tidak mau tahu, dan tetep bersikeras mau saya pulang kembali ke ortu. Bahkan waktu itu saya sempat ditarik paksa sampai tangan saya biru-biru... 7. Mengapa org tua saya tidak bisa mengerti perasaan saya yg saya rasakan...??? Susahkah itu untuk mengerti bahwa betapa kuatnya dan besarnya cintaku terhadap suamiku (Alter) 8. Dulu mami saya pernah mengatakan bahwa saya ini adalah tumbal nya bagi mamiku... Singkat cerita, SAYA SUNGGUH2 TIDAK MENGERTI MENGAPA MAMI SEGITU JAHATNYA INGIN SAYA PULANG? APAKAH ADA ALASAN atau SESUATU yang SAYA TAHU dan TIDAK INGIN DIKETAHUI oleh ORANG LAIN? Sebenarnya banyak.. dan hal itu termasuk yg saya sebutkan diatas.... saya benar-benar tidak menyangka... mengapa ada seorang ibu begitu tega-teganya membiarkan saya nginap di kantor polisi untuk menemani suamiku yg ditahan di polda saat melaporkan diri bersama-sama di awal oktober 2009... kemudian untuk kedua kalinya lagi, segitu tega-teganya membuatku harus menginap di kantor KASIPIDUM di KEJAKSAAN NEGERI (KEJARI) untuk menemani suamiku hanya karena suamiku ditahan di KEJARI kemarin tanggal 29 April 2010. Apakah ada seorang ibu bisa begitu teganya membiarkan anaknya menderita?? Saya rasa ADA, contohnya mami saya itu... Disini saya hanya mencari kebebasan saya sebagai seorang anak dan seorang manusia....... Saya berhak untuk menentukan jalan hidup saya karena nasib itu memang kita yang menentukan tetapi takdir itu tidak bisa di rubah karena semua sudah Tuhan yang mengaturnya........ Saya juga menginginkan hidup yang layak dan bebas .....bukan sebagai alat tukar uang atau budak yang bisa terus dan selalu diatur oleh orang tua..... Orang tua memang mempunyai kewajiban untuk membesarkan dan menhidupi anaknya tapi bukan berarti mereka minta balas dengan cara menentukan hidup saya dengan memaksakan kehendak mereka............ Saya hanya ingin hidup bahagia saja.....apakah itu terlalu berat untuk mereka terima hingga semua tuduhan, diberikan kepada saya dan suami saya...... itupun belum terlepas dari ancaman mereka yang akan mengeluarkan saya dari hak waris sebagai anak dalam keluarga mereka ..........saya sama sekali tidak menginginkan harta waris.... Apa guna semuanya itu kalau saya sama sekali tidak bisa hidup bahagia????? Saya sama sekali tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk bisa menjalani hidup saya dengan tenang bersama suami saya...... Maka itu disini saya mohon dengan kerendahan hati agar teman-teman dan saudara-saudara sekalian untuk dapat memberikan dukungan kepada saya... untuk melawan tuduhan mereka dan perlakuan mereka terhadap saya.. Jane juga mengaku sangat puas memiliki suami Alter. Jane akan berjuang untuk melawan ketidakadilan ini. Karena Jane ingin suaminya kembali ke sisinya. Semoga kisah Jane ini dapat menginspirasi bagi setiap orang, baik untuk sang putri maupun bagi seorang Ibu agar lebih bijaksana lagi dalam bertindak. Bagaimanapun juga yang harus diingat bahwa ikatan seorang Ibu dengan anak tidak akan pernah diputuskan sampai kapan pun. (YS)


Baca cerita lainnya...

administrator

Penulis

Admin Ceritamu.com

i see you ...

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login