Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Arti Sepotong Roti

Arti Sepotong Roti

SEPOTONG ROTI PENEBUS DOSA

Sahabat, apa yang akan kita lakukan jika kita memiliki sepotong roti yang akan kita makan, lalu ada orang miskin lapar? Akan memberikannya kepada pengemis atau orang miskin lapar yang telah lama tak makan atau kita makan sendiri?

Mendengar cerita itu, saya teringat sebuah kisah dari Abu Burdah bin Musa Al-Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti."

Dulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud.

Akhirnya dalam pengembaraannya, ia sampai ke sebuah pondok, yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti.

Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti." Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia.

Dan subhanallah, di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadah yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sebuku roti itu!"

Subhanallah, kisah ini menandakan bahwa setiap hal kecil yang kita lakukan jangan pernah meremehkan, jika itu adalah kebaikan, karena Allah tak pernah tidak menghitung setiap perbutan yang kita lakukan meski sebesar dzarah.

Mudah-mudahan kita mendapatkan kelak dikemudian hari hasil timbangan kebaikan kita lebih baik dibandingkan dengan keburukan yang pernah kita lakukan di dunia. Aamiin.

(sumber inspirasi : berbagai sumber)

9 Komentar Laporkan Cerita

Iha Nurhayati

Penulis

Iha Nurhayati

Komentar

(9 Komentar)
  1. EKKY WAHYU PRASETIA Ditulis pada tanggal 10 Agustus 2012 22:36

    sepotong roti gak kenyang hhe Kalau bahas tentang agama kayak gini jadi terharu rasanya ingin sekali ngrasain langsung saat kejadian waktu dulu kala..
    Ceritaa yang di kiirim sangatt menariik sob , tambah seneng nihh bacanya ga bosen kirim lagi biar tmbh rame.

  2. Shilkha Ditulis pada tanggal 13 Juli 2012 05:59

    kita harus percaya,bahwa kebaikan sekicil apapun pasti ada balasanya.trus tingkatkn amln2 kita

  3. Shilkha Ditulis pada tanggal 13 Juli 2012 05:59

    kita harus percaya,bahwa kebaikan sekicil apapun pasti ada balasanya.trus tingkatkn amln2 kita

  4. Shilkha Ditulis pada tanggal 13 Juli 2012 05:58

    kita harus percaya,bahwa kebaikan sekicil apapun pasti ada balasanya.trus tingkatkn amln2 kita

  5. Shilkha Ditulis pada tanggal 13 Juli 2012 05:57

    hablum minallah hablum minan nas.manusia berhubungan dengan Allah swt,manusia juga berhbungan dengan sesama manusia

login