Berapa Harga Dirimu
Hari ini tumben banget deh pengen ke pasar. Iya, pasar tradisional.
Perasaan udah lama banget ga kepasar. Tadi pagi ke pasar karena pengen buatin Abang Rasya cemilan. Kebetulan anak saya lagi batuk pilek, jadi makannya pilih-pilih dulu. Rencananya mau buat kolak biji salak. Jadi, ke pasar mau beli ubi dan temna-temannya buat kolak.
Sudah hampir jam 10 lewat, saat saya sampai ke pasar. Sudah agak siang. Pasar pun tidak terlalu ramai, itu terlihat dari parkir yang melompong di mana-mana. Seperti biasa, tukang parkir yang biasa mangkal di pasar itu sibuk mengarahkan saya harus parkir dimana. Sebenarnya, tanpa bantuannya saya bisa parkir sendiri, karena kosong melompong parkirannya. Setelah parkir mobil, saya pun masuk ke pasar dan belanja.
Saya belanja tidak lama. Mungkin hanya 30 menit saja.
Begitu saya masuk ke mobil, tukang parkir tadi dengan sigap, mengatur dan mengarahkan saya untuk mundur. Setelah itu baru saya melaju ke arah pintu keluar. Tapi sebelum ke arah pintu keluar, saya memberi tukang parkir itu seribu rupiah.
Sambil melaju ke pintu keluar saya merenung. Tukang parkir itu badannya tinggi besar, cenderung kekar, kuat dan sehat. Tapi kenapa bekerja hanya jadi tukang parkir. Dia harusnya bisa melakukan hal yang lebih baik lagi untuk harga dirinya.
Ya, harga diri tukang parkir itu hanya seribu rupiah. Walaupun, mungkin kalau dikumpulkan seharian jumlahnya tentu lebih dari seribu rupiah. Tapi bukan itu. Harga diri dia tergadaikan seribu rupiah saat ia menerima uang parkir itu. Tidakkah itu sangat hina disaat tubuh dan akal masih sehat untuk melakukan pekerjaan terhormat lainnya?
Memang diri kita tidak bisa dinilai dengan uang. Tapi kita bisa memilih harga diri seperti apa yang kita inginkan.
Harga diri 30juta? Harga diri 50 juta? Harga diri ratusan juta atau bahkan milyaran?
Yang pasti, berapa pun harga diri kita, tentu itu pilihan kita masing-masing. Bahwa untuk bermanfaat bagi orang lain, pasti harus punya harga diri yang tinggi.
Penulis
Komentar
-
trisna mustopa kartomi Ditulis pada tanggal 12 Juli 2012 17:15
harga diri = harga berdiri berlari haha,cmonent nya membingungkan harus coment apa ia mas bro pusing