Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

30 September 2014

Cantik dan Segar, tetapi Dia Pembunuh

Cantik dan Segar, tetapi Dia Pembunuh  Tidak semua buah-buah yang kita makan sehari-hari adalah sehat, terutama untuk mereka yang sudah mengidap penyakit kronis dan keras. Maka tidak semua konsumsi buah-buahan akan aman untuk dirinya.

 
Untuk masyarakat Indonesia mungkin informasi ini belum merata dan juga tidak semua pasien akan tahu, mengapa dalam penggunaan obat-obat tertentu yang diberikan oleh Dokter sebenarnya harus diperhatikan dengan baik, bahwa obat-obat itu tidak bisa bekerja sama dengan buah-buahan yang kita konsumsi. Dengan demikian sebenarnya Dokter atau pihak apotik harus memberitahu bahwa buah-buahan tertentu tidak diperkenankan di konsumsi bersamaan dengan obat-obat tertentu.
 
Minggu lalu saya datang menjenguk ke Rumah Sakit bagian Cardiologi seorang kenalan baik, dia seorang ibu rumah tangga asal Rusia. Masuk bagian Cardiologi karena tiba-tiba saja ia jatuh pingsan di pusat pertokoan dan akhirnya di bawa  masuk ruang gawat darurat rumah sakit dan harus rawat inap bagian Cardiologi.
 
Perkaranya simple/sederhana, teman saya terkena heart attacks.
 
Heran sekali, seorang ibu muda yang terlihat sehat akhirnya kena “heart attack.” Dari keluarganya saya dapat cerita panjang soal ini berdasarkan hasil pemeriksaan Dokter Cardiolog terkait background penyakit pasien.
 
Ternyata teman baik saya ini mengidap penyakit Cholesterol, diabetes dan hypertensi. Menurut suaminya penyakitnya ini dia sudah bawa dari Rusia ketika menikah dengan pria Belanda pilihannya. Jadi ketika sampai di Belanda langsung mendapat fasilitas penyembuhan dengan cara mengikuti kontrol rutin cek darah, urine, ginjal dan sebagainya sebanyak dua (2) kali setahun, dan dia harus menelan obat-obat tertentu untuk mengatasi problema Cholesterol, diabetes dan Hypertensinya.
 
Lalu saya bertanya, “loh sudah benarkah dia menelan obat-obat itu, apa yang salah!”
 
Daftar obat-obatan itu sudah benar yang harus dia minum / telan sesuai petunjuk yang diberikan. Hanya saja teman saya itu sering mengkonsumsi buah Grapefruit dan Citroen/citrun pada setiap acara makan buah atau resep saladnya.
 
Tambah heran saya, wah apa salah makan buah Grapefruit dan citroen?
 
Akhirnya saya kontak Dokter pribadi saya, beliau seorang wanita asal Portugis yang dengan ramah menerangkan untuk saya lewat pembicaraan telepon soal ini. Saya bertanya padanya;
 
a.  Apa kaitannya buah Grapefruit dan Citroen dengan obat-obatan?
 
b.  Darimana kita tahu bahwa obat yang harus kita minum/telan tidak boleh di konsumsi bersamaan dengan Grapefruit atau Citroen?
 
Beliau menerangkan;
 
>>  Untuk pasien dengan penyakit kronis seperti Cholestrol, diabetes, kanker, penyakit jantung, HIV/AIDS, paru-paru dan mereka yang baru saja selesai menjalankan operasi berat dan harus menelan obat-obat tertentu untuk rehabilitasi operasi, ternyata terlarang mengkonsumsi buah-buah seperti Grapefruit dan Citroen dalam jumlah yang banyak apalagi dalam jarak yang dekat dengan saat akan minum atau telan obat-obatan ini.
 
Grapefruit dan Citroen, terlampir pada surat keterangan yang ada pada setiap packing obat-obat keras sebagai buah yang sering menjadi biang keladi penangkal khasiat kerja obat. Dengan kata lain buah-buahan ini akan membuat khasiat obat-obat tidak bekerja sama sekali.
 
Bila pasien mengkonsumsi kedua buah ini pada saat menelan obat-obatan, maka obat yang ditelan samasekali tidak akan berfungsi. Sama dengan kalau kita menelan obat dimana alkohol sebagai pengganti air putih, bukannya menyembuhkan malah membawa celaka.
 
Lalu bagaimana kalau kita makan Grapefruit atau Citroen pada saat tiga (3) jam sebelum kita menelan obat, apakah boleh?
 
Jawab Dokter saya,” boleh.” Asalkan konsumsi kedua buah-buah ini tidak setiap hari dan tidak satu hari melebihi lima (5) kali konsumsi.
 
Bagi pasien yang harus menelan obat-obat keras seperti yang saya sebutkan di atas dengan jarak telan atau minum tiga (3) kali sehari, maka makan dan minum kedua buah-buahan ini harus diperhatikan dengan seksama.
 
Lalu bagaimana dengan pasien di Indonesia yang suka sekali makan gado-gado /lotek yang sering menggunakan buah jeruk nipis atau jeruk limo untuk basis bumbu gado-gado /lotek apakah boleh?
 
Jawabannya, kalau lotek atau gado-gado tidak kita konsumsi setiap hari sebagai resep makanan rutin, maka hal itu boleh-boleh saja. Asalkan di konsumsi tiga (3) jam sebelum acara rituil menelan obat.
 
Dokter menjelaskan, bahwa sari Grapefruit atau Citroen baik ia dari buah segar atau berbentuk minuman sfoftdrink, akan memunahkan kerja obat-obatan. Karena dari buah tersebut mengandung bahan yang menolak menyerapnya bahan-bahan kimia obat-obatan dalam darah.
 
Oh … saya jadi paham soal itu.
 
Ternyata menurut cerita suami dari teman saya yang masih di rumah sakit itu, hasil pemeriksaan laboratorium dari istrinya menemukan jejak-jejak Grapefruit dan Citroen. Memang istrinya suka sekali membuat salad buah dari Grapefruit dan salad sayuran dengan perasan Citroen untuk pastanya, belum lagi softdrink, dan juga ikan bakar mereka yang lezat itu, yang selalu disertai irisan Citroen dan perasannya.
 
Ternyata obat-obat Cholesterol, diabetes, hypertensi yang teman itu minum atau telan semuanya tidak bekerja dengan baik, pantas saja berkali-kali dia harus kembali ke laboratorium. sementara hobi belanja buah-buah segar yang asam-asam seperti Grapefruit, Citroen terus dia lakukan dan konsumsi lagi hampir setiap hari.
 
Akibat hobi makan buah Grapefruit dan Citroen pada ikan bakar dan salad, ternyata Cholesterol, diabetes dan hypertensi teman saya terus meningkat tinggi. Akibat dari ketiga penyakitnya ini logis kalau jantungnya akhirnya mendapat serangan. Sebab logis bukan kalau Cholesterol tinggi maka otomatis hypertensi pun tinggi. Akibatnya pompa darah ke arah jantung mendapat kendala, entah itu pembuluh darah yang mengecil karena sumbatan lemak LDL dan HDL dari Cholesterol, belum lagi diabetes beliau.
 
Saking penasarannya  akan informasi Dokter pribadi saya, akhirnya saya ke apotik untuk sekedar minta baca selembar surat keterangan yang ada dalam dos /pack obat penurun Cholesterol “Simvastatine Accord 20 mg.” Menurut saya obat penurun Cholesterol ini banyak juga di konsumsi oleh pasien dengan Cholesterol yang tinggi di Indonesia. Dan benar juga tertera pada surat pelengkap informasi itu;
 
“Grapefruitsap bevat een of meer bestanddelen die invloed hebben op de manier waarop het lichaam bepaalde genesmiddelen, waaronder Simvastatine Accord, gebruikt. Inname van grapefruitsap moet daarom worden vermeden.”/Sari buah grapefruit mengandung satu atau lebih komponen yang mempengaruhi daya tahan tubuh karena obat, diantaranya pemakai obat Simvastatine Accord. Sebab itu hindari konsumsi grapefruit.
 
Nah, kepada pembaca yang kebetulan mengidap penyakit akut atau kronis yang berat, seperti yang saya sebutkan di atas. Maka sebaiknya bertanya kepada Dokter buah apa saja yang tidak boleh bersamaan di konsumsi berkenaan dengan cara kerja bahan obat di dalam tubuh. Atau bertanya kepada Asisten Apotheker yang berkompetensi soal ini.
 
Semoga bermanfaat untuk kita semua



Sumber

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

Penulis

Ayu

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login