Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

19 Desember 2014

Cerita Inspiratif "Arti Cinta dan Kesetiaan"

Cerita Inspiratif

Ketika saya membuka blog teman, saya menemukan sebuah kisah perjalan hidup dan kekuatan cinta dari seorang pria dalam mengarungi hidup bersama istrinya, mengarungi bahtera rumah tangga dan dikaruniai empat orang anak, dengan keadaan istrinya sakit setelah melahirkan enak ke empat.

Pak Suyatno begitu orang menyebutnya, usianya kini sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Kehidupan rumah tangganya bahagia, bersama keempat anaknya. Namun awal cobaan menimpa, saat istrinya melahirkan anak ke empat, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja, Pak Suyatno sendiri memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV/ agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara, tapi selalu terlihat senyum. Untunglah kantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga kalau siang hari, dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian, dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi, sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno, sudah sekitar 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya, bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah.

Pada suatu hari/ saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya, karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing. Pak Suyatno memutuskan dirinya sendiri yang merawat ibu mereka/ karena yang dia inginkan hanya satu agar semua anaknya dapat berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata, Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu. Sambil air mata si sulung berlinang.

"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku. Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin
bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di samping ayah sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian/ sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu/ apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.". Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno/ merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibunya, dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya.

Luar bias, Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Ia memilih istrinya menjadi pendamping hidupnya, dan sewaktu istrinya sehat diapun dengan sabar merawat pak Suyatno, dan mencintainya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi pak Suyatno 4 anak yang lucu-lucu. Sekarang saat istrinya sakit karena berkorban untuk cinta mereka bersama, dan itu merupakan ujian baginya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu Ia mencari penggantinya, apalagi dia sakit. Sambil menangis".

Setiap malam Ia bersujud dan menangis, dan Ia hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah. Ia sangat yakin hanya kepada Allah, Ia percaya untuk menyimpan rahasia yang Ia alami "BAHWA CINTANYA KEPADA ISTRI, IA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".

Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran berharga dari cerita diatas, sahabat criters, aamiin. Ternyata banyak yang harus kita syukuri dalam hidup ini, kelapangan rizki, kenikmatan, kemudahan yang Allah berikan kepada kita begitu banyak dan Alhamdulillah kita bisa menikmatinnya. Wallahualam bi shawab.

(Sumber : thanks to isyeu atas arikelnya yang memberi gambaran arti cinta dan kesetiaan yang sesungguhnya)

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

shabir

Penulis

Iha Nurhayati

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login