Cerita Kejelasan Mr Bean Palsu di Film Mr Bean Kesurupan Depe
Akhirnya teka-teki cerita tentang siapa sosok Mr Bean dalam film Mr Bean Kesurupan Depe terjawab sudah. Film yang serentak ditayangkan di bioskop mulai 7 Juni 2012 itu ternyata memakai jasa Mr Bean Palsu.
Hal ini sangat bertentangan dengan pernyataan KK Dheeraj sang produser film Mr Bean Kesurupan Depe yang sehari sebelum penanyangan film menyatakan bahwa Mr Bean yang bermain dalam film nya adalah asli.
"Masa sih pakai Mr Bean lokal. Pastinya Mr Bean asli dong, asli Inggris," aku Dheeraj kala itu.
Kini setelah tayang sepertinya masyarakat tertipu dengan trik dagang sang produser yang membawa nama tenar Mr Bean atau Rowan Atkinson. Kebohongan ini langsung di tanggapi oleh beberapa insan film tanah air yang menyebut KK Dheeraj telah melakukan kebohongan publik.
"Kalau yang jadi Mr.bean di film Bean Kesurupan Depe bukan Rowan Atkinson, KK Dheraj harus dituntut karena penipuan publik," tulis Joko Anwar di akun twitternya.
Tidak hanya itu Joko Anwar pun menghimbau masyarakat tidak menonton film tersebut. "Bikin film cuma jualan judul, berita palsu, bikin penonton males lagi ke bioskop. Jangan mau dibohongin. Jangan tonton filmnya ya," tambah Joko.
Lain lagi dengan Nikita Mirzani yang menyatakan bahwa pihak-pihak yang terlibat di film tersebut harusnya malu karena telah melakukan kebohongan.
"Aku, sebagai pemain film, kalau lihat film yang enggak jelas gitu sebenarnya malu ya. Kenapa sih bikin film harus bohongi publik? Kalau enggak sanggup bayar pemain aslinya, si Rowan Atkinson, ya mestinya bikin aja judul filmnya, Mpok Atiek Kesurupan Depe, Doyok Kesurupan Depe, atau apa kek," Kata Nikita.
So apakah Criters salah satu korban kebohongan KK Dheeraj, kalau iya, selamat kesal ya, sama kita juga kesal. (RIO)
Imaage: google/rochmany.blogspot
Untuk tetap terupdate kapanpun & dimanapun, klik http://m.ceritamu.com/ dari browser, apapun ponsel Anda
Penulis
Explorer...
Komentar
-
supriyanti Ditulis pada tanggal 11 Juni 2012 11:59
klo hal ini yg terjadi bener buat bikin image perfilman Indonesia jadi buruk,kok berani yah bikin film palsu