Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

22 Oktober 2014

Cerita Wanita Cantik, Sensual, dan Pornografi

Cerita Wanita Cantik, Sensual, dan Pornografi

Wanita yang dianggap cantik adalah yang tinggi, langsing, dan putih. Entah darimana mind set seperti ini. Wanita yang cantik cenderung lebih mudah mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Tidak hanya enak dipandang, wanita cantik juga bisa membuat pria jatuh bangun dibuatnya.

Tidak dapat dipungkiri lagi, kecantikan adalah hal yang mutlak bagi perempuan. Kita ambil contoh di dunia modelling. Syarat utama terjun di dunia modelling adalah kecantikan. Saya bukan mengatakan bahwa jadi model itu tidak butuh yang namanya bakat. Tapi kenyataannya bakat saja tidak cukup untuk mempertahankan eksistensi mereka di dunia modelling.

Saya pernah membaca salah satu cerita yang membahas tentang kehidupan model. Di cerita tersebut dijelaskan bahwa mereka harus mau tampil dalam busana apapun sebagai bentuk tanggungjawab mereka ke pekerjaannya. Tidak jarang juga mereka harus tampil dalam keadaan tanpa busana untuk memuluskan karir yang mereka bangun.

Cerita lain juga ada yang menjelaskan bahwa tidak sedikit model yang merasa mendapatkan pelecehan seksual ketika sedang melakukan sesi potret. Dengan alasan mengarahkkan gaya, fotografer seolah-olah mempunyai hak untuk memegang seluruh tubuh si model bahkan sampai ke bagian yang paling sensitif sekalipun.

Untuk mendapatkan hasil yang sensual, terkadang para model harus rela foto dengan busana yang menonjolkan kemolekan tubuhnya. Sebenarnya apa itu sensual? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sensual adalah berhubungan dengan kenikmatan yang bersifat naluri. Pertanyaannya adalah apakah sensual dan pornografi itu adalah hal yang sama?

Sebagian besar orang beranggapan bahwa sensual dan pornografi adalah hal yang sama. Foto yang sensual diartikan sebagai foto yang mengumbar kemolekan tubuh. Kata sensual cenderung erat kaitannya dengan wanita. Mungkin karena kebanyakan pelaku foto sensual adalah wanita. Sebenarnya hal ini dipengaruhi oleh permintaan yang ada di pasar. Pasar lebih membutuhkan foto sensual wanita daripada foto sensual pria. Ya siapa lagi konsumennya kalau bukan para pria di luar sana?

Di Indonesia sebenarnya masih sangat tabu hukumnya foto dengan minim pakaian seperti itu. Alih-alih ingin mendapatkan foto sensual, yang ada malah tersandung kasus UU pornografi. Gimana ya caranya biar kata sensual tidak diartikan sebagai pornografi?

Mungkin jawaban paling mudahnya adalah dengan selalu berpikiran positif terhadap foto yang kita lihat. Jangan hanya melihat dari sisi negatifnya, coba lihat juga makna yang terkandung di dalam foto tersebut. Sensual dan pornografi memang beda tipis. Kalau pornografi memang tujuannya ingin membuat orang yang melihatnya panas dingin, kalau sensual lebih menekankan pada sisi keindahan dari foto tersebut. Ada yang tidak setuju?

sumber foto : squidoo.com

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
5 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

nyungmbing

Penulis

vidya

Komentar

(5 Komentar)
  1. d4us Ditulis pada tanggal 24 Juni 2012 00:06

    Kalau cuma mengandalkan : "Itu semua tergantung dari persepsi masing-masing" Cenderung melakukan pembiaran... ya gak akan selesai-selesai kalau masalah yang sudah melanggar agama,norma,hukum,adat diserahkan kepada pribadi masing-masing begitu. Itulah pentingnya fungsi mengingatkan, agar tercapai tujuan hidup yang dicita-citakan bersama.

  2. bongabonga Ditulis pada tanggal 17 April 2012 08:40

    wanita kelas high maintenance ... bikin bangkrut laki-laki .... jadi inget dulu guru gw berpesan bahwa korupsi itu bisa berasal dari gaya hidup perempuan yang high maintenance ... kalo wanitanya sederhana tidak banyak permintaan dsb, ga akan ada para suami2 coba nyari obyekan atau mark up anggaran

  3. hujanria Ditulis pada tanggal 15 April 2012 13:04

    sampai sekarang kan masih terjadi perdebatan apakah itu seni atau bukan.

  4. fianestrada Ditulis pada tanggal 15 April 2012 03:43

    yaaahhhh...
    it semua tergantung dari presepsi masing" individu mo liatnya gmn

  5. elfrana Ditulis pada tanggal 14 April 2012 11:35

    sepertinya saya tidak ingin mendapat wanita seperti yang diatas,,, huhuhuhu

Post Into Facebook Wall
login