Efek Penggunaan Body Shapers, Kerusakan Syaraf hingga Kematian
Sudah kodratnya kalau wanita selalu ingin terlihat cantik dan seksi. Berbagai produk kecantikan dan semua yang memperindah tubuh akan selalu dicari oleh para wanita. Termasuk contohnya pakaian dalam pembentuk tubuh atau biasa disebut Body Shapers. Aksesoris wanita tersebut digunakan tubuh agar terlihat lebih ramping ini sangat populer di kalangan perempuan.
Tapi ada pendapat para ahli yang memperingatkan jika body shappers dapat menyebabkan masalah pencernaan, kerusakan syaraf dan pembekuan darah. Pakaian dalam ini mencapai perut, halus datar namun memiliki risiko kesehatan yang serius karena dapat membatasi aliran darah. Bahkan Daily Express melaporkan ada remaja yang memerlukan perawatan medis setelah mengenakan pakaian ketat ini, seperti dikutip oleh beritasatu.com.
Masalah muncul jika pembentuk tubuh yang terlalu ketat ini membatasi aliran darah dari daerah panggul ke jantung dan paru-paru. Perempuan yang mengenakan pakaian yang ketat dikonfigurasi dapat menurunkan aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan pembekuan darah ke paru-paru, jantung dan otak bahkan menyebabkan kematian. Jadi perempuan harus lebih berhati-hati untuk tidak memilih pembentuk tubuh yang terlalu kecil. Jelas artinya shapewear bukanlah cara yang baik untuk menurunkan berat badan.
"Ibaratnya Anda terlalu keras meremas tubuh sehingga Anda menekan langsung pada saraf atau meremas organ internal," kata Dr Orly Avitzur, seorang ahli saraf dan penasihat medis Asosiasi Konsumen Amerika Serikat.
Kayaknya olahraga dan istirahat teratur masih lebih baik deh buat merampingkan tubuh. Bagaimanapun peralatan atau obat obatan pelangsing tubuh tidak dapat dipastikan keberhasilannya, malah ada efek samping yang jauh lebih buruk seperti penjelasan diatas. Nah, buat para wanita yang mau langsing, jangan malas olahraga ya...
Foto: fashionihub.com
Penulis
"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"
Komentar