Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Gara Gara Timnas, Sepakbola Indonesia Terancam Panas Lagi

Gara Gara Timnas, Sepakbola Indonesia Terancam Panas Lagi

Tim Nasional sebuah Negara selayaknya menjadi pemersatu antar segala insan sepakbola yang ada di Negara tersebut. bagaimanapun panasnya persaingan antara klub, ketika semua sudah kembali ke Timnas maka persaingan tersebut langsung cair, berganti dengan rasa kesatuan yang utuh demi mendukung satu bendera yang sama.

Namun ternyata hal ini tidak terjadi di Indonesia. Gara-gara berebut kekuasaan mengurus Timnas, dua kubu PSSI saat ini terancam pecah dan gagal dengan rekonsiliasinya. Masing-masing juga berebut kekuasaan siapa yang lebih pantas menentukan Timnas Indonesia. Penandatanganan MoU damai di Kuala Lumpur beberapa waktu silam pun tampaknya hanya sekedar seremoni karena pada akhirnya kedamaian tidak benar-benar terjadi.

Awal kisruh adalah ketika PSSI berencana memanggil para pemain ISL untuk turun dalam laga persahabatan Indonesia menghadapi Everton 26 Juli 2012 mendatang. merasa PSSI sudah tidak berhak lagi menentukan Timnas, ketua Umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla pun menentangnya. Menurut La Nyalla, kebijakan menentukan Timnas sudah menjadi kewenangan Joint Committee dan sudah disetujui oleh Federasi Sepakbola Asia (AFC) sehingga PSSI versi Djohar Arifin sudah tidak punya hak apa-apa lagi dalam mengurusi Timnas.

"Saya tegaskan, saudara Djohar jangan terus-terusan merusak klub dan stakeholder sepakbola. Sudah ada kesepakatan di JC bahwa Timnas akan langsung di bawah kontrol JC sehingga nanti JC yang akan menentukan siapa pelatih dan ofisialnya. Selanjutnya pelatih akan memanggil pemain-pemain terbaik, baru nantinya klub-klub ISL akan melepas pemainnya," ungkap La Nyalla.

"JC dan AFC sudah sepakat, bahwa Timnas Indonesia langsung ditangani oleh JC. Siapa pelatihnya dan ofisialnya ditentukan oleh JC. Bukan lagi oleh PSSI. Ini salah satu keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan Kamis lalu dan akan dilanjutkan pada pertemuan lanjutan 24 Juli nanti,"

"Sikap saya jelas, saya meminta klub-klub ISL untuk tidak mengirimkan pemainnya kepada Djohar Arifin. Kita hanya akan mematuhi keputusan-keputusan JC yang disetujui oleh AFC," tegasnya.

Namun ternyata hal tersebut dibantah oleh Ketua Joint Committee, Todung Mulya Lubis. Menurut Todung, tugas JC hanya mengurus point dalam MoU dan tidak ada kesepakatan soal mengurus Timnas.

"Pembentukan dan pengelolaan timnas bukanlah wewenang dari JC. JC hanya menjalankan tugas dan rapat terkait dengan poin-poin yang ada di dalam MoU yang telah disepakati antara KPSI dan PSSI beberapa waktu lalu," ujar Todung dilansir dari Bola.net.

"Sekali lagi saya tegaskan, JC sama sekali tidak punya kewenangan untuk urusan timnas. Sehingga, PSSI bisa terus berjalan untuk membentuk Timnas yang tangguh," tutupnya.

Lalu siapakah yang benar dan salah hal ini? tentu saja sulit menerkanya terlebih lagi isi pertemuan JC pertama di Hotel Meiridien lalu tidak diketahui oleh public. Hanya para anggota JC dan tentu saja perwakilan AFC yang mengerti betul apa isi dari pertemuan perdana tersebut. jika JC sudah terpecah, maka harapan terakhir tinggal dari pihak AFC dan FIFA. Ketegasan sangat diperlukan, dan rasanya kini hanya pihak netral (AFC dan FIFA) saja yang bisa dipercaya.

Jika terus begini, maka posisi Indonesia bisa dikatakan jauh dari aman dari sanksi FIFA. Ya, jika kembali gagal melakukan rekonsiliasi, sanksi FIFA rasanya bukan mustahil terjadi. Dualism Kepengurusan dan kompetisi masih tetap ada. Jika tidak ada juga pihak yang mengalah, sepakbola Indonesia benar-benar dalam keadaan bahaya besar. (RH)

Foto : Herry Ibrahim/Ceritamu.com

3 Komentar Laporkan Cerita

Ridho Hutauruk

Penulis

Ridho Hutauruk

Garuda di dadaku!!

Komentar

(3 Komentar)
  1. jajat sudrajat Ditulis pada tanggal 25 Juli 2012 17:43

    sebagai pemain yang profesional, kita jangan terpengaruh oleh isu, terus melangkah kawan

  2. wisnu Ditulis pada tanggal 22 Juli 2012 11:54

    Saya awalny cuek liat persaingan sepak bola indonesia,,krn mau rebutan pun percuma org timnasnya aj g ad mental kyknya sia2 aj jd rebutan..tp mkin lama sy liat makin kasian pemain2 indonesia,,sy ad ide gmn klo kita sebagai suporter klub menolak segala macam pertandingan isl maupun ipl hingga nayla sm si djohar turun semua krn sbnernya klo kalian cermati 2 org ini yg biang rusuh sepak bola indonesia-bravo persija-

  3. Abdul Munazah Ditulis pada tanggal 22 Juli 2012 09:49

    ini semua gara-gara LP! dan semua krunya, seandainya tidak ada LP!, sepakbola indonesia akan tenang-tenang saja.

login