Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Habis Kumis Terbitlah Kotak-kotak

Habis Kumis Terbitlah Kotak-kotak

Gegap gempita menjelang pilkada DKI Jakarta putaran kedua terus membahana meski pargelarannya masih lama. Kedua cagub yang lolos pun seakan tak sabar menanti datangnya hari tersebut. Hal ini seiring pula dengan pemberitaan di sejumlah media massa tanah air. Bahkan sejak jauh-jauh hari media massa baik cetak maupun elektronik berlomba menyuguhkan beragam perkembangan informasi mengenai kedua calon. Tentunya setiap media memberitakan hal yang berbeda, ada yang postif namun tak jarang pula yang memberitakan negatif. Tapi itulah sisi lain dari dinamika media massa.

Selain pemberitaan, hingar bingar pemilihan DKI 1 ini juga dihiasi dengan saling serang diantara para cagub. Seperti diketahui, beberapa hari belakangan ini muncul sebuah BlackBerry Messenger gelap yang isinya menyerang salah satu cagub. Memang dalam proses demokrasi hal-hal seperti money politic ataupun kampanye gelap yang menyerang para konstentan pemilu sudah biasa terjadi. Kampanye gelap adalah penyeberluasan pesan yang pada intinya menyerang konstetan pemilu dari sisi luar prestasi yang bersangkutan dan biasanya cenderung berbau fitnah.

Memang keadaan itu sulit dihindari, menggingat Indonesia adalah negara berkembang yang belum sepenuhnya paham dengan sistem demokrasi. Salah satu contoh cagub yang mengalami hal ini adalah pasangan Jokowi-Ahok. Sejak pilkada putaran pertama berakhir, muncul sebuah BlackBerry Messenger berbau sara yang menyudutkan nama keduanya. Tentunya hal ini pun mengundang perhatian dari berkalangan. Tapi yang jelas itu merupakan suatu bentuk kampanye gelap yang menyerang seputar kesukuan, agama dan sebagainya.

Bahkan perkiraan saya, BlackBerry Messenger berbau sara tersebut akan terus berhembus hingga menjelang pilkada putaran kedua nanti. Tapi terlepas dari itu semua, sebagai warga DKI Jakarta tak perlu pusing-pusing. Kalau pun nanti Jokowi-Ahok terpilih menjadi gubernur, lihat saja produk out-putnya. Jikalau ditengah jalan pasangan ini mengkhianati amanatnya dan ingkar janji, kita tuntut ramai-ramai dan bahkan bisa juga loh kita jatuhkan ramai-ramai. Dan saya juga percaya kalaupun Jokowi-Ahok melakuka kesalahan atau dosa besar nantinya ndak usah disuruh mundur pun mereka akan mundur dengan sendirinya, ya karena kresdibilitasnya sudah teruji menurut saya. Kalau kata almarhum Gus Dur : Gitttuuuu Ajaaa Kok Repottt....hehehehe.

(foto : m.tubasmedia.com )

2 Komentar Laporkan Cerita

Meinar

Penulis

Komentar

(2 Komentar)
  1. novach Ditulis pada tanggal 18 Juli 2012 08:54

    ya karena kampanye....
    kotak - kotak itu terbawa sampai memimpin jakarta....
    wah keren banget ya????

  2. andy pratama Ditulis pada tanggal 17 Juli 2012 22:57

    .semoga jakarta tidak macet lagi... n klok bisa para pemodal mendirikan usaha itu jangan dijakarta terus...

login