Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

01 November 2014

Hercules itu Preman Cerdas

Hercules itu Preman Cerdas

Banyak orang yang bilang kalau sebenarnya mereka lebih takut kepada preman daripada polisi. Saya gak mau mendebat cara pemikiran mereka lebih takut siapa. Sebenarnya di negara kita istilah preman jauh lebih popular dari istilah gangster atau mafia. Semua datang ke ibukota karena Jakarta merupakan magnet besar yang menyedot banyak orang untuk datang. Gak peduli punya ijazah atau tanpa ijazah cuma modal nekat bayak orang dari daerah kemudian mengadu peruntungan di kerasnya kehidupan ibukota. Sasarannya jelas duit di Jakarta sangat banyak dan persaingan di Ibukota membuka orang-orang keras dan berjiwa keras untuk menjamahnya.


Seperti sudah diketahui, dalam bisnis pembebasan lahan, bisnis jasa keamanan, bisnis debt collector dan bisnis perparkiran hasilnya sangat menggiurkan. Di keempat bisnis ini duit milyaran bisa dengan mudah di dapatkan, modalnya cukup nyali dan keberanian.


Warga ibukota sudah banyak yang mengenal sosok John kei. Nama aslinya John Refra pemuda asal kepulauan Kei di sebelah tenggara Maluku. Bersama keluarga dan pemuda kampungnya John Kei mengorganisir sebuah bisnis jasa keamanan dan penagihan yang cukup besar.Terakhir John Kei tersangkut kasus hukum yang ditahan oleh aparat. Bagi pemuda Maluku Tenggara, John Kei merupakan The Godfather.


Sebelum masa John Kei yang pertama mengguncang ibukota adalah Hercules. Ia semula pemuda Timor yang direkrut Komando Pasukan Khusus, atau Kopassus, pada saat proses integrasi wilayah itu ke Indonesia. Hercules menetap di Jakarta, dan segera merajai dunia para jagoan. Ia menguasai Tanah Abang. Namanya pun selalu dekat dengan kekerasan. Akhirnya pada 1996, ia tak mampu mempertahankan kekuasaannya di pasar terbesar se-Asia Tenggara itu. Kelompoknya dikalahkan dalam pertikaian dengan kelompok Betawi pimpinan Bang Ucu Kambing. Setelah masa Hercules surut, muncul kemudian kelompok kelompok lainnya


DI Indonesia khususnya di ibukota, kelompok preman membentuk jaringannya dengan kultur daerah asal. Hingga muncullah kelompok preman etnis seperti Preman Madura, preman Ambon, preman Flores, Preman Maluku, Preman Banten, Preman Betawi.Tidak jarang karena kepentingan bisnis ini sering terjadi bentrok diantara preman etnis ini.


Saat ini di Indonesia menggejala fenomena preman yang semakin sopan. Bahkan, mereka membentuk wadah organisasi resmi berbadan hukum, yang sekarang lagi trend untuk jasa pengamanan dan gerakan sosial. Mereka nampak belajar bahwa semakin kuat supremasi hukum, maka semakin tersudut mereka, dan semakin tinggi tuntutan penyesuaian diri. Seperti apa yang dilakukan oleh seorang Hercules Rozario Marshal bertransformasi. Dulu ia preman paling ditakuti di seantero Jakarta. Sekarang, Hercules menjadi ikon perubahan bagi dunia preman dengan mendirikan dan menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB).


Seorang Hercules nampak sigap membaca tanda-tanda zaman. Segera bertobat dan menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan. Era demokrasi dan supremasi hukum menuntut penyesuaian dengan dunia hukum. Inilah contoh preman cerdas. Nah, ini baru preman yang sebenarnya! Preman sejati penuh cinta, sayang keluarga, sayang ibu, peduli sosial, dan nasionalis. Lengkaplah seorang Hercules: nasionalis, bernyali, humanis, dan organisatoris. 


Yang terlambat menyesuaikan diri cepat atau lambat akan ditangkap polisi, entah untuk kasus apa. Atau, kalau tidak, si preman akan tewas menggenaskan. Anton Medan dan Hercules terselamatkan dari kematian tragis dengan penyesuaian dan pertobatannya. Sekuat apapun preman, bahkan sekelas organisasi preman terkuat di dunia Yakuza di Jepang dengan anggota ratusan ribu, akan digilas oleh hukum negara dan dunia.


Baca Juga:

Pertaruhan Nama Besar Hercules


Sumber Referensi dari sini

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
2 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

donzurai

Penulis

Doni

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"

Komentar

(2 Komentar)
  1. novach Ditulis pada tanggal 16 Juli 2012 09:56

    gimana ga cerdas????
    sponsornya banyak...hehee...
    piss ah....
    btw kok sekarang jarang beredar ya???

  2. Mphiiw Ditulis pada tanggal 15 Juli 2012 21:11

    ooaaalaahhh kirain teh Hercules gak goyang barbel melayang, ASTUTI......heheh

Post Into Facebook Wall
login