Hot This Week: Dari Laporan Polisi Akan Mr Bean Palsu Hingga Imaginasi Tidak Pantas Di Sinetron YANG DI BAWAH UMUR
Buntut berkepanjangan dari seputar cerita Mr Bean Kesurupan Depe, kini ceritanya hingga di laporan polisi akan tuntutan pidana kepada KK DHeeraj dan Dewi Perssik.
Cerita hujatan seputar Mr Bean inipun membawa dampak kepada film terbari sutradara Garin Nugroho yang berjudul "Soegija". Berawal dari banyaknya tuntutan hingga tersebar BM (Broadcast Massage) tidak menuruni minat para penontonnya.
Dari TV sinetron baru berjudul "Yang Di Bawah Umur" di penayangan perdananya mengundang kontroversi seperti apa..
Inilah ceritanya 3...2....1....
# Mr Bean Kesurupan DePe
Buntut cerita pemakaian Mr Bean palsu dalam film Mr Bean Kesurupan Depe, KK Dheeraj dan Dewi Perssik akhirnya mendapat tututan dari salah satu penontonnya. Adalah Muhamad Zainal Arifin yang melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya.
Menurut Zainal dirinya merasa tertipu atas semua informasi dan promosi film Mr Bean Kesurupan Depe yang membawa-bawa nama Mr Bean. Laporan Zainal akhirnya diterima oleh Komisaris Besar Rikwanto selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.
"Depe dan KK Dheraj diadukan dengan tindak pidana perlindungan konsumen pasal 8 (1) huruf F Jo pasal 62 (1) jo pasal 9 ayat (1) huruf F jo pasal 378 KUHP jo pasal 380 KUHP," jelas Rikwanto di Polda Metro Jaya.
Walau KK Dheeraj dan Depe membela "Kesalahan kami ini adalah trik promosi untuk mempromosikan film. Saya nggak pernah bilang Rowan Atkinson. Saya cuma bilang Mr. Bean. Kesalahan kami memang ya jadi membuat ricuh tentang informasi," jelas Depe.
Berikut ini apa yang di ucapkan oleh Dewi Perssik di account twitternya:
“@dewiperssik12: hahah laporin aja, nanti sy brbalik, ingat..ini Indonesia :) dn ga ada urusan dg sy, sukur alhamdulillah.”
“@dewiperssik12: yg melaporkan sy goblok,coba klu sy main dg ph maxima pst tulisan britanya bgs dibintang :) @TabloidBintang.”
# Soegija
Film cerita drama kepahlawanan "Soegija" berdurasi 116 menit ini berhasil mencuri perhatian para penonton fillm lokal dengan perolehan penonton sejumlah 225.071 orang dari 97 layar hanya dalam 4 hari pemutaran. Angka ini tergolong fantastis, mengingat, “Soegija” baru tayang pada tanggal 7 Juni 2012.
Meski termasuk sukses, ada banyak rumor yang tersebar di dunia maya dan BBM group di seluruh Indonesia yang menyatakan bahwa “Soegija” yang tayang di bioskop sudah tak layak tonton, karena terlalu banyak dipotong oleh lembaga sensor film Indonesia (LSF). Pemotongan tersebut mengakibatkan ketidakteraturan jalan cerita dan penyajian film yang kurang mengiggit dari yang seharusnya.
Berikut ini adalah informasi yang beredar via BBM group mengenai film “Soegija”:
“Buat teman-teman yang sudah nonton SOEGIJA dan mungkin merasa “Kok filmnya biasa saja dan kurang mengeksploitasi sosok Soegija”, ini ada info penyebabnya: SOEGIJA sama LSF (Lembaga Sensor Film) dibabat abis beberapa adegan yang controversial, jadilah tuh film ngga jelas alur ceritanya. Cerita tentang kedekatan Bung Karno dengan Uskup, hilang. Cerita tentang para imam yang dibunuh, hilang. Cerita tentang apa yang sudah dilakukan Soegija di kancah politik luar negeri, juga hilang. Dan masih banyak lagi penggalan-penggalan cerita yang penting dihilangkan LSF. Film aslinya 3 jam, di bioskop Cuma jadi 1 jam 45 menit”
Apakah rumor yang beredar ini benar adanya? Entahlah.
# Imaginasi Yang Tidak Pantas di Sinetron Yang Di Bawah Umur
Ditayangan perdananya, YMDBU dinilai banyak memunculkan dialog dan adegan yang tidak baik bahkan sebenarnya sangat tidak layak. Pertama yang disorot adalah adegan pemeran Romeo (Michael Utomo) dan Putri (Andy Nadya) saat tertidur di sekolah, teman-temannya secara jahil mencoret-coret hidung Romeo dengan spidol.
Nah, yang kedua ini lebih tak pantas sepertinya. Dimana ada adegan pemeran Amel (Luzhain Syafira) membangunkan mereka dan berkata “kata papaku, cowok hidung belang bisa bikin cewek jadi hamil!” dengan gaya seperti bukan layaknya anak SD. Dan anehnya, setelah itu Romeo berimaginasi kalau Putri tengah mengandung seorang anak dengan gambaran Putri mengelus-elus perutnya dengan menggunakan seragam sekolahnya. Waduh, pantas aneh ya.. Apa iya pemikiran anak SD sudah sejauh itu?
walau semuanya kembali kepada peran orang tua untuk memperhatikan dan memilih tontonan yang layak bagi putra-putrinya, namun ini juga menjadi tanggung jawab stasiun tv untuk lebih memperhatikan esensi cerita bukan sekedar rating, apalagi saat ini memasuki musim libur anak sekolah.
(CAKP)
Image: dewi perssik twitter/tabloidbintang/film indonesia
Untuk tetap terupdate kapanpun & dimanapun, klik http://m.ceritamu.com/ dari browser, apapun ponsel Anda
Penulis
Explorer...
Komentar
-
Bebo Ditulis pada tanggal 28 September 2012 19:58iya bener banget, lagi-lagi audience yang harus kritis dalam memilih tayangan sinetron maupun film yang tepat sesuai dengan usia
-
kulinet Ditulis pada tanggal 19 Juni 2012 10:25menurut aku program yang paling bagus saat ini trans* karena mengisahkan tentang acara yang mendidik sejak siang hingga sore
-
kulinet Ditulis pada tanggal 19 Juni 2012 10:25menurut aku program yang paling bagus saat ini trans* karena mengisahkan tentang acara yang mendidik sejak siang hingga sore
-
kulinet Ditulis pada tanggal 19 Juni 2012 10:24sulit mendapatkan yang benar2 bagus untuk acara anak2 dibawah umur,rating menjadi targetnya
-
kulinet Ditulis pada tanggal 19 Juni 2012 10:24sulit mendapatkan yang benar2 bagus untuk acara anak2 dibawah umur,rating menjadi targetnya