Jadi Ajang Praktek Seks Bebas, Panitia Olimpiade London Bagikan Kondom Gratis
Di setiap ajang Olimpiade begitu marak terjadi praktek seks yang tak bisa dihindari oleh para atlet.Hal ini mendorong panitia Olimpiade London untuk mengantisipasinya lebih awal dengan menyediakan 150 ribu kondom untuk para atlet.Berdasarkan Olimpiade Bejing 2008, ternyata 100 ribu kondom yang dibagikan masih belum cukup.
Berdasarkan hal tersebut panitia menggandeng produsen kondom Durex yang siap memasok tambahan puluhan ribu lagi jika memang dibutuhkan. Durex adalah bagian dari grup perusahaan Reckii Benckisser yang menjadi sponsor resmi Olimpiade.Meski banyak pihak yang kontra dengan tindakan ini, juru bicara perusahaan Durex Andraea Dawson Shepherd menyatakan: "Kami dibatasi oleh pedoman penyelenggaraan Olimpiade. Komite Olimpiade telah mengatur apa yang bisa dan tidak bisa kami lakukan."
Seperti dilansir Business Week, pesta seks di kalangan atlet ketika Olimpiade sudah berlangsung lama. Berawal pada Olimpiade Seoul di Korea Selatan 1988 dengan permintaan kondom yang hanya 8.500. Angka itu langsung melonjak menjadi 50 ribu pada Olimpiade Barcelona 1992. Empat tahun kemudian di Sydney, kondom sebanyak 70 ribu habis dipakai dan panitia penyelenggara harus memesan 20 ribu kondom tambahan saat itu.
Fakta yang seperti telah menjadi rahasia umum di kalangan atlet ini memang mulai terdengar dan diketahui publik. Berita ini muncul ketika kiper tim nasional sepak bola Amerika Serikat, Hope Solo,yang mengaku kalau akan ada banyak aktivitas seks di Olimpiade. Dia pernah sebelumnya menyaksikan bagaimana orang-orang melakukan hal itu, bahkan di tempat terbuka seperti rerumputan atau lorong bangunan.Bahkan,para atlet yang bertindak paling ekstrim,dimana saat latihan mereka bisa fokus, tapi ketika pergi keluar mereka bisa menghabiskan 20 botol minuman.
Seperti dilansir Daily Mail, Hope sendiri tidak menampik dirinya turut menjadi bagian dari skandal itu.Wanita yang sukses membawa tim AS merebut medali emas di Olimpaide lalu ini mengaku senang punya kesempatan merasakan pengalaman 'liar' tersebut. Wanita berusia 30 tahun itu menyebutkan bahwa, ini bisa menjadi pengalaman sekali seumur hidup baik dari sisi seksual, pesta, dan prestasi di lapangan.Josh Lakatos, penembak asal Amerika Serikat juga membagi pengalaman. Di Olimpiade Sydney 2000, ia merasa seperti berada di tempat lokalisai, di mana pesta pora terjadi luar biasa dan tidak pernah ia saksikan sebelumnya!(VR)
Foto : empowerednews.net
Penulis
Garuda di dadaku!!
Komentar
-
carolena Ditulis pada tanggal 22 Juli 2012 22:56
ih ngeri benar ya negara kita sudah tak bisa di ambil lagi kayak begini.